Pentingnya Berat Badan Normal pada Bayi Baru Lahir

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Saat bayi lahir, hal yang biasanya ditanyakan pertama kali adalah “berapa beratnya?”. Jika beratnya berada di kisaran normal pasti ibu dan keluarga akan senang. Berat badan bayi baru lahir dapat menjadi tolak ukur kesehatan bayi nantinya.

Ya, banyak penelitian yang sudah membuktikan bahwa bayi baru lahir dengan berat badan rendah berisiko mengalami berbagai penyakit di kemudian hari. Bahkan, berat badan rendah menjadi penyebab kematian bayi baru lahir sebesar 60-80% di dunia, berdasarkan data WHO.

Berapa berat bayi yang dikatakan normal?

Berat badan lahir (BBL) adalah berat badan pertama bayi Anda yang diukur setelah bayi lahir. Berat badan lahir dikatakan normal bisa berada di kisaran 2500–4000 gram, pada bayi yang lahir cukup umur (usia kehamilan 37-40 minggu).

Berbeda dengan bayi prematur, di mana bayi lahir pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu, yang biasanya memiliki berat lahir kurang dari 2500 gram. Sehingga bayi prematur lebih berisiko untuk mempunyai berat badan lahir rendah (BBLR). Bayi yang lahir di sekitar tanggal seharusnya ia lahir cenderung mempunyai berat lebih besar daripada bayi yang lahir lebih awal.

Apa risiko bayi yang memiliki berat badan kurang dari atau lebih dari normal?

Berat badan bayi dikatakan rendah bila kurang dari 2500 gram (BBLR), dan dikatakan berat bayi besar bila lebih dari 4000 gram (bayi besar).

Bayi BBLR

Bayi baru lahir yang mempunyai berat badan rendah dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan di kehidupannya kelak. Bayi dengan berat badan rendah dapat mengalami masalah nutrisi dan perkembangan di awal-awal kehidupannya, dan jika ia tidak bisa memperbaiki masalahnya di tahun-tahun awal kehidupannya, maka dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, seperti obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung, karena asupan makanan yang ia konsumsi tidak sesuai dengan kebutuhan tubuhnya.

Jadi, masalah kesehatan pada bayi dengan BBLR mungkin dapat dihindari dengan cara perbaikan gizi pada awal kehidupannya, sehingga bayi dapat mengejar ketertinggalannya. Selain itu, masalah yang dihadapi bayi dengan BBLR juga tergantung dari apa yang menyebabkan ia menjadi BBLR, pada tahap kehamilan yang mana bayi mengalami keterbatasan untuk bertumbuh dalam rahim, dan seberapa parah tingkat BBLR-nya. Semakin kecil berat badan bayi lahir dan semakin cepat bayi lahir, semakin besar juga risiko bayi untuk mengalami masalah kesehatan.

Bayi besar

Bayi besar bisa disebabkan oleh ukuran orangtua yang juga besar (genetik) dan kenaikan berat badan ibu selama hamil yang berlebihan. Selain itu, juga dapat disebabkan karena ibu mengidap diabetes saat hamil. Diabetes saat hamil atau dikenal dengan nama diabetes gestasional menyebabkan glukosa darah ibu yang dialirkan ke bayi meningkat, sehingga tubuh bayi lebih banyak memproduksi insulin. Kelebihan gula darah dan produksi insulin ini dapat menyebabkan bayi tumbuh lebih besar dan cadangan lemak bayi juga lebih banyak, sehingga berat bayi lahir bisa mencapai lebih dari 4000 gram.

Bayi besar ini dapat menyulitkan ibu saat melahirkan, dan mungkin harus diambil tindakan operasi caesar untuk kelahirannya. Selain itu, bayi besar yang disebabkan oleh diabetes gestasional dapat menyebabkan bayi juga mengalami masalah dengan pengaturan glukosa pada tubuhnya, misalnya bayi dapat mengalami hipoglikemia (gula darah rendah) setelah bayi lahir. Bayi besar juga dapat mengalami kesulitan bernapas, penyakit kuning (jaundice), dan meningkatkan risiko cacat lahir.

Apa saja yang mempengaruhi berat lahir bayi?

Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi berat badan lahir bayi, yaitu:

  • Ukuran tubuh orangtua. Ukuran tubuh orangtua yang besar dan tinggi dapat mempunyai bayi dengan ukuran yang lebih besar juga dibandingkan rata-rata bayi lainnya, sedangkan orangtua yang pendek dan mungil mungkin dapat memiliki bayi yang juga kecil daripada bayi rata-rata.
  • Bayi kembar. Bayi kembar atau lebih biasanya lahir dengan ukuran yang lebih kecil dari bayi lainnya. Hal ini terjadi karena mereka harus berbagi ruang untuk bertumbuh dalam rahim, selain itu juga biasanya bayi kembar lahir prematur.
  • Kesehatan ibu selama kehamilan. Ibu hamil dengan tekanan darah tinggi atau masalah jantung, atau ibu yang merokok, minum alkohol, dan obat-obatan selama kehamilan cenderung akan melahirkan bayi dengan berat badan rendah. Sedangkan ibu hamil yang menderita diabetes atau obesitas selama kehamilan cenderung akan melahirkan bayi dengan berat badan lebih besar. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memeriksakan kondisi kesehatan Anda secara rutin selama kehamilan.
  • Nutrisi selama kehamilan. Tentu Anda sudah mengetahui bahwa nutrisi yang baik selama kehamilan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi saat dalam kandungan. Nutrisi yang buruk selama kehamilan dapat mempengaruhi berat badan lahir bayi dan pertumbuhan bayi selanjutnya. Sedangkan, jika ibu mengalami kenaikan berat badan yang terlalu besar saat hamil, maka berisiko bayi lahir dengan berat yang lebih besar dari rata-rata berat normal bayi.
  • Kesehatan bayi. Masalah kesehatan yang dimiliki bayi, seperti cacat lahir atau penyakit infeksi selama kehamilan, juga dapat berpengaruh terhadap berat bayi lahir dan pertumbuhan bayi pada masa selanjutnya.

Faktor lainnya yang dapat mempengaruhi berat lahir bayi adalah jenis kelamin. Biasanya bayi dengan jenis kelamin laki-laki cenderung mempunyai berat yang lebih besar daripada bayi berjenis kelamin perempuan, namun perbedaan ini mungkin sangat sedikit. Selain itu, yang mungkin mempengaruhi juga adalah urutan kelahiran, bayi pertama biasanya mempunyai berat lebih kecil daripada bayi selanjutnya.

BACA JUGA

Sumber
Yang juga perlu Anda baca