×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:

Perkembangan Setiap Minggu

Catat Baik-baik! Begini Cara Pilih dan Memakaikan Popok yang Aman Bagi Kulit Bayi

Oleh Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Popok merupakan salah satu kebutuhan dasar bayi. Popok sekali pakai seringkali menjadi pilihan favorit banyak orangtua dibanding popok kain atas alasan kepraktisan. Tapi jangan salah dalam memilih dan memakaikan popok bayi. Cara memakaikan popok bisa membuat si kecil tidak nyaman bergerak hingga bahkan menyebabkan ruam popok. Simak tips dan triknya di bawah ini.

Tips memilih popok bayi yang baik bagi kulitnya

Sebelum memilih popok, kenali dulu beberapa jenis popok yang ada. Terdapat dua jenis popok yang bisa Anda pilih untuk dipakaikan ke bayi, yaitu popok kain dan popok sekali pakai. Jenis popok yang Anda pilih tentu memengaruhi pemakaian popok kepada bayi.

Nah, berikut ini merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan agar tidak salah dalam memilih popok bayi.

1. Pilih popok sesuai ukuran bayi Anda

Jika Anda memilih popok kain, jangan terlalu kencang atau ketat memakaikan popok pada bayi. Sedangkan, jika Anda memilih popok sekali pakai, pilihlah popok yang sesuai dengan ukuran bayi Anda. Popok yang terlalu ketat tentu membuat bayi menjadi kurang nyaman. Selain itu, juga dapat membuat pantat bayi menjadi lebih lembab. Hal ini tidak baik.

Jika Anda menemukan bekas karet popok pada kulit bayi Anda di sekitar paha dan pinggang, artinya ukuran popok bayi kekecilan. Anda harus menggantinya dengan ukuran yang lebih besar sesuai ukuran bayi Anda.

2. Pilih popok yang aman bagi kulit bayi

Jika kulit bayi di sekitar paha dan pinggang menjadi kemerahan atau muncul ruam setelah pakai popok, artinya kulit bayi mungkin sensitif terhadap popok tersebut. Beberapa bayi mungkin lebih sensitif terhadap merek popok tertentu. Sebaiknya, pilih popok sekali pakai yang tidak mengandung pewangi.

Sementara, jika Anda memilih popok kain, sebaiknya Anda juga tidak mencuci popok tersebut dengan detergen yang mengandung pewangi. Umumnya, pewangi dapat menyebabkan ruam pada kulit bayi, terutama pada kulit bayi yang sensitif.

Agar tidak salah saat memakaikan popok bayi

Setelah memilih popok bayi, jangan asal memakaikannya ke bayi. Ada juga hal-hal yang harus Anda perhatikan, yaitu:

1. Jangan langsung memakaikan popok bayi

Sebelum memakaikan popok, sebaiknya cuci tangan Anda terlebih dahulu dengan sabun dan air. Bersihkan pantat bayi dari bagian depan ke belakang dan kemudian keringkan dengan handuk lembut. Selanjutnya, Anda bisa memakaikan popok ke bayi. Setelah itu, cuci tangan lagi agar kuman yang menempel di tangan Anda tidak menyebar.

Ingat, jangan pernah membersihkan pantat bayi dari belakang ke depan, terutama pada anak perempuan. Ini dapat membuat kuman-kuman yang ada di anus bayi berpindah ke saluran kemih, sehingga bisa menyebabkan infeksi saluran kencing.

2. Perhatikan posisi penis bayi

Jika memakaikan popok untuk bayi laki-laki, Anda harus meletakkan penis ke bawah sebelum memakaikan popok. Tujuannya adalah agar jika bayi pipis, kebocoran air pipisnya tidak sampai di atas lingkar pinggang.

3. Memakaikan bedak sebelum pakai popok, apa boleh?

Kebiasaan ini mungkin sudah dilakukan turun-temurun dengan maksud agar kulit bayi tidak gatal karena pemakaian popok terus-menerus. Tapi ternyata kebiasaan ini salah. Memakaikan bedak bayi sebelum memakaikan popok justru dapat memicu terjadinya iritasi pada kulit bayi, seperti dilansir dari Baby Center. Kulit bayi bisa menjadi kemerahan dan gatal.

Iritasi ini bisa terjadi karena bedak cenderung akan akan menggumpal, terutama jika pantat bayi masih basah atau lembap karena pemakaian popok. Jadi, sebaiknya hindari pemakaian bedak pada pantat bayi. Anda bisa mengganti bedak dengan lotion, krim, atau minyak untuk menjaga agar kulit bayi tidak kering atau untuk meredakan gatal pada kulit bayi.

4. Jangan membuang popok kotor sembarangan

Setelah mengganti popok kotor bayi dengan yang bersih, jangan langsung membuang popok kotor. Sebaiknya bungkus popok kotor tersebut dalam plastik sebelum membuangnya, hal ini bertujuan agar kuman-kuman yang ada di popok tidak menyebar luas. Selain itu, sebaiknya Anda juga rutin membuang sampah rumah Anda yang penuh dengan popok bayi setiap minggu atau setiap hari jika memungkinkan.

Baca Juga:

Sumber
×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We’re excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca