5 Cara Mengasuh Balita Saat Anda Memiliki Bayi Baru

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/03/2020
Bagikan sekarang

Memiliki anak balita tentu punya tantangan tersendiri. Meski baru berusia 2 atau 3 tahun, tingkah lakunya yang aktif ke sana kemari benar-benar bisa membuat Anda kelelahan untuk menghadapinya. Terlebih jika Anda juga baru saja melahirkan anak kedua. Hmmm…. sudah kebayang kan repotnya seperti apa? Lantas, bagaimana cara mengasuh balita jika juga punya anak bayi? Simak 5 tipsnya dalam artikel ini.

Cara mengasuh balita saat Anda baru punya bayi lagi

Merawat dua anak kecil di rumah tentunya akan melelahkan, terutama bagi ibu. Tapi tenang, berikut ini beberapa tips membagi waktu untuk mengurus balita jika Anda baru punya bayi lagi.

1. Daftarkan si sulung ke playgroup atau PAUD

Tips mengasuh balita jika Anda juga bayi yang pertama adalah masukkan si sulung ke playgroup atau Pendidikan Anak Usia dini (PAUD) selama tiga hari dalam seminggu selama beberapa jam. Cara ini selain memberikan kesempatan si sulung untuk berinteraksi sambil belajar dengan teman-temannya, juga akan akan memberikan Anda waktu untuk tidur ataupun bersantai sebentar bersama bayi Anda.

2. Siapkan area khusus bermain di rumah

Jika Anda mengasuh balita dan bayi, menyiapkan area di mana anak-anak bisa bermain sendiri sangat penting. Terlebih untuk si sulung. Buatlah area bermain khusus di rumah dengan beragam pilihan permainan yang kreatif dan mengedukasi seperti puzzle, flash card, balok susun, lego dan perlengkapan mewarnai yang umumnya disukai oleh anak. Tempat ini akan jadi tempat favorit si kecil untuk menghabiskan waktu bermain di rumah.

Nah, ketika si kecil sedang sibuk bermain, Anda bisa melakukan aktivitas lain, mulai dari menyusui atau bahkan beres-beres rumah.

3. Atur jam tidur siang kedua anak supaya sama

Nampaknya memang cara ini akan lebih mudah diucapkan dibandingkan untuk dilakukan. Memang akan membutuhkan waktu dan usaha yang lumayan keras agar bisa membiasakan si kecil tidur siang. Namun, nyatanya dengan mengatur jam tidur siang si kecil dan bayi secara bersamaan akan sedikit membantu ibu untuk bisa sekedar berisitirahat melakukan kegiatan lain di rumah. Tidur siang selain memberikan manfaat agar si kecil bisa beristirahat, juga akan mengajarkan si kecil untuk belajar disiplin waktu.

4. Bercerita bersama

Untuk membujuk si sulung agar mau tidur, Anda bisa mengajaknya bercerita. Entah itu cerita tentang dongeng ataupun tentang masa kecilnya. Anda juga bisa menceritakan bagaimana dulu ketika merawat si sulung sewaktu bayi dan kemudian membandingkannya dengan bagaimana Anda merawat ia saat ini. Buatlah cerita yang menarik agar si kecil mau mendengarkan cerita Anda.

5. Beri pengertian

Jika si sulung sedang rewel dan manja – tidak benar-benar menangis, hanya mencari perhatian, namun di sisi lain Anda sedang menyusui, pastikan Anda mengatakan dengan halus kepadanya, misalnya “Sebentar ya sayang atau satu menit saja sayang, Ibu mau menyusui adek dulu…” Dengan begitu, anak akan mengerti dan memahami kondisi Anda.

Yang harus diperhatikan ketika mengasuh balita jika Anda punya bayi

Manfaatkanlah pengalaman Anda dalam mengurus anak pertama, walaupun anak pertama berbeda dengan anak kedua, paling tidak pengalaman saat mengurus anak pertama akan berguna. Jika usia anak Anda terpaut dua tahun atau kurang, hadapi kenyataan bahwa dalam waktu beberapa bulan ke depan Anda akan menghadapi hari-hari yang berat, baik secara logistik, sosial, maupun waktu tidur. 

Hal ini akan terus berlangsung hingga anak-anak Anda sudah bisa ke toilet sendiri dan sudah bisa melakukan hal-hal kecil sendiri. Lambat laun, pasti Anda akan terbiasa dengan kesibukan mengurus dua anak. Meskipun melelahkan, percayalah hari-hari Anda juga penuh dengan kelucuan, canda dan tawa.

Yang terpenting, jangan lupa istirahat selagi bisa dan jaga kondisi kesehatan Anda agar tetap prima untuk mengurusi si buah hati dan keluarga. Selain itu, limpahkan juga kasih sayang yang sama dengan keduanya. Jangan pernah berat sebelah dengan lebih mencintai salah satu di antara mereka.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

7 Ways to Manage a Toddler While Caring for an Infant - https://www.verywell.com/manage-a-toddler-while-caring-for-an-infant-290518 diakses pada 2 Agustus 2017

Parents say: How Can I Manage the Competing Demands of A Newbron  and toddler? https://www.babycenter.com/0_parents-say-how-can-i-manage-the-competing-demands-of-a-newb_3636412.bc diakses pada 2 Agutsus 2017

How To Cope With a Toodler and New Baby - https://www.babycentre.co.uk/a563449/how-to-cope-with-a-toddler-and-a-new-baby diakses pada 2 Agustus 2017

Tips For Juggling a Newborn and Toddler http://kellymom.com/parenting/parenting-faq/tips-newborn-toddler/ diakses pada 2 Agustus 2017

Yang juga perlu Anda baca

Memahami Perkembangan Bahasa Balita Usia 2-5 Tahun

Memahami perkembangan bahasa balita sangat penting untuk orangtua. Berikut tahap perkembangan bahasa balita usia 2-5 tahun yang lengkap.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Perkembangan Balita 60 Bulan atau 5 Tahun

Perkembangan balita 60 bulan atau 5 tahun, termasuk mampu memanjat, menggambar dan mengulang cerita yang didengar. Ketahui perkembangan lengkap di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Perkembangan Balita 54 Bulan atau 4 Tahun 6 Bulan

Perkembangan balita 54 bulan atau 4 tahun 6 bulan yang penting termasuk memahami posisi dan tempat. Ketahui perkembangan lengkap di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Perkembangan Balita 51 Bulan atau 4 Tahun 3 Bulan

Pada fase perkembangan balita 51 bulan atau 4 tahun 3 bulan, si kecil makin mahir berbicara dan memilih kata-kata. Ketahui perkembangan lengkap di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Direkomendasikan untuk Anda

Panduan Memenuhi Kebutuhan Gizi Balita Usia 2-5 Tahun

Panduan Memenuhi Kebutuhan Gizi Balita Usia 2-5 Tahun

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 20/03/2020
Usia Berapa Anak Mulai Belajar Berlari?

Usia Berapa Anak Mulai Belajar Berlari?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 11/01/2020
4 Pilihan Les untuk Balita Sekaligus Manfaatnya

4 Pilihan Les untuk Balita Sekaligus Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24/12/2019
5 Hal yang Harus Diketahui Orangtua Tentang Sakit Perut pada Anak

5 Hal yang Harus Diketahui Orangtua Tentang Sakit Perut pada Anak

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 11/12/2019