5 Siasat Mengatasi Anak Susah Makan Sayur, Tanpa Marah dan Ngomel

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/04/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setiap orangtua pasti kesal ketika anak susah makan sayur. Tak jarang ini membuat banyak orangtua akhirnya terpaksa menggunakan berbagai jalan pintas agar anaknya mau makan sayur. Misalnya mengancam anak tidak boleh bermain atau menyogok anak dengan uang, permen, serta mainan yang mereka sukai. Bahkan tak sedikit pula orangtua yang memarahi anaknya karena tidak makan sayur.

Apa yang harus dilakukan jika anak susah makan sayur?

Pada dasarnya, anak yang susah makan sayur jangan dipaksa atau dimarahi. Ini karena segala sesuatu yang dipaksa akan membuat anak semakin benci dengan makanan sehat, khususnya sayur-sayuran. Selain itu, anak-anak juga akan berpikir bahwa sayur adalah makanan yang memang tidak enak, jika Anda saja sampai harus memberinya hadiah supaya ia mau memakannya.  Nah, hal-hal tersebutlah yang justru membuat anak-anak jadi semakin susah untuk makan sayur.

Lantas, bagaimana caranya menghadapi anak susah makan sayur? Berikut tips-tips yang dapat Anda terapkan di rumah:

1. Sajikan sayuran sejak kecil

Agar anak suka makan sayur, maka Anda harus membiasakan mereka untuk makan sayur sejak kecil, tepatnya saat mereka sudah mulai mengonsumsi MPASI. Lakukan kebiasaan menyajikan sayuran untuk anak-anak sebagai makan siang dan makan malam sampai ia beranjak besar.

Agar anak tidak bosan, sajikan berbagai macam sayur dalam menu makannya setiap hari. Jangan berikan sayur yang itu-itu saja, apalagi bila pada dasarnya anak susah makan sayur.

2. Tawarkan semua jenis sayuran

Anak Anda mungkin memuntahkan bayam saat makan, tapi jangan cepat menyerah. Bahkan, jika Anda tidak berhasil membuat si kecil makan sayur dalam beberapa kesempatan, tetap jangan menyerah. Cobalah beragam sayuran lainnya yang tidak kalah bergizi. Anda dapat mencoba selada, buncis, brokoli, wortel, sawi, bok choy, kangkung, kacang panjang, dan lain-lain.

Dengan menawarkan sayuran yang beragam, anak akan lebih banyak mengenal jenis dan rasa sayuran. Jadi, teruslah mengenalkan beragam sayuran sampai anak Anda menemukan sayuran yang paling mereka sukai.

3. Jangan menyembunyikan sayuran

Menyembunyikan sayuran di dalam makanan lain seperti telur mungkin menjadi salah satu cara mengatasi anak susah makan sayur. Sayangnya, cara ini tidak selalu berhasil. Pasalnya, anak perlu dikenalkan sayuran dalam bentuk dan rasa yang asli, bukan malah disembunyikan dan diolah jadi makanan lain. 

Hal ini juga bisa menjadi bumerang, anak-anak bisa kehilangan kepercayaan terhadap makanan ketika menyadari bahwa selama ini mereka telah tertipu. Anak juga mungkin jadi tidak mau makan sayur kalau tidak disembunyikan dan diolah sedemikian rupa. Ini tentu bukan kebiasaan makan yang baik bagi anak.

4. Jadi teladan buat si kecil

Jika Anda ingin si kecil suka sayuran, maka pastikan Anda pun menyukainya. Ingat, anak adalah cerminan orangtua. Maka, jadilah panutan yang baik untuk anak-anak Anda. Tunjukkan sayuran adalah makanan enak dan menyehatkan.

Makanlah dengan cara yang menyenangkan dan buatlah menu makan yang menggugah selera, sehingga anak Anda pun akan menyukai sayuran dengan cara yang Anda tunjukkan padanya. Supaya sayuran terlihat lebih menggoda, masak sayur dengan berbagai warna cerah. Misalnya menambah wortel di cap cay, jagung manis di sayur bayam, dan potongan tomat di sup ayam.

5. Memasak bersama

Jika perlu, ajak anak Anda untuk memasak bersama. Ketika memasak, kenalkan pada anak tentang manfaat sayuran yang sedang ia masak. Mungkin si kecil justru bikin dapur jadi berantakan, tapi ini adalah cara terbaik untuk menciptakan suasana yang positif bersama anak Anda. Selain itu, anak juga akan lebih terdorong untuk makan sayur hasil masakannya sendiri.

Selain mengenalkan anak dengan manfaat dan cita rasa sayuran, memasak bersama juga akan mempererat ikatan batin (bonding) Anda dengan sang buah hati.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Bayi yang keseringan pakai popok, memang rentan terkena ruam popok. Jangan khawatir, ikuti cara berikut ini untuk mengobati dan mengatasi ruam popok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Para ibu mungkin sudah tidak asing lagi dengan kemunculan ruam susu atau ruam di pipi bayi. Namun, apakah ruam susu itu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Sponsored
penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Sponsored
protein susu soya

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Sponsored
nutrisi untuk anak aktif

Kebutuhan Asupan Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Anak Aktif dan Suka Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit