Apa Ciri-cirinya Kalau Status Gizi Anak Sudah Baik?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Semua orangtua pasti menginginkan anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik hingga ia dewasa. Untuk itu, Anda harus memastikan bahwa nutrisi anak telah tercukupi dengan baik. Hal ini sangat erat kaitannya dengan status gizi anak. Bila status gizi anak baik, maka kesehatan tubuhnya akan terjaga diiringi dengan pertumbuhan tubuh yang normal. Lalu, apakah selama ini si kecil punya status gizi yang baik? Sebenarnya, apa saja tanda yang menunjukkan kalau status gizi anak sudah baik?

Apa itu gizi baik?

Serupa dengan namanya, gizi baik adalah kondisi status gizi yang berada dalam keadaan baik alias normal. Anak yang memiliki status gizi yang normal, tentu saja akan mempunyai indeks massa tubuh atau IMT (dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Body Mass Index atau BMI) yang normal pula.

Seorang anak yang sangat kurus, sangat pendek, atau bahkan sangat gemuk, adalah contoh kasus anak yang status gizinya tidak normal. Anak yang bergizi baik, tentu akan memiliki berat badan dan tinggi badan yang seimbang.

Namun, penilaian dengan IMT tidak sepenuhnya bisa digunakan untuk menilai status gizi baik di usia anak-anak. Metode IMT dengan membandingkan berat dan tinggi badan, lebih sering dipakai untuk mengetahui status gizi bagi orang dewasa.

Sementara pada anak-anak, IMT dinilai kurang akurat untuk mengetahui apakah gizi anak sudah normal atau belum. Bukan tanpa alasan, pasalnya, usia anak-anak merupakan masa pertumbuhan yang cenderung cepat mengalami perubahan tinggi dan berat badan.

Jadi, perbandingan tinggi dengan berat badan dirasa kurang pas. Apalagi tumbuh kembang anak juga dilihat berdasarkan kelompok usianya. Maka itu, IMT tak hanya satu-satunya indikator untuk mengatahui gizi si kecil.

Sumber: Inch Calculator

Penilaian status gizi baik pada anak

Jika ingin mengetahui status gizi anak sudah baik atau belum, biasanya digunakan pengukuran khusus menggunakan grafik dengan melibatkan beberapa indikator. Bagi anak yang berusia 0-5 tahun, menggunakan grafik WHO 2006 (cut off z score). 

Sementara untuk anak di atas usia 5, kemungkinan kondisi gizi baik bisa diukur menggunakan aturan CDC 2000 (ukuran persentil). Persentil dipakai sebagai gambaran berapa nilai IMT anak. Anak dikatakan memiliki gizi baik jika berada di kategori normal untuk setiap pengukuran dengan grafik pertumbuhan anak (GPA).

Untuk tahu si kecil telah diberikan asupan nutrisi yang baik, maka ada beberapa indikator yang harus dilihat, yaitu:

  • berat badan berdasarkan tinggi badan
  • berat badan berdasarkan umur
  • tinggi badan berdasarkan umur
  • IMT berdasarkan umur

Nah, anak dengan gizi baik harus menunjukkan bahwa ia berada pada rentang angka normal pada keempat indikator tersebut. Berikut rentang nilai kategori normal untuk masing-masing indikator:

  • BB/U: ≥-2 SD sampai 3 SD
  • TB/U atau PB/U: -2 SD sampai dengan 2 SD
  • BB/TB atau BB/PB: -2 SD sampai dengan 2 SD
  • IMT: persentil 5 – < 85

Supaya lebih mudah dan cepat untuk mengetahui kondisi gizi anak, Anda bisa melakukan pengukuran tinggi serta berat badan anak di pelayanan kesehatan terdekat. Pasalnya, tak seperti indeks massa tubuh orang dewasa yang memiliki rumus khusus, status gizi anak memiliki perhitungannya sendiri yang cukup rumit.

Pemantauan rutin terkait kondisi kesehatan dan perkembangan anak, bisa dilakukan di pelayanan kesehatan mana pun. Baik itu posyandu, puskesmas, klinik, maupun rumah sakit.

Berbagai tanda kalau status gizi anak sudah baik

Tak sedikit orangtua yang khawatir akan tumbuh kembang anaknya. Sebenarnya, Anda tak perlu cemas. Di samping mengetahui langsung dari pemeriksaan rutin dengan dokter, di posyandu, maupun puskesmas, Anda bisa menilai sendiri kondisi status gizi anak.

Berikut tanda-tanda yang ditunjukkan ketika status gizi anak sudah dalam keadaan yang normal:

1. Punya berat badan dan tinggi badan yang normal

Berat dan tinggi badan termasuk hal penting dalam menentukan status gizi anak. Mengetahui berat dan tinggi badan anak secara pasti akan membantu Anda dalam menilai sudah baik atau belum gizi yang diperoleh anak selama ini.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, berikut rerata berat dan tinggi badan yang dianggap normal di setiap kelompok usia anak:

Berat badan

  • 0-6 bulan: 3,3-7,9 kg
  • 7-11 bulan: 8,3-9,4 kg
  • 1-3 tahun: 9,9-14,3 kg
  • 4-6 tahun: 14,5-19 kg
  • 7-12 tahun: 27-36 kg
  • 13-18 tahun: 46-50 kg 

Tinggi badan

  • 0-6 bulan: 49,9-67,6 cm
  • 7-11 bulan: 69,2-74,5 cm
  • 1-3 tahun: 75,7-96,1 cm
  • 4-6 tahun: 96,7-112 cm
  • 7-12 tahun: 130-145 cm
  • 13-18 tahun: 158-165 cm 

2. Tidak gampang sakit

vitamin dan mineral untuk sistem imun anak

Anak dengan status gizi yang baik akan memiliki status kesehatan yang baik pula. Ini karena asupan gizi yang beragam serta berkualitas akan membuat sistem kekebalan si kecil lebih kuat. 

Alhasil, tubuh anak pun menjadi lebih kebal terhadap serangan infeksi penyebab penyakit. Faktanya, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa anak yang punya status gizi yang buruk sudah pasti sangat rentan terkena berbagai penyakit infeksi.

Salah satunya penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah PLoS ONE. Penelitian tersebut menyatakan bahwa anak dengan gizi yang buruk, ternyata punya jumlah sel-sel darah putih yang lebih sedikit ketimbang anak dengan gizi baik.

Padahal, komponen sel darah tersebut berperan sebagai pasukan pertahanan guna menjaga kesehatan tubuh. Di samping itu, kegemukan juga menandakan kalau anak tidak memiliki gizi yang baik.

Dalam hal ini, simpanan lemak yang ada di dalam tubuh anak cenderung berlebihan sehingga berisiko menimbulkan berbagai penyakit. Lebih dari itu, anak yang kegemukan memiliki risiko tinggi terserang berbagai penyakit kronis. Mulai dari penyakit jantung, stroke, dan diabetes (kencing manis).

3. Punya nafsu makan yang baik

agar anak mau makan

Punya nafsu makan yang baik adalah salah satu tanda kalau si kecil bergizi baik. Dalam hal ini, nafsu makan buruk bukan hanya tidak memiliki nafsu makan, tetapi tingkat nafsu makan yang berlebihan juga tidak baik. Keduanya tentu sama-sama akan menimbulkan permasalahan gizi pada anak.

Anak yang kekurangan gizi sudah pasti punya nafsu makan yang kurang, atau cenderung tidak berselera dan malas makan. Sementara itu, anak yang kegemukan cenderung memiliki nafsu makan yang tinggi yang sebenarnya tidak baik bagi kesehatannya.

Bila Anda mengalami kesulitan dalam mengendalikan nafsu makan anak, Anda dapat berkonsultasi dengan ahli gizi.

4. Anak aktif dan lincah

Tanda lain untuk melihat apakah si kecil punya status gizi yang baik adalah dengan melihat aktivitas sehari-harinya. Anak yang berstatus gizi baik, cenderung lebih aktif dan kuat dalam melakukan berbagai aktivitas fisik.

Hal ini akan terlihat berbeda dengan anak yang mengalami kekurangan gizi yang akan cenderung lelah cepat lelah dan lemas.

Sedangkan anak yang kegemukan juga biasanya lebih pasif ketimbang anak dengan berat badan normal. Pasalnya, berat badan berlebih akan membuat anak lebih cepat lelah dalam melakukan aktivitas.

Tips bagi orangtua agar gizi anak tetap baik

Asupan gizi yang baik untuk anak sangat penting bagi proses tumbuh kembang fisik dan kecerdasannya. Di samping itu, status gizi yang baik juga membuat Anda tidak mudah terserang berbagai penyakit, sekaligus meningkatkan produktivitas hariannya.

Sebagai orangtua, jangan langsung berpuas diri jika gizi anak sudah terbilang baik. Alangkah lebih baiknya lagi untuk senantiasa menjaga dan mempertahankan status gizi normal ini dengan cara seperti:

1. Menjaga pola makan harian

status gizi anak

Makanan merupakan salah satu faktor penentu baik atau buruknya status gizi anak, sehingga tidak boleh terlewatkan. Maka itu, pastikan anak selalu makan tepat waktu, disertai dengan makan beragam jenis makanan. Sebab, tidak ada satu pun jenis makanan yang mampu mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan si kecil.

Kecuali ASI yang didapatkan oleh bayi usia 0-6 bulan. Oleh karena itu, memberikan aneka jenis makanan yang beragam setiap harinya merupakan cara untuk melengkapi seluruh kebutuhan nutrisi anak.

Mulai dari makan sumber karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, serta mineral. Selain dari makanan utama, Anda juga memberikan camilan sehat di tengah-tengah waktu makan anak. Hal ini setidaknya bisa membantu memastikan kebutuhan gizi harian anak sudah terpenuhi.

2. Mengajarkan hidup sehat dan bersih

Sumber: Firstcry Parent

Senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan tentu dapat mencegah serangan berbagai penyakit infeksi. Pasalnya, penyakit infeksi merupakan salah satu faktor yang berpengaruh langsung terhadap status gizi anak.

Begini, saat terserang infeksi karena kurang menjaga kebersihan, anak biasanya akan mengalami penurunan nafsu makan. Keengganan untuk makan inilah yang nantinya membuat asupan gizinya berkurang, sehingga kebutuhan nutrisi hariannya tidak dapat terpenuhi.

Alhasil, gizi anak yang mungkin tadinya sudah dalam keadaan baik, bisa saja berubah menjadi kurang atau bahkan gizi buruk. Maka itu, cara lain yang bisa dilakukan untuk menjaga gizi anak tetap baik yakni dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Nah, supaya terhindar dari penyakit, Anda bisa membiasakan si kecil untuk:

  • Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum dan sesudah makan, dari luar rumah, maupun dari toilet.
  • Membersihkan tangan, kaki, serta tubuh setelah melakukan berbagai kegiatan juga bisa membantu mencegah infeksi.
  • Menutup makanan yang tersaji di meja, atau mencegahnya dihinggapi lalat dan binatang lain pembawa kuman.
  • Selalu menutup mulut dan hidung saat bersin dan batuk dengan sapu tangan bersih.
  • Selalu menggunakan alas kaki bila keluar dari rumah.

3. Ajak si kecil main di luar supaya beraktivitas fisik

olahraga anak

Aktivitas fisik yang meliputi segala macam kegiatan tubuh, termasuk olahraga, bisa menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan gizi baik anak. Sebab dengan begitu, energi yang masuk dan keluar dari tubuh akan menjadi seimbang.

Artinya, energi yang tersimpan di tubuh anak tidak akan berlebih atau pun kekurangan. Di sisi lain, aktivitas fisik juga membantu melancarkan sistem metabolisme tubuh, tak terkecuali zat gizi.

4. Memantau kesehatan secara berkala

periksa dokter anak diagnosis

Pemeriksaan status gizi dan kesehatan tubuh secara keseluruhan sebaiknya dilakukan di setiap kelompok usia anak. satu bulan. Anda bisa membawa anak ke pusat pelayanan kesehatan terdekat, untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi kesehatannya saat ini.

Hal ini bertujuan agar jika terlihat adanya kelainan pada tumbuh kembang anak, bisa dilakukan penanganan secepat mungkin.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca