Penyebab BAB Berdarah pada Anak yang Mesti Diketahui Ortu

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Siapa yang tidak panik ketika menemukan darah keluar dari tubuh si kecil. Darah dapat disebabkan mulai dari hal sepele seperti luka di kulit hingga karena sesuatu terjadi dalam tubuh. Apa pun penyebabnya, darah yang muncul dari tubuh si kecil menunjukkan terjadinya sebuah kondisi kesehatan yang mungkin dapat membahayakan. Termasuk ketika ibu menemukan feses anak berdarah ketika BAB (buang air besar). Apa sebenarnya yang menyebabkan hal ini terjadi? Lalu hal apa yang perlu dilakukan? Simak ulasan berikut ini.

Mengenal penyebab BAB berdarah pada anak

bab anak berlendir

Penyebab munculnya darah pada feses ketika BAB pada setiap anak tidak bisa disamakan, karena terdapat beberapa faktor berbeda. Kepekatan warna dan tekstur darah dapat membantu memudahkan dokter untuk mendiagnosis dari mana darah berasal.

Darah yang berwarna merah menyala biasanya disebabkan karena terjadi masalah di saluran pencernaan bagian bawah (mendekati anus). Lalu, apabila ibu menemukan feses sudah mengental atau berwarna kehitaman, biasanya diakibatkan masalah pada perut atau bagian atas saluran pencernaan.

Berikut beberapa penyebab BAB anak berdarah yang perlu ibu ketahui:

Sembelit

Penyebab BAB berdarah sebagian besar karena anak mengalami sembelit. Ketika sembelit, feses anak menjadi lebih keras sehingga dapat melukai anus. Kondisi terlukanya anus ini disebut Fissura ani.

Fissura ani didefinisikan sebagai sobekan kecil di dalam anus. Hampir 90% penyebab BAB berdarah pada anak disebabkan oleh hal ini. Dengan kata lain, luka pada anus ini merupakan penyebab paling umum feses anak berdarah.

Untuk menghindari terjadinya sembelit dan tak terulang kembali, ibu harus memastikan kebutuhan serat anak tercukupi dengan baik.

Diare

Diare dapat terjadi akibat infeksi dalam saluran cerna yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau parasit. Selain membuat konsistensi feses jadi lebih cair, infeksi juga merupakan salah satu penyebab feses anak berdarah saat BAB. Biasanya diare disertakan dengan gejala seperti nyeri perut.

Diare berdarah pada anak sering menandakan penyakit saluran pencernaan yang serius. Selain karena bakteri, virus, dan parasit, diare berdarah juga dapat disebabkan oleh kolitis ulserativa (peradangan usus besar).

Abses anus

Anak yang memiliki riwayat sering sembelit dan diare memiliki risiko tinggi mengalami abses pada anus. Abses muncul ketika terjadi infeksi pada luka di sekitar anus disebabkan oleh bakteri yang dapat menyebabkan keluar nanah disertai dengan rasa nyeri

 Jika si kecil mengalami hal ini, gejala yang timbul biasanya adalah sering merasa terganggu dan terdapat benjolan di sekitar anus yang disertai keluarnya cairan. Segera konsultasikan pada dokter untuk mengetahui pengobatan atau perawatan terbaik yang efektif.

Bagaimana cara mengatasi BAB berdarah pada anak?

anak mengejan saat BAB

Apabila sudah mengetahui penyebabnya, upaya mengatasi BAB berdarah akan lebih efektif untuk dilakukan. Mengingat bahwa salah satu penyebab utama BAB berdarah pada anak adalah sembelit, ibu dapat mulai mengubah atau mengatur pola makan anak menjadi lebih baik, yaitu dengan menyertakan serat.

Usahakan menu makan si kecil tetap seimbang yaitu terdiri dari protein, lemak sehat, dan serat. Tidak lupa pastikan cairan dalam tubuh juga tetap terjaga.

Setelah itu, jaga kebersihan tubuh anak, terutama di area anus. Hal ini untuk menurunkan risiko terjadinya infeksi ketika terjadi luka di area tersebut.

Gangguan pencernaan pada si kecil tak hanya ditandai dengan BAB berdarah saja, tapi juga hal lainnya seperti perut keras, jarang BAB, dan bentuk feses yang tidak normal. Orangtua perlu selalu peka terhadap setiap kondisi kesehatan anak agar proses pemulihan dapat lebih cepat dan menghindari terjadinya komplikasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Pilihan Obat Diare yang Bisa Anda Beli di Apotek

Diare umumnya dapat membaik sendiri dalam 2 hari. Jika tidak, mungkin pilihan obat diare (mencret) untuk orang dewasa ini bisa Anda pertimbangkan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Diare, Health Centers 16 Agustus 2018 . Waktu baca 7 menit

Jangan Anggap Sepele, Ini 5 Ciri Perut Kembung yang Tidak Normal

Perut kembung merupakan hal normal, tetapi jika disertai gejala lain bisa jadi penanda masalah kesehatan serius. Berikut ciri perut kembung tidak normal.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Agustus 2018 . Waktu baca 4 menit

Beda Bentuk dan Warna Feses, Beda Artinya Bagi Kesehatan. Anda yang Mana?

Selain dari ciri fisik, sehat atau tidaknya seseorang bisa dilihat dari bentuk dan warna feses, lho. Seperti apa bentuk dan warna feses orang yang sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 30 Maret 2018 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi bab berdarah bayi

Bayi BAB Berdarah? Jangan Panik, Ini 5 Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit
bab berdarah pada bayi

Berbagai Penyebab BAB Berdarah pada Buah Hati Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 29 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

Sebaiknya Kapan Anak Perlu Melakukan Pemeriksaan Feses?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Juni 2019 . Waktu baca 5 menit
sakit perut atau nyeri perut

Mengenal Infeksi Bakteri Escherichia Coli, dari Gejala Hingga Pencegahannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 6 November 2018 . Waktu baca 6 menit