7 Penyebab Paling Umum Anak Kurus dan Cara Ampuh Mengatasinya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Berat badan adalah salah satu indikator dari status gizi seseorang. Tak heran jika banyak orangtua merasa sangat khawatir ketika melihat anaknya terlalu kurus. Namun, tahukah Anda bahwa anak kurus tidak selalu menandakan bahwa dirinya kurang gizi? Ya, faktanya, ada banyak hal yang bisa menyebabkan seorang anak terlihat kurus.

Berbagai penyebab anak kurus

bau mulut pada anak

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan anak kurus, salah satunya faktor genetik. Jadi, apabila Anda atau pasangan memiliki badan kurus, bisa jadi si kecil juga mengalami hal yang serupa. Selain genetik, berikut hal-hal lain yang bisa menjadi penyebab anak Anda memiliki badan yang kurus:

  • Kurangnya asupan nutrisi (malnutrisi)
  • Aktivitas berlebihan yang tidak didukung dengan asupan nutrisi yang cukup
  • Memiliki penyakit tertentu
  • Mengalami gangguan pencernaan
  • Pemilihan makanan yang tidak tepat, contohnya si anak hanya mau makan makanan tinggi gula, junk food, dan yang kurang bergizi lainnya
  • Lingkungan yang kurang higienis, sehingga anak mudah terserang penyakit
  • Stress

Sebenarnya, perlukah orangtua khawatir kalau punya anak kurus?

anak mampu mengendalikan diri

Setiap orangtua pasti khawatir kalau pertumbuhan dan perkembangan anaknya tidak sama dengan anak-anak lain yang seusianya. Namun, seperti yang sudah disebutkan di atas, ada banyak faktor yang bisa jadi penyebab anak Anda kurus. Secara umum jika anak baik-baik saja, nafsu makannya tetap terjaga, ia pun masih bisa aktif bermain ke sana dan mari, Anda tak perlu khawatir.

Lain ceritanya jika penyebab anak kurus karena kurang gizi alias malnutrisi. Jika sudah begini, Anda perlu khawatir. Malnutrisi membuat tubuh anak kekurangan vitamin dan mineral. Padahal, vitamin dan mineral sangat penting untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Penurunan sistem imun tubuh ini lah yang menyebabkan anak kurus karena kekurangan gizi jadi lebih mudah sakit.

Salah satu penyakit yang paling rentan dialami oleh anak yang kekurangan gizi adalah infeksi, contohnya flu, batuk, dan pilek. Selain itu, anak yang kekurangan gizi juga lebih mungkin untuk mengalami gangguan hormon, terlihat lemah, lesu, dan tidak bertenaga. Bahkan jika dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat, kurang gizi pada anak bisa sampai memengaruhi kecerdasan dan tumbuh kembangnya kelak.

Lalu, bagaimana cara membedakan anak kurus yang normal dan tidak normal?

mengawasi anak

Pasti Anda bertanya-tanya bagaimana caranya membedakan anak kurus yang memang normal, atau yang karena kondisi tertentu. Nah, untuk mencari tahu hal ini, cara terbaik yang bisa Anda lakukan adalah berkonsultasi ke dokter spesialis gizi anak. Nantinya dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk melihat kondisi fisik Anda secara menyeluruh.

Hal paling pertama yang biasa dilakukan dokter adalah melakukan pemeriksaan komposisi tubuh anak. Pemeriksaan komposisi tubuh melibatkan pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, dan lain sebagainya. Hasil pemeriksaan ini akan dicocokan dengan kurva pertumbuhan anak dari WHO.

Selain itu, dokter juga akan menilai kebiasaan makan anak Anda dan kondisi kesehatannya secara menyeluruh. Dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan anak, apakah anak Anda memiliki gangguan pencernaan tertentu atau kondisi medis lain yang mengganggu proses penyerapan nutrisinya.

Bila diperlukan, dokter juga akan melakukan pemeriksaan laboratorium untuk menentukan penyebab medis yang mungkin dialami anak, terutama jika anak Anda memiliki kebiasaan makan yang baik tetapi berat badannya tidak naik-naik.

Cara orangtua membantu menaikkan berat badan anak

pola makan sehat anak berat badan ideal anak

Dengan asumsi anak Anda tidak memiliki masalah medis yang mendasarinya, cara paling mudah yang bisa dilakukan untuk membantu menaikkan berat badan anak adalah menambahkan asupan kalori.

Namun ingat, penambahan asupan kalori ini juga harus diperhatikan baik-baik. Pastikan Anda memberi asupan kalori dari makanan yang mengandung lemak sehat. Hindari memberi makan makanan “junk food” dalam upaya menaikkan berat badan anak.

Selain lemak sehat, pastikan juga Anda memberikan makanan bergizi kepada anak yang mengacu kepada gizi seimbang seperti karbohidrat, protein, vitamin, mineral, serta serat. Asupan probiotik dan omega-3 juga diperlukan untuk membantu menaikkan berat badan anak Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Artikel dari ahli dr. Raissa Edwina Djuanda, M. Gizi, Sp.GK.

Alasan Rasa Susu Sapi Organik Lebih Manis dan Khas

Selain lebih alami, susu sapi organik juga punya citra rasa yang lebih khas dibanding susu sapi biasa, lho! Bagaimana rasanya? Yuk, cari tahu di sini.

Ditulis oleh: dr. Raissa Edwina Djuanda, M. Gizi, Sp.GK.
rasa susu organik lebih manis
Nutrisi, Hidup Sehat 28 Juli 2019

3 Tips Cerdas Memilih Susu Organik Terbaik Buat Anak

Susu organik aman dan sehat untuk anak. Namun, supaya anak mendapatkan manfaat yang optimal, pastikan Anda tidak membeli produk organik sembarangan.

Ditulis oleh: dr. Raissa Edwina Djuanda, M. Gizi, Sp.GK.
memilih susu organik untuk anak
Nutrisi, Hidup Sehat 27 Juli 2019

7 Penyebab Paling Umum Anak Kurus dan Cara Ampuh Mengatasinya

Anak kurus tak melulu disebabkan karena kurang gizi. Faktanya, ada banyak hal yang bisa menyebabkan seorang anak terlihat kurus. Apa saja?

Ditulis oleh: dr. Raissa Edwina Djuanda, M. Gizi, Sp.GK.
anak kurus
Parenting, Nutrisi Anak 8 Januari 2019

Yang juga perlu Anda baca

Kwashiorkor, Masalah Gizi yang Ditandai dengan Rambut Berwarna Kuning Seperti Jagung

Kwashiorkor adalah kondisi kurang gizi pada anak yang bisa mengakibatkan kematian bila tidak segera ditangani. Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 29 September 2020 . Waktu baca 14 menit

Perkembangan Anak Usia 16 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Di usia 16 tahun anak sudah berada di fase remaja akhir. Berikut berbagai perkembangan yang terjadi saat usia anak 16 tahun.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 27 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Osteoporosis

Osteoporosis adala kondisi tulang mengalami pengeroposan secara berkelanjutan. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, dan pencegahannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Multivitamin anak biasanya dikemas menarik dan rasanya enak seperti permen. Nah, ada juga multivitamin gummy khusus orang dewasa. Tapi benarkah lebih sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat herbal dan alami untuk kanker prostat

Pedoman Memilih Suplemen dan Obat Herbal yang Aman Dikonsumsi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
ciri cacingan pada anak

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
tantrum

Apa Penyebab Anak dan Tantrum dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
kenakalan remaja

Orangtua Perlu Waspada, Ini 5 Kenakalan Remaja yang Kerap Dilakukan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit