Nafsu Makan Anak Menurun? Ini Cara Meningkatkannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Saat anak susah makan, tidak jarang membuat orangtua merasa bingung. Selain itu, orangtua  juga mungkin merasa khawatir jika hal ini terjadi secara terus menerus. Jangan sampai nafsu makan anak yang rendah ini menyebabkan tumbuh kembangnya terganggu. Lalu, apa yang dapat dilakukan untuk membuat nafsu makan anak bertambah? Simak ulasannya.

Berbagai penyebab nafsu makan anak menurun

Memasuki usia sekolah, nafsu makan anak cenderung menurun. Hal ini bisa terjadi karena beberapa hal. Berikut adalah beberapa alasan yang mungkin menjadi penyebab nafsu makan anak Anda menurun.

1. Masalah kesehatan

Salah satu alasan yang mungkin menyebabkan nafsu makan anak menurun adalah penyakit. Bisa saja, anak Anda sedang sakit sehingga tidak enak makan. Umumnya, penyakit yang membuat anak kehilangan nafsu makan adalah sakit tenggorokan, diare, sakit kepala, atau demam.

Beberapa kondisi tersebut adalah masalah kesehatan yang mungkin menyebabkan anak kehilangan nafsu makan. Meski begitu, Anda sebenarnya tidak perlu terlalu merasa khawatir. Pasalnya, setelah masalah kesehatan tersebut diatasi dengan baik, nafsu makan anak Anda mungkin akan segera meningkat.

2. Stres

Siapa bilang anak tidak bisa mengalami stres? Layaknya orang dewasa,  saat anak stres, nafsu makan anak pun hilang. Sayangnya, jika nafsu makan hilang, anak menjadi susah makan. Hal ini bisa menghambat proses tumbuh kembangnya.

Jika Anda merasa anak Anda tiba-tiba malas makan atau susah tidur di malam hari, bisa saja anak Anda mengalami stres. Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab anak merasa stres, diantaranya adalah:

  • Masalah akademik di sekolah.
  • Pergaulan di sekolah, misalnya bullying.
  • Masalah di dalam keluarga, seperti anggota keluarga yang meninggal.
  • Tekanan dari orangtua untuk mendapatkan nilai bagus di sekolah.

3. Depresi

Sering kali, Anda sebagai orangtua, salah mengartikan depresi yang dialami anak. Anda mungkin mengira depresi yang dialami anak adalah rasa sedih. Padahal, depresi dan rasa sedih adalah dua hal yang berbeda.

Saat merasa sedih, anak Anda mungkin akan kembali ceria setelah beberapa saat. Namun, berbeda dengan depresi yang tidak mudah dihilangkan. Perasaan depresi ini tidak hanya membuat anak terlihat sedih, tapi juga mengganggu kegiatan anak sehari-hari.

Salah satunya, anak menjadi kehilangan nafsu makan. Jika anak kehilangan semangat untuk makan atau melakukan aktivitas yang biasanya disukai anak, bisa saja anak mengalami depresi. Jika Anda khawatir, periksakan kondisi kesehatan anak ke dokter.

4. Anoreksia nervosa

Penyebab lain dari menurunnya nafsu makan anak adalah gangguan makan seperti anoreksia nervosa. Terkadang, karena suatu kondisi tertentu, misalnya ingin terlihat cantik dan menarik, anak mengubah pola pikirnya mengenai kegiatan makan.

Untuk mewujudkan bentuk tubuh yang diinginkannya, anak mungkin sengaja tidak makan dalam jangka waktu yang lama. Bahkan, saat makan, anak menjadi sangat pilih-pilih makanan, dan hanya mau makan makanan yang rendah lemak. Akan tetapi, penyebab anak mengalami anoreksia nervosa tidak hanya itu saja.

Anak juga bisa mengalami masalah ini disebabkan masalah genetik, ketidak seimbangan hormon di dalam otak, dan masalah perkembangan anak. Apabila Anda mendapati anak menghindari makan dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berolahraga, hingga berat badannya turun drastis, anak Anda mungkin mengalami anoreksia.

5. Penggunaan obat-obatan

Ternyata, ada beberapa jenis obat yang dapat mengurangi nafsu makan pada anak. Biasanya, obat-obatan ini adalah golongan antibiotik yang harus dikonsumsi anak yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Maka itu, perhatikan segala jenis obat-obatan yang digunakan anak dan tanyakan kepada dokter apakah penggunaannya dapat mempengaruhi nafsu makan si Kecil.

Cara meningkatkan nafsu makan anak

Sebagai orangtua, Anda harus dapat memperkirakan asupan kalori anak agar tidak kurang dari kebutuhannya. Setiap anak membutuhkan kalori yang berbeda-beda, tergantung dengan usia, jenis kelamin, serta kondisi kesehatannya.

Jika anak tiba-tiba mengalami susah makan, sebagian besar orangtua pasti cemas. Namun, jangan keburu panik dulu, ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan nafsu makan anak.

1. Jangan dipaksa terus

Mungkin, ketika anak tidak mau makan, Anda tidak merasa sabaran dan akhirnya memaksanya untuk makan. Padahal, memaksa anak menghabiskan makanan tak akan membuat nafsu makan anak bertambah, justru sebaliknya.

Anak akan semakin menghindar dan malas untuk makan. Jadi, lakukan cara lain yang lebih efektif untuk membuatnya mau makan. Sebagai contoh, bujuk anak dengan cara yang lembut.

2. Buat menu makanan yang bervariasi dan tampilan yang menarik

Anak bisa saja merasa bosan, apalagi jika Anda selalu membuatkan menu yang sama. Sebaiknya, buatkan menu makanan yang bervariasi. Lagi pula, semakin bervariasi bahan makanan yang Anda gunakan, maka semakin bernutrisi makanan anak.

Jangan lupa juga untuk selalu menyediakan sajian makanan dengan tampilan yang menarik. Misalnya, menghias makanan seperti kartun favoritnya. Dengan begitu, anak akan bernafsu untuk makan.

3. Terapkan jadwal makan yang rutin setiap harinya

Terapkan jadwal makan yang rutin pada anak sejak ia kecil. Hal ini akan menolong Anda ketika anak susah makan. Dengan begitu, ia sudah terbiasa untuk makan pada waktu yang sama dan rutin.

Membuat jadwal makan yang rutin juga akan berdampak baik untuk pola makannya ketika ia beranjak dewasa.

anak diet rendah karbohidrat

4. Sediakan si kecil camilan sehat nan lezat

Takut anak Anda makan terlalu sedikit? Anda bisa mengakalinya dengan memberikan si kecil berbagai camilan sehat nan lezat. Tentunya, agar Anda bisa menjamin bahwa camilan itu sehat, lebih baik Anda buat sendiri di rumah.

Sebagai contoh, membuat puding buah atau es yang berbahan dasar buah. Jadi, Anda tahu kandungan dari camilan anak. Selain itu, Anda bisa menjamin kebersihannya.

5. Berikan porsi makan kecil dengan lebih sering

Jika memang anak Anda susah makan, jangan memberikannya makanan dengan porsi yang besar. Alih-alih memberi porsi makan yang besar, sebaiknya makan sedikit-sedikit saja tapi sering.

Hal ini juga bisa diterapkan jika anak merasa cepat bosan dengan makanannya. Berikan ia porsi makan yang kecil, kemudian dua hingga tiga jam berikutnya beri anak makanan dengan menu baru.

6. Jangan biarkan anak minum terlalu banyak ketika makan

Biasanya, anak suka minum terlalu banyak ketika makan. Hal ini hanya akan membuatnya cepat kembung dan akhirnya menurunkan nafsu makan anak. Jadi, beri tahu anak Anda agar jangan minum terlalu banyak saat makan.

Anda bisa membatasi air minum saat ia makan, misalnya satu gelas saja untuk satu kali makan. Setelah selesai makan, baru berikan anak minum tambahan. Jangan juga berikan anak minuman yang memiliki rasa manis, karena membuat ia semakin kembung.

7. Ajak anak untuk menyiapkan menu makanannya

Bermain sambil memasak bersama anak? Anda bisa mengajaknya untuk menyiapkan menu sarapan atau bekalnya hingga meminta anak memilih menu favoritnya. Berikan ia tugas yang mudah, misalnya menyiapkan beberapa bahan makanan atau sekadar menghias makanan.

Biasanya, anak akan lebih tertarik untuk makan jika ia ikut serta dalam menyiapkan makanannya tersebut.

8. Pastikan makanannya penuh dengan nutrisi

Salah satu hal yang harus Anda pastikan adalah makanan yang ia konsumsi penuh dengan nutrisi. Ya, vitamin dan mineral dalam makanan juga bisa membuat nafsu makan anak meningkat.

Sebagai contoh mineral zinc, yang sudah terbukti dalam berbagai penelitian dapat membantu atasi masalah anak susah makan. Beberapa contoh makanan yang mengandung zink adalah daging sapi, daging ayam, ikan, dan berbagai sayur berdaun hijau tua.

9. Konsultasi dengan dokter

Jika memang nafsu makan anak tak kunjung membaik, malah cenderung menolak semua makanan yang Anda berikan, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Pasalnya, ada beberapa kondisi kesehatan yang dapat menurunkan nafsu makan buah hati Anda.

Dengan begitu, dokter akan memberikan solusi terbaik untuk permasalahan yang dialami anak Anda. Menurut Riley’s Children Health, ada beberapa kondisi yang sebaiknya segera dilaporkan kepada dokter saat anak susah makan.

  • Sakit perut saat sedang makan.
  • Berat badan anak turun drastis.
  • Merasa tidak berenergi
  • Muntah dan nafas menjadi pendek, batuk-batuk, mengalami pembengkakan, dan ruam-ruam setelah makan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kwashiorkor, Masalah Gizi yang Ditandai dengan Rambut Berwarna Kuning Seperti Jagung

Kwashiorkor adalah kondisi kurang gizi pada anak yang bisa mengakibatkan kematian bila tidak segera ditangani. Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 29 September 2020 . Waktu baca 14 menit

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Cari tahu perbedaan protein susu sapi dan susu soya untuk si kecil. Pastikan kandungan susu yang ibu berikan baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
protein susu soya
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 3 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

Kebutuhan Asupan Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Anak Aktif dan Suka Olahraga

Ketika anak suka olahraga atau termasuk aktif beraktivitas, penting untuk menyesuaikan asupan nutrisi agar tumbuh kembangnya tetap optimal.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
oleharaga untuk anak
Parenting, Nutrisi Anak 30 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Cara Protein Whey Membantu Tubuh Anak Tetap Fit saat Puasa

Protein penting untuk dikonsumsi anak, karena mampu meningkatkan kesehatan saat puasa. SImak jenis protein yang efektif memberi manfaat untuk si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
protein untuk anak saat puasa
Parenting, Nutrisi Anak 5 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kandungan asi

Mengenal ASI: Jenis, Warna, Kandungan, dan Kebutuhan Harian untuk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 14 menit
anak tidak nafsu makan

Kenapa Anak Saya Sekarang Jadi Tidak Nafsu Makan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
vitamin penambah nafsu makan anak

Vitamin Penambah Nafsu Makan Anak: Ketahui Jenis, Kandungan, dan Cara Memilihnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
Konten Bersponsor
asupan nutrisi yang baik membantu pertumbuhan tinggi badan anak

Peran Penting Nutrisi dalam Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit