×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:

Apa yang Harus Dilakukan Jika Si Kecil Alergi Susu Sapi?

Oleh Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Sebuah penelitian di Indonesia pada tahun 2003 menunjukkan bahwa sebanyak 3% anak Indonesia mengalami alergi susu sapi. Jumlah ini terus bertambah seiring dengan meningkatnya risiko anak terhadap alergi. Padahal, susu sapi sering menjadi salah satu asupan utama untuk bayi dan anak-anak.

Menurut salah satu jurnal yang ada di Elsevier, kejadian alergi susu sapi meningkat karena ada penurunan angka pemberian ASI, serta peningkatan pemberian susu formula. Susu sapi menduduki peringkat ketiga komponen yang menyebabkan alergi, setelah kacang tanah dan kacang almond.

Gejala alergi susu sapi pada anak

Sebagai orangtua, Anda perlu mengetahui gejala-gejala yang muncul akibat alergi susu sapi. Gejala ini biasanya akan muncul mulai dari satu minggu sampai beberapa bulanan setelah anak diperkenalkan dengan susu sapi. Berikut ini gejala alergi yang mungkin muncul, meski tentu bisa berbeda-beda pada setiap anak:

  • Bercak-bercak kemerahan yang gatal (urtikaria)
  • Bengkak pada daerah bibir, wajah, dan sekitar mata (angioedema)
  • Gejala diare, sakit perut
  • Penurunan nafsu makan, mual, dan muntah.
  • Sesak napas

Mencegah alergi susu sapi

Pencegahan alergi susu sapi relatif mudah, yaitu dengan menghindari anak dari protein susu sapi. Kebanyakan orangtua sekarang sering mengenalkan susu sapi lebih cepat dibandingkan usia yang seharusnya. Pada enam bulan pertama sebaiknya orangtua hanya memberikan air susu ibu (ASI). ASI, merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah alergi ini.

Secara ilmiah, ASI terbukti efektif memberikan perlindungan pada anak. Selain mengurangi paparan protein susu sapi, ASI juga melindungi anak dari infeksi, dan mematangkan mukosa saluran cerna anak.

Jika Anda tak bisa memberi ASI pada si kecil, cara lain mencegah alergi susu sapi adalah dengan memberikan susu formula dengan casein dan whey formula terhidrolasi. Anda mungkin bertanya-tanya, apakah pemberian susu formula ini aman? Namun dari bukti ilmiah yang ada, pemberian formula ini efektif untuk usia bayi 4 sampai 6 bulan.

Dalam salah satu jurnal European Journal of Allergy and Clinical Immunology (EAACI), bayi yang berisiko tinggi mengalami alergi terhadap susu sapi, perlu diberikan formula susu sapi yang bersifat hipoalergenik, kemudian diikuti perkembangannya selama empat bulan dan dicatat apakah terdapat waktu-waktu terjadi alergi terhadap susu sapi.

Pencegahan alergi susu sapi pada anak juga harus dilakukan oleh sang ibu. Berdasarkan jurnal Clinical Mechanisms in Allergic Disease, apa yang dikonsumsi ibu juga akan diserap oleh janin. Maka, untuk mencegah anak mengalami alergi susu sapi, ibu hanya perlu menghindari konsumsi susu sapi saat sedang hamil. Efeknya adalah rendahnya jumlah imunitas spesifik di usus anak terhadap susu sapi, sehingga membantu mengurangi angka alergi.

Bagaimana jika anak sudah telanjur alergi susu sapi?

Mencegah memang lebih baik dari mengobati. Tapi jika si kecil sudah telanjur menampakkan gejala bahwa ia alergi susu sapi, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan:

1. Kenali gejalanya secepat mungkin

Salah satu cara mengobati alergi susu sapi adalah dengan mendeteksi munculnya gejala alergi pada anak sedini mungkin. Semakin cepat diketahui, maka penanganan bisa segera dilakukan sehingga mencegah keparahan dampak alergi yang muncul.

2. Imunoterapi

Alergi pada susu sapi bisa ditangani dengan pemberian imunoterapi. Meski begitu, sampai saat ini masih belum banyak penelitian yang membahas efektivitas pemberian imunoterapi. Diskusikan dengan dokter anak mengenai efektivitas imunoterapi bagi anak Anda.

3. Berikan ASI eksklusif

Tetap selalu berikan si kecil ASI eksklusif sejak ia lahir sampai berusia minimal enam bulan, boleh dilanjutkan sampai usia 2 tahun.

Baca Juga:

Sumber
×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We are excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca