Haruskah Orangtua Memberikan Menu MPASI Tunggal untuk Bayi?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/05/2020
Bagikan sekarang

Bagi orangtua yang mulai akan merencanakan menu makanan pendamping ASI (MPASI) untuk bayinya, mungkin pernah mendengar soal MPASI tunggal. Melihat keberhasilan bayi belajar makan dengan menu MPASI tunggal bisa saja membuat Anda tergiur untuk memberikannya.

Sebelum menerapkannya langsung untuk si kecil, sudahkah Anda tahu apa itu menu MPASI tunggal dan seberapa baik untuk diberikan kepada bayi?

Apa itu menu MPASI tunggal?

bayi siap makanan padat mpasi

Menu MPASI tunggal adalah menu makanan padat pendamping ASI yang hanya terdiri dari satu jenis makanan. Begini contohnya, misalnya bayi diberikan bubur beras saja terus-terusan selama 14 hari atau sekitar dua minggu.

Dengan kata lain, jadi setiap hari bayi hanya makan satu bahan makanan tanpa tambahan jenis makanan lainnya.

Begitu pula saat Anda ingin memberikan bubur pisang, artinya bayi makan pisang saja tanpa disertai dengan jenis buah lainnya.

Komunitas penggiat MPASI tunggal memiliki tujuan dan maksud tersendiri dari pemberian menu makanan bayi yang satu ini.

Cara pemberian menu MPASI tunggal seperti ini kepada bayi bertujuan untuk melihat bagaimana reaksi bayi terhadap makanan baru. Apakah setelah diberikan makanan tersebut bayi mengalami diare, sembelit, atau bahkan alergi?

Singkatnya, jika ternyata bayi mengalami diare, sembelit, atau alergi usai makan satu jenis makanan ini, akan jauh lebih mudah untuk dideteksi ketimbang saat bayi makan berbagam jenis makanan.

Apakah menu MPASI tunggal baik untuk bayi?

mpasi bayi 6 bulan pertama

Jadwal makan MPASI bayi idealnya diberikan saat usianya sudah mencapai enam bulan. Pemberian MPASI baru diperbolehkan di usia bayi bulan ke-6 karena kebutuhan zat gizi hariannya sudah tidak dapat dicukupi dari ASI saja.

Selama enam bulan pertama sejak baru dilahirkan, ASI eksklusif memang mampu memenuhi semua zat gizi yang bayi butuhkan setiap harinya.

Apalagi sejak dilahirkan, ada zat gizi cadangan yang masih dimiliki bayi, contohnya mineral zat besi. Sayangnya, genap di usia enam bulan, kebutuhan gizi harian bayi mengalami peningkatan sehingga asupan ASI saja sudah tidak lagi dapat memenuhinya.

Itulah mengapa bayi membutuhkan MPASI untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi hariannya yang masih kurang.

Kandungan zat gizi dari MPASI yang diberikan kepada bayi haruslah mencukupi kebutuhan tubuhnya agar dapat membantu proses tumbuh kembangnya.

Dalam laman, badan kesehatan dunia (WHO) menyebutkan yang dimaksud “cukup” dalam MPASI adalah jumlah (porsi), frekuensi pemberian, konsistensi makanan, serta variasi jenis makanannya.

Semua komponen tersebut harus cukup di dalam menu MPASI untuk memenuhi kebutuhan zat gizi bayi sambil tetap mempertahankan pemberian ASI.

WHO sebenarnya tidak menyebutkan dengan jelas bahwa menu MPASI yang diberikan ke bayi harus menu tunggal atau tidak.

Namun, penting untuk diketahui bahwa WHO sangat menyarankan menu MPASI terdiri atas beraneka ragam sumber makanan.

Ini dikarenakan satu jenis makanan saja sebenarnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan zat gizi harian bayi yang kian meningkat.

Dalam hal ini, menu MPASI tunggal bukannya memperkaya asupan makanan bayi, tetapi malah membatasi pilihan makanan dan zat gizinya.

Jika tujuannya adalah untuk mengetahui apakah bayi memiliki alergi makanan tertentu, sebaiknya tetap berikan menu MPASI bayi yang beragam termasuk camilan untuk bayi.

Barulah dari situ Anda bisa mengetahui si kecil alergi terhadap suatu jenis makanan tertentu atau tidak.

Jika bukan menu tunggal, MPASI apa yang baik untuk bayi?

peralatan mpasi

Kebalikan dari menu MPASI tunggal, WHO justru menekankan agar MPASI diberikan lewat jenis makanan yang beragam.

Mendukung hal yang sama, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menyarankan untuk memberikan makanan padat yang mengandung beragam zat gizi.

Aneka zat gizi yang harus ada di dalam menu MPASI yakni karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral yang baik bagi tumbuh kembang bayi.

Menariknya, aneka jenis makanan dengan segudang zat gizi tersebut dikenal dengan nama menu MPASI campuran.

Kebalikan dari menu MPASI tunggal, menu MPASI campuran adalah MPASI yang tersusun atas beraneka macam jenis makanan.

Ambil contohnya, dalam sekali makan Anda menyajikan bubur untuk bayi yang diolah dari campuran nasi, wortel, brokoli, dan ayam.

Jangan lupa juga untuk memperhatikan tekstur MPASI bayi sebelum menyajikannya. Pada masa awal pemberian MPASI, mulailah dengan konsistensi makanan yang halus.

Seiring bertambahnya usia bayi, Anda dapat meningkatkan konsistensi tekstur makanan si kecil secara bertahap.

Anda kemudian bisa memberikan makanan yang dilumatkan hingga halus, dicincang halus, dicincang kasar, finger food untuk bayi (makanan jari), hingga makanan keluarga.

Makanan terbaik untuk dijadikan menu MPASI bayi

memanaskan makanan bayi

Bukan menu MPASI tunggal, berdasarkan UNICEF, ada tujuh kelompok makanan yang penting untuk mendukung tumbuh kembang bayi selama masa pemberian MPASI, yaitu:

  • Bahan makanan dari gandum, akar-akaran, dan umbi-umbian sebagai sumber karbohidrat
  • Bahan makanan dari kacang-kacangan sebagai sumber protein nabati
  • Bahan makanan turunan dari susu, seperti yoghurt, keju untuk bayi, dan susu formula bayi bila tidak lagi minum ASI
  • Bahan makanan dari daging-dagingan
  • Bahan makanan dari telur
  • Bahan makanan dari sayur dan buah yang kaya vitamin A
  • Bahan makanan dari berbagai sayur dan buah lainnya

Bukan menu MPASI tunggal, secara lebih rincinya berikut beragam makanan yang harus diberikan ke bayi untuk memenuhi kebutuhan gizinya:

1. Makanan sumber karbohidrat

Makanan sumber karbohidrat untuk bayi yang bisa Anda berikan meliputi nasi/bubur, kentang, jagung, roti, gandum, dan pasta untuk anak.

Beberapa jenis makanan tersebut merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Jadi, sebaiknya tidak ada lagi menu MPASI yang diolah dari nasi saja, kentang saja, atau pasta saja alias MPASI tunggal.

2. Makanan sumber protein hewani

Makanan sumber protein untuk bayi dalam bentuk hewani meliputi daging, ayam, telur, dan ikan.

Selain sebagai sumber protein, daging (terutama daging merah) merupakan sumber zat besi dan seng yang sangat dibutuhkan oleh bayi.

Asupan beberapa jenis ikan untuk anak, contohnya salmon dan tuna, mengandung asam lemak omega 3 dan omega 6 dapat membantu mendukung perkembangan otaknya.

Di sisi lain, kuning telur juga mengandung omega 3 dan vitamin untuk bayi, contohnya vitamin A yang dapat membantu memenuhi kebutuhan zat gizi hariannya.

Jadi, sebaiknya tidak ada lagi menu MPASI yang diolah dari ayam saja, hati sapi saja, atau ikan saja alias MPASI tunggal.

3. Makanan sumber protein nabati

Makanan sumber protein nabati yang bisa Anda berikan untuk bayi meliputi tempe, tahu, serta kacang-kacangan yang telah dihaluskan.

Bukan hanya mengandung protein, sumber makanan tersebut juga berisikan lemak serta beberapa vitamin dan mineral.

4. Makanan sumber lemak

Makanan sumber lemak untuk bayi yang bisa Anda berikan meliputi minyak ikan, ikan berlemak, minyak, santan, serta margarin secukupnya.

Intinya, Anda bisa menambahkan sejumlah lemak baik untuk membantu menambah asupan gizi bayi. Lemak merupakan salah satu nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan bayi.

5. Makanan sumber vitamin dan mineral

Makanan sumber vitamin dan mineral yang bisa Anda berikan contohnya sayuran untuk bayi dan buah untuk bayi. Lagi-lagi, usahakan untuk tetap memberikan bayi makanan padat dari berbagai sumber alias menu MPASI campuran, bukan menu MPASI tunggal.

Meski tidak menerapkan menu MPASI tunggal, jika curiga si kecil memiliki alergi makanan tertentu, Anda cukup memberikan makanan yang rentan menyebabkan alergi secara bertahap.

Beberapa jenis makanan yang berisiko mudah mengakibatkan alergi misalnya kacang, susu sapi, dan seafood sehingga kadang membuat bayi susah makan.

Coba berikan makanan tersebut satu per satu selama beberapa hari guna melihat apakah muncul reaksi alergi tertentu.

Namun demikian, usahakan memberikan menu campuran agar gizinya tetap terpenuhi sehingga tidak membuat bayi mengalami masalah gizi.

Jangan lupa juga pastikan cara menyimpan MPASI sudah tepat dengan menggunakan peralatan MPASI yang bersih.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan ...

Artikel dari ahli Arinda Veratamala, S.Gz

Zat Besi Sangat Penting Bagi Bayi, Berapa Banyak yang Dibutuhkannya?

Saat bayi menginjak usia 6 bulan, ASI saja sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan zat besi bayi. Nah, jika terjadi kekurangan zat besi, apa sih dampaknya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
kebutuhan zat besi bayi

Makanan Padat Bayi Sebaiknya yang Seperti Apa?

Bayi yang tadinya biasa menerima makanan dalam bentuk cair (ASI), harus belajar menerima makanan padat. Nah, makanan padat bayi sebaiknya yang seperti apa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
makanan padat untuk aanak

Bayi Baru Belajar Makan, Berapa Banyak Porsi yang Harus Diberikan?

Memberi makanan pertama bayi merupakan tantangan khusus bagi ibu. Salah-salah, asupan gizi bayi bisa kurang. Nah, berapa banyak sebaiknya bayi diberi makan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
makanan pertama bayi
READ MORE FROM Arinda Veratamala, S.Gz

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Menerapkan Jadwal MPASI Usia 6-24 Bulan Beserta Aturannya

Sejak dini bayi sebaiknya punya jadwal MPASI yang teratur. Agar lebih optimal, ortu perlu tahu seperti apa jadwal makan yang tepat untuk bayi.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Aneka Macam Resep Makanan Bayi yang Sehat dan Menggugah Selera

Menyajikan menu makanan bayi dalam masa MPASI sebenarnya tidak sulit. Berbekal resep ini, mari buat aneka makanan yang sehat dan lezat untuk bayi yuk, Bu!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Bayi Kurang dari 6 Bulan Diberikan Makanan, Boleh atau Tidak, Ya?

Bayi yang belum genap 6 bulan seharusnya masih menyusu ASI. Namun, bolehkah memberikan makanan untuk bayi di bawah 6 bulan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Panduan Menyiapkan dan Memberikan Makanan Bayi Sampai Usia 2 Tahun

Pemberian makanan untuk bayi penting guna memenuhi kebutuhan gizi hariannya. Namun, jangan asal, pahami dulu berbagai hal penting seputar makanan si kecil.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan ...

Direkomendasikan untuk Anda

kebutuhan lemak untuk bayi

Tidak Selalu Buruk, Ini Jumlah Kebutuhan Lemak untuk Bayi yang Harus Dipenuhi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/04/2020
kebutuhan protein bayi

Memahami Kebutuhan Protein Bayi dan Pilihan Sumbernya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020
menu makanan bayi 7 bulan

Agar Lebih Bervariasi, Begini Cara Membuat Menu Makanan Bayi 7 Bulan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020
jadwal makan bayi di bawah 6 bulan

Ketika Sudah Mulai MPASI, Ini Jadwal Makan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020