Panduan Merancang Menu MPASI 6 Bulan untuk Si Kecil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum.

Menginjak sekitar usia 6 bulan, bayi Anda sudah mulai bisa dikenalkan dengan makanan padat pertamanya. Kinilah saatnya orangtua berpikir tentang menu MPASI 6 bulan terbaik yang harus diberikan pada si kecil. Buat Anda yang sedang kebingungan mau masak apa, yuk, simak inspirasi ide menu MPASI-nya di sini sekaligus panduan komplit tentang bagaimana cara memberikan makanan padat pertamanya.

Berikan MPASI secara bertahap

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa MPASI hanya boleh diperkenalkan saat si kecil berusia 6 bulan. Mengapa demikian?

Di usia 6 bulan, bayi normal umumnya sudah punya kemampuan koordinasi gerak mata dan tangan yang cukup matang. Selain itu, bayi di usia 6  bulan umumnya juga sudah mampu menegakkan kepala dan leher untuk makan.

Waktu pengenalan MPASI merupakan hal yang penting karena dapat memengaruhi kesehatan bayi di masa akan datang. Pemberian MPASI 6 bulan dikatakan berhasil jika dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, bayi bisa menelan dengan baik (tidak tersedak), dan tidak melebihi kapasitas sistem pencernaan dan ginjal untuk mencerna makanan.

Inspirasi menu MPASI 6 bulan untuk si kecil

Tidak perlu bingung saat akan menyediakan menu MPASI 6 bulan pertama kalinya buat si kecil. Berikut sontekan inspirasi menu makan pagi, siang, dan malam dari Kementerian Kesehatan Indonesia:

1. Menu sarapan

Menu sarapan biasanya lebih sederhana dibanding menu makan siang, berikut beberapa pilihan menu MPASI 6 bulan yang bisa Anda pilih untuk sarapan si kecil. Berikut menu pilihannya:

  • Puree pisang atau pepaya. Pilih buah yang matang sempurna, kemudian cuci dan kupas kulitnya. Kerik daging dan tumbuk halus dengan sendok teh. Sajikan di mangkuk kecil.
  • Puree tomat. Pilih tomat yang matang, cuci dan rendam dalam air mendidih, kupas kulitnya. Saring sari tomatnya, kemudian encerkan dengan air matang yang sama.

2. Menu makan siang

Menu MPASI 6 bulan untuk makan siang bisa dibuat dengan bahan-bahan yang lebih mengenyangkan. Contohnya seperti nasi, tepung beras, dan susu.

Berikut panduan dalam membuat bubur MPASI:

  • Bubur susu. Campurkan tepung beras 1-2 sendok makan, gula pasir 1 sendok makan, susu formula sebanyak 5 sendok makan yang sudah dicairkan dengan air 200 cc sedikit-sedikit aduk sampai rata , kemudian masak di atas api kecil sambil diaduk-aduk sampai matang.
  • Buah jeruk. Pilih buah jeruk yang manis lalu cuci, belah menjadi 2 potong kemudian diperas dan disaring. Bila jeruk terasa asam, tambahkan sedikit gula pasir murni.

3. Makan malam

Waktu makan malam, Anda bisa memberikan menu MPASI 6 bulan yang lebih kaya rasa untuk si kecil. Misalnya:

  • Nasi tim campur. Buat bubur encer dari beras putih. Tambahkan sayur sawi rebus, sedikit garam, dan 2 sendok makan suwiran ayam yang diblender hingga halus. Masak sampai matang mendidih.
  • Nasi tim campur brokoli. Buat bubur encer dari beras putih. Masukkan brokoli, jagung, dan 2 sendok makan suwiran ayam yang diblender halus. Masak matang hingga mendidih.

Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, penting untuk selalu memvariasikan bahan makanan dalam menu MPASI 6 bulan agar anak dapat mulai belajar mengenal macam-macam rasa dan tekstur makanan.

Misalnya, beras untuk masak nasi tim dapat diganti kentang atau makaroni yang dihaluskan. Lauknya juga tidak harus selalu menggunakan daging ayam. Anda bisa variasikan dengan ati ayam/sapi, ikan, telur, daging, tempe, tahu, kacang hijau, atau kacang merah yang dihaluskan. Untuk menu sayuran, tidak harus sawi atau brokoli. Ibu bisa menggunakan bayam, labu kuning, wortel, kangkung, dan sebagainya.

Jika ingin memasukkan telur dalam menu makan bayi, cobalah kuning telurnya dahulu. Setelahnya coba perhatikan apakah si kecil memunculkan gejala alergi telur. Jika ya, jangan dulu berikan menu telur sampai anak berusia 1 tahun.

Setelah usia 9 bulan, Anda boleh memberikan buah-buahan lain seperti alpukat, apel, mangga harum manis, pepaya, atau melon.

Perhatikan ini saat akan memberikan MPASI!

Anda bisa menambahkan rasa pada menu makan bayi dengan menggunakan sedikit garam, gula, bawang putih, atau bawang merah agar si kecil juga bisa mulai belajar mengenal rasa. Namun, dilarang menambahkan penyedap rasa (MSG/mecin/vetsin) ke dalam makanannya.

Ibu juga harus tetap berikan ASI selama fase MPASI. Ya! Meskipun sudah mulai bisa makan padat, bayi tetap harus lanjut menyusu ASI. ASI sebetulnya sudah mencukupi semua kebutuhan energi dan nutrisi bayi untuk di 6 bulan pertama kehidupannya, tapi seiring ia bertambah besar kebutuhan gizinya akan semakin banyak dan bervariasi.

Selain itu, ASI juga mengandung zat yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi.

Seberapa sering atau banyak MPASI harus diberikan?

Perlu diingat bahwa bayi tidak bisa langsung makan banyak makanan padat. Ada baiknya Anda mengenalkan sedikit demi sedikit dulu secara bertahap. Untuk pertama kali, berikan sebanyak ½ mangkok kecil lalu porsinya bisa ditambahkan seiring waktu. Bagaimana dengan frekuensinya?

Bayi umumnya bertumbuh kembang dengan “kecepatan” yang berbeda-beda. Nafsu makan mereka juga dapat bervariasi bahkan dari hari ke hari. Sebagai patokannya, Anda bisa memberikan menu MPASI untuk 2-3 kali sehari. Jangan lupa untuk menyelipkan camilan ringan, seperti biskuit bayi, di sela-sela waktu makan si kecil.

Penting juga untuk mempertimbangkan porsi dan asupan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan bayi. Anda bisa melihat apakah bayi sudah kenyang ketika mereka mulai menolak atau berpaling ketika disuapkan.

Setelah usia 10 bulan keatas, mulai berikan finger food

Setelah berusia 9-12 bulan, kini Anda bisa memberikan makanan padat yang bisa digenggam dan disuap sendiri oleh bayi. Ini sekaligus menjadi cara mengajarkan anak untuk mulai belajar makan sendiri.

Apabila sudah berusia 1 tahun lebih, Anda boleh memberikan anak makanan yang sama dengan makanan orang dewasa. Namun ingat, jangan terlalu pedas atau manis rasanya. Anda bisa memberikan makanan seperti nasi dan kuah sayur agar mudah ditelan si kecil.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca