Tips Mengajarkan Anak Makan Sendiri Secara Bertahap

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019
Bagikan sekarang

Belajar makan sendiri merupakan perkembangan penting bagi Anda. Bagi orang dewasa, tentu makan sendiri merupakan hal yang mudah dilakukan, tapi anak-anak perlu belajar untuk makan dengan baik. Mengajari anak makan sendiri mungkin bukan merupakan hal yang mudah. Tapi, menyuapi anak terus-terusan sampai ia besar juga tidak baik. Ini hanya akan menghambat perkembangannya.

Kenapa penting mengajarkan anak makan sendiri?

Makan merupakan kebutuhan dasar anak untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya guna mendukung perkembangan dan pertumbuhannya. Keterampilan anak makan sendiri merupakan tahapan perkembangan anak yang sangat penting.

Kegiatan makan melibatkan banyak kemampuan yang harus dikuasai anak. Banyak tahapan yang harus dilalui anak untuk bisa mengantarkan makanan sampai ke dalam mulutnya. Pertama, anak harus melihat makanannya, mengambil makanannya dengan tangan, kemudian membawanya sampai ke mulut, menyesuaikan dengan letak mulutnya, membuka mulutnya, mengunyah sampai menelan makanan.

Setelah anak bisa makan dengan tangan, anak kemudian mengembangkan kemampuannya makan dengan sendok dan garpu. Anak mungkin sering menjatuhkan makanannya sehingga berantakan. Namun, belajar memegang sendok merupakan salah satu cara mengembangkan keterampilan motorik halus anak.

Selain mengembangkan banyak kemampuan anak, makan sendiri juga melibatkan banyak perasaan dan kemampuan inderanya. Serta, mengembangkan kemampuan anak untuk bisa mandiri, yang diperlukan untuk kehidupan anak selanjutnya.

Tahapan mengajari anak makan sendiri

Saat Anda mulai memperkenalkan anak dengan makanan padat, anak mungkin sudah mulai menunjukkan keinginannya untuk makan sendiri. Saat Anda menyuapinya dengan sendok, ia mungkin ingin memegang sendok juga. Saat anak Anda melihat makanan, anak mungkin ingin mengambilnya dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Ini merupakan awal yang baik, Anda hanya perlu mendukungnya lebih lagi.

1. Memberi anak makanan yang bisa dipegang oleh tangan (finger food)

Tahap pertama, Anda bisa mulai dengan memberi anak makanan yang bisa dipegangnya. Hal ini dapat melatih bagaimana anak menggenggam makanan lalu membawa makanan sampai ke mulut dan memakannya. Makanan yang bisa digunakan sebagai finger food adalah makanan yang mudah digenggam oleh anak dan bertekstur lunak. Contohnya, seperti buah apel yang telah dipotong, pepaya dipotong kecil, brokoli kukus, wortel kukus, kentang rebus, dan sebagainya.

Anda bisa memulai tahapan ini saat usia anak menginjak 8 bulan. Atau, beberapa anak mungkin bisa memulainya lebih cepat, sekitar usia 6 bulan saat ia sudah diperkenalkan dengan makanan padat, sudah mampu mengambil benda yang ada di sekelilingnya, sudah mampu duduk sendiri, serta sudah mampu mengunyah dan mengeluarkan makanan. Ingat, perkembangan bisa berbeda-beda antar anak.

2. Mengenalkan anak dengan sendok sebagai alat untuk makan

Setelah anak sudah bisa makan sendiri dengan finger food, Anda bisa mengajak anak untuk makan menggunakan sendok. Tahapan memperkenalkan anak dengan sendok untuk makan dapat dimulai sekitar usia 13-15 bulan. Ini mungkin akan berbeda-beda tiap anak.

Walaupun anak makan sendiri dengan sendok pasti membuat kotor karena makanan terjatuh, namun membiarkan anak makan dengan sendok pada usia lebih dini dapat mendorongnya untuk belajar mengembangkan kemampuan makan sendiri. Anda mungkin akan merasa kesal saat anak selalu menjatuhkan makanannya saat makan sendiri dengan sendok, namun ini merupakan bagian dari perkembangan anak.

Pada usia 18 bulan, anak mungkin akan lebih lihai menggunakan sendok untuk memberi makan dirinya sendiri. Dan, pada usia 2 tahun atau 3 tahun, anak mungkin sudah mampu menggunakan sendok untuk makan tanpa terjatuh. Anda mungkin hanya perlu membantu memotong kecil-kecil makanan anak agar anak dapat mengambilnya dengan mudah.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Peran dan Manfaat Nutrisi dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Salah satu manfaat dari nutrisi adalah untuk menjaga daya tahan tubuh anak. Jika asupannya tidak mencukupi, berbagai gangguan kesehatan dapat terjadi.

Ditulis oleh: Roby Rizki

Vitamin Terbaik untuk Sistem Pencernaan Anak

Vitamin merupakan salah satu nutrisi yang penting untuk kesehatan sistem pencernaan anak. Lantas, jenis vitamin mana yang paling baik? Lihat di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Nutrisi yang Penting untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Daya tahan tubuh berperan sebagai pelindung anak agar terhindari dari penyakit. Kenali nutrisi yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Beragam Manfaat Beta Glucan untuk Tumbuh Kembang si Kecil

Beta glucan memberikan manfaat untuk tumbuh kembang anak. Yuk sertakan nutrisi ini untuknya dan ketahui apa peran beta glucan untuk kesehatan anak.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda

Direkomendasikan untuk Anda

agar anak mau mendengarkan orang tua

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
susu formula whey protein untuk anak

Manfaat Protein Whey untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
agar bab lancar dan tidak keras

6 Tips Agar BAB Anak Lancar dan Tidak Keras

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020