Cara yang Sehat untuk Menaikkan Berat Badan Anak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/09/2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anak-anak sering bertambah tinggi sebelum bertambah berat badannya, akibatnya, mereka memiliki berat proporsi tubuh yang di bawah normal pada grafik pertumbuhan. Jika hal ini terjadi, Anda perlu meningkatkan kalori pada pola makan anak untuk memastikan ia mendapat kalori dan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

Apa yang perlu dilakukan jika anak Anda kekurangan berat badan?

Jika pertambahan berat badan anak Anda terlihat terlalu lambat, Anda perlu membawa anak Anda ke dokter untuk pemeriksaan. Ada beberapa alasan mengapa anak Anda kekurangan berat badan:

  • tidak cukup makan
  • masalah kesehatan yang menyebabkan pertambahan berat badan anak terlalu lama atau tidak sama sekali
  • stress
  • terlalu banyak olahraga
  • kurangnya ketertarikan pada makan akibat gelisah, depresi, alergi makanan atau kelainan makan

Dokter Anda dapat membantu menemukan penyebab masalah pertambahan berat badan anak Anda. Jika anak Anda kekurangan berat badan, mungkin mereka memerlukan lebih banyak lemak dan kalori untuk beberapa waktu, dibanding dengan rekomendasi normalnya. Dokter juga dapat menyarankan aktivitas fisik untuk anak Anda. Jumlah olahraga yang tepat dapat meningkatkan napsu makan anak.

Bagaimana cara sehat anak menaikkan berat badan?

Jika anak Anda tidak memiliki perhatian khusus terhadap kondisi medis, yang dapat Anda lakukan adalah memberi lebih banyak kalori. Untuk beberapa anak, memberikan sumber lemak yang baik, seperti alpukat, kacang-kacangan dan minyak sayur, dapat memberikan kalori tambahan untuk mencapai pertumbuhan. Cobalah memberikan makanan dan cemilan yang sehat dan padat kalori pada anak Anda.

Namun, jangan berikan junk food untuk meningkatkan berat badannya. Kebiasaan makan tertanam dari kecil dan dapat sulit untuk diubah jika telah menjadi kebiasaan.

Buat waktu makan menjadi menyenangkan. Duduk bersama dan nikmati makanan dan waktu bersama. Libatkan anak dalam merencanakan, berbelanja dan menyiapkan makanan, agar ia tertarik dengan makanan. Selain itu, jangan biarkan anak Anda terlalu sibuk sehingga ia melewatkan waktu makan. Anak perlu makan dengan sering untuk menaikkan berat badannya.

Berikut adalah daftar makanan sehat berkalori tinggi yang dapat Anda berikan untuk anak Anda:

  • Produk susu: Susu murni, keju, cottage cheese, yogurt, es krim, sup krim, pudding.
  • Protein: telur, peanut butter, sup kacang, kacang-kacangan.
  • Karbohidrat: roti, mac and cheese, pasta, French toast, pancake, mashed potato dan sereal.

Jika anak Anda memilih-milih makanan dan menolak makanan, dokter dapat merekomendasi minuman suplemen berkalori tinggi. Suplemen tersebut memiliki rasa seperti milkshake dan memberikan vitamin dan mineral tambahan.

Namun, pastikan anak Anda tidak minum terlalu banyak hingga ia kenyang dan melewatkan makanan. Batasi jus tidak lebih dari 1 gelas perhari dan susu tidak lebih dari 2 gelas perhari.

Walau Anda merasa semangat untuk melihat perkembangan berat badan anak, jangan meminta anak Anda untuk menimbang berat badan terlalu sering, karena dapat membuatnya merasa tidak percaya diri dengan berat badannya. Namun, dokter akan memeriksa perkembangan berat badan anak sekitar sebulan sekali. Anggap kunjungan ke dokter ini sebagai kunjungan biasa dan jangan memperbesar proses penimbangan berat badan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Manfaat Protein Whey untuk Daya Tahan Tubuh Anak

    Salah satu jenis protein yang juga ternyata dibutuhkan untuk pertumbuhan anak adalah whey protein. Apa saja manfaatnya dan apa saja sumber makanannya?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Parenting, Nutrisi Anak 22/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    6 Tips Agar BAB Anak Lancar dan Tidak Keras

    Ibu perlu menerapkan pola hidup sehat kepada anak, agar BAB si kecil lancar dan tidak keras. Ikuti tips ini untuk membantu melancarkan pencernaan anak.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 14/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

    Hewan peliharaan dan anak adalah gambaran yang menggemaskan. Namun, para orangtua perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih hewan untuk anak.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Parenting, Tips Parenting 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit

    Selain Menambah Nafsu Makan, 3 Suplemen Ini Bisa Menaikkan Berat Badan

    Selain mengatur porsi makanan, ternyata ada beberapa suplemen yang bisa digunakan sebagai penambah berat badan. Ini dia daftarnya!

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 09/05/2020 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    penyebab stunting

    Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit
    protein susu soya

    Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 6 menit
    nutrisi untuk anak aktif

    Kebutuhan Asupan Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Anak Aktif dan Suka Olahraga

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 6 menit
    protein untuk anak saat puasa

    Cara Protein Whey Membantu Tubuh Anak Tetap Fit saat Puasa

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . Waktu baca 5 menit