Panduan Lengkap Seputar Susu Balita Usia 1-5 Tahun

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit
Bagikan sekarang

Susu tidak hanya penting untuk bayi di bawah satu tahun, tetapi sampai ia usia balita demi mendukung perkembangan anak. Ketika anak menginjak usia 1 tahun, jenis susu formula lebih banyak dengan varian rasa berbeda. Bagaimana cara memilih susu formula untuk balita dan bolehkah si kecil hanya minum susu tanpa makan dalam satu hari? Berikut penjelasan lengkap seputar susu untuk balita usia 1-5 tahun.

Apa saja jenis susu untuk balita?

susu balita

Bila Anda berencana memberikan si kecil susu formula, ada baiknya untuk mengetahui jenis susu untuk balita agar bisa memberikan yang sesuai untuknya. Di pasaran, ada banyak jenis susu formula dari berbagai sumber, bentuk, dan juga berbagai merek. 

Mengutip dari Mayo Clinic, berikut jenis susu formula untuk balita:

Susu formula dari susu sapi

Sebagian besar susu formula berasal dari susu sapi yang mengandung protein, karbohidrat, dan lemak dalam keseimbangan yang tepat.

Protein dalam susu formula ini sudah mengalami perubahan sehingga membuatnya lebih mudah untuk dicerna. Berbeda dengan susu sapi biasa yang mengandung protein yang lebih sulit dicerna bayi.

Susu formula dari susu kedelai

Susu formula jenis ini terbuat dari susu kedelai. Biasanya, bayi membutuhkan susu formula jenis ini jika bayi mengalami:

Saat ini sudah banyak pilihan susu berbahan kedelai yang bisa dicoba oleh balita dengan kondisi di atas.

Susu formula bebas laktosa

Susu formula ini tidak mengandung laktosa (gula yang terkandung dalam susu), sehingga gula pada susu formula ini biasanya diganti dengan jenis gula lain, seperti sirup jagung.

Susu formula jenis ini cocok untuk anak yang mengalami intoleransi laktosa atau pada anak yang tidak mampu mencerna laktosa.

Susu formula hidrolisat parsial atau susu hipoalergenik (HA)

Susu formula ini mengandung protein yang sudah dipecah menjadi bentuk lebih kecil (terhidrolisis) sehingga lebih mudah dicerna oleh bayi.

Umumnya, bayi yang membutuhkan susu formula jenis ini adalah bayi yang memiliki alergi protein susu atau yang mengalami masalah penyerapan nutrisi (biasanya bayi prematur).

Susu UHT

Susu UHT adalah susu yang dipanaskan dengan teknologi pemanasan tinggi untuk membunuh semua mikroorganisme di dalamnya.

High Temperature Short Time (HTST) adalah metode pemanasan singkat dengan suhu 140 sampai 145 Celcius selama 4 detik yang mampu membunuh bakteri berbahaya dengan tetap menjaga nutrisi yang ada di dalam susu.

Di suhu yang sangat tinggi ini, semua bakteri pembawa penyakit berbahaya termasuk spora dan enzim yang merusak susu akan mati. Susu yang telah dipanaskan kemudian langsung dimasukkan ke dalam wadah sehingga bakteri dari luar tidak berkesempatan untuk masuk dan mencemari susu.

Dengan sistem pemanasan yang sangat tinggi ini, susu UHT memiliki umur simpan yang lebih panjang di dalam suhu ruangan. Bahkan, jika segelnya belum dibuka susu UHT bisa disimpan tanpa lemari pendingin hingga sembilan bulan dengan kualitas yang tidak berkurang.

Bagaimana cara memilih susu formula untuk balita?

susu balita

Susu formula bisa menjadi salah satu makanan anak Anda setelah minum ASI. Memilih susu formula tidak sulit dan juga tidak mudah. Berikut beberapa cara untuk memilih susu formula untuk balita.

Sesuaikan dengan usia

Cara memilih susu yang harus Anda lakukan pertama kali adalah menyesuaikan jenis susu dengan usia anak Anda. Pasalnya, setiap jenis susu diformulasikan sesuai dengan kebutuhan anak berdasarkan usianya masing-masing.

Caranya sangat mudah. Anda hanya cukup melihat label pada kotak atau kaleng susu, lalu perhatikan rekomendasi usia yang tertera.

Bila si kecil berusia satu tahun, ini artinya Anda wajib memilih susu yang khusus untuk anak seusianya. Biasanya, pada kotak atau kaleng susu tertulis “untuk usia 1-3 tahun”.

Pilih susu yang rasanya disukai anak

Pemilihan rasa susu anak merupakan salah satu cara memilih susu yang sering diabaikan oleh para orangtua. Tidak sedikit orangtua yang asal memilih susu, yang penting susu tersebut baik untuk kesehatan si kecil.

Saat anak minum susu dengan rasa yang tidak disukainya, ia tentu akan langsung menolak atau bahkan mogok minum susu. Akibatnya, anak tidak mendapatkan cukup nutrisi di masa pertumbuhannya.

Maka itu, pilihlah jenis susu yang memiliki rasa yang lezat dan disukai anak. Kalau si kecil suka rasa vanila, berikan susu dengan rasa vanila. Begitu pula jika anak suka susu cokelat, berikan susu cokelat agar anak mau minum susu.

Perhatikan kandungan nutrisinya

Anak usia satu tahun sudah tak bisa lagi mengandalkan asupan lemak dari ASI untuk mendukung tumbuh kembangnya. Ini artinya, anak mulai membutuhkan asupan lemak tambahan dari luar, salah satunya dari susu – baik susu sapi maupun rendah lemak.

Lemak susu bermanfaat untuk meningkatkan perkembangan otak anak. Namun ingat, lemak ini pun tak boleh terlalu banyak agar tidak memicu obesitas pada anak.

Anak di usia ini hanya boleh minum maksimal 500 cc dalam sehari, seperti dianjurkan oleh American Academy of Pediatrics (AAP).

Pastikan susu yang Anda pilih mengandung kaya vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh anak, di antaranya vitamin A, vitamin D, kalsium, dan sebagainya. 

Semua zat gizi ini penting untuk menjaga kesehatan mata, membentuk tulang dan gigi yang sehat, serta meningkatkan daya tahan tubuh anak.

Selain itu, susu untuk anak usia 1-3 tahun perlu mengandung protein halus sehingga mudah dicerna di perut si kecil dan tidak akan menimbulkan masalah pencernaan. 

Namun yang terpenting, susu untuk anak juga harus mengandung omega 3 dan 6 yang penting untuk kecerdasan otaknya.

Omega 3 dan 6 adalah jenis asam lemak terpenting yang dapat meningkatkan fungsi kognitif dan kecerdasan anak. Omega 3 dan 6 dari makanan atau susu akan diubah menjadi DHA dengan bantuan enzim delta-4-desaturase.

Semakin banyak omega 3 dan 6 yang anak dapatkan, semakin banyak pula DHA yang terbentuk dalam tubuh anak. Alhasil, hal ini dapat membantu menguatkan fungsi otak anak dan meningkatkan kecerdasannya.

Pilih susu sesuaikan dengan kondisi balita

Dalam memilih susu formula untuk balita, Anda perlu paham dengan kondisi anak. Jika si kecil tidak mempunyai alergi atau tidak bermasalah dalam mencerna susu, Anda dapat memberikan susu formula yang terbuat dari susu sapi.

Namun, kalau anak Anda mempunyai intoleransi laktosa atau alergi terhadap protein susu, lebih disarankan untuk memberikan susu formula bebas laktosa, susu formula dari kedelai, atau susu formula hidrolisat untuk si kecil.

Sementara itu bagi anak dengan kondisi kekurangan berat badan, membutuhkan susu tinggi kalori untuk meningkatkan bobot tubuhnya dengan cepat. 

Berikut beberapa situasi yang membuat anak butuh susu tinggi kalori:

Kebiasaan makan anak yang buruk

Memasuki usia 1-5 tahun, anak mulai bisa memilih makanan kesukaannya. Di satu sisi, hal ini bagus karena menandakan tumbuh kembangnya. Namun di sisi lain juga bisa menimbulkan masalah karena makanan yang dipilihnya belum tentu sehat.

Masalah kebiasaan yang akan timbul di usia balita yaitu pemilih makanan atau picky eater, bosan, sampai anak tidak fokus saat sedang makan. Situasi di atas kerap menjadi alasan anak balita perlu diberikan susu penambah berat badan. 

Dilansir dari laman Mayo Clinic, picky eater bisa mengganggu perkembangan dan pertumbuhan berat badan balita bila ia memilih makanan yang tidak sehat.

Faktor lingkungan

Ada beberapa tipe orangtua yang memiliki ketakutan anaknya akan mengalami obesitas. Jika terlalu dibatasi, hal ini akan berdampak pada asupan nutrisi yang kurang untuk si kecil.

Akhirnya, pilihan dan porsi makanan yang terbatas ini membuat pertumbuhan anak balita terganggu sehingga membutuhkan susu penambah berat badan. 

Tidak hanya itu, faktor lingkungan di sini juga bisa disebabkan oleh kondisi sosial ekonomi. Kemiskinan misalnya bisa membuat orangtua mungkin jadi tidak mampu menyediakan makanan sehat dan bergizi untuk anak.

Melihat kondisi di atas, sangat penting untuk mengenali dan merawat anak dengan berat badan rendah karena bisa berujung pada anak kekurangan gizi atau masalah medis lain.

Kondisi kekurangan gizi bisa membuat anak mengalami komplikasi, seperti sistem kekebalan tubuh melemah, tinggi badan yang lebih pendek, kesulitan dalam belajar, sampai gangguan tumbuh kembang anak.

Bila berat badan anak Anda tidak bisa meningkat dengan pola makan, dokter akan memberikan susu penambah berat badan untuk menaikkan berat lebih cepat.

Perhatikan tanggal kedaluwarsa

Pada umumnya, susu formula mengandung berbagai nutrisi dan gizi balita yang hampir sama walaupun berbeda merek. Dalam memilih susu formula, Anda harus memeriksa tanggal kedaluwarsa pada kemasan.

Pastikan produk belum melewati tanggal kedaluwarsa dan masih jauh dari tanggal kedaluwarsa dan kemasan produk tidak rusak. Kemasan yang sudah rusak dapat memengaruhi kualitas susu formula.

Kandungan nutrisi dalam susu formula untuk balita

susu balita

Dalam memilih susu formula, sebaiknya tidak asal-asalan. Pilihlah susu formula yang mengandung kebaikan nutrisi untuk anak. Beberapa kandungan susu formula adalah:

Kalori

Ketika Anda mencari susu formula, lihat jumlah kalori yang terkandung dalam satu gelas susu. Anda bisa melihatnya di angka kecukupan gizi yang tertera di produk susu.

Mengapa ini penting? Kalori memiliki peran untuk menghasilkan energi untuk anak. Berikut kebutuhan kalori anak sesuai dengan usianya:

  • Balita usia 1-3 tahun: 1125 kilokalori (kkal)
  • Balita usia 4-6 tahun: 1600 kilokalori (kkal)

Untuk menemukan jenis susu dengan takaran kalori yang tepat sesuai jadwal makan balita, mintalah rekomendasi dari dokter. Terutama untuk anak yang perlu menaikkan berat badan karena kalori tambahan sangat penting.

Lemak

Dilansir dari laman Heart, anak balita usia 2-3 tahun membutuhkan asupan lemak total antara 30-35 persen dari jumlah kalori. Sementara untuk anak usia 4-18 tahun membutuhkan 25-35 persen dari total kalori. 

Berikut kebutuhan lemak anak berdasarkan angka kecukupan gizi tahun 2013:

  • Balita usia 1-3 tahun: 44 gram
  • Balita usia 4-6 tahun: 62 gram

Lemak ini bisa didapatkan dari berbagai sumber asam lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal seperti ikan, kacang-kacangan, dan minyak sayur.

Protein

Protein berperan dalam pembentukan sel di dalam tubuh, hormon, sistem kekebalan tubuh, sampai pertumbuhan struktur pendukung tubuh seperti otot.

Berdasarkan angka kecukupan gizi (AKG) 2013, balita membutuhkan asupan protein sebanyak:

  • Balita 1-3 tahun: 26 gram
  • Balita 4-6 tahun: 35 gram

Ketika Anda memutuskan untuk membeli susu formula untuk balita, jangan lupa untuk melihat tabel angka kecukupan gizi di setiap kemasan produk. Di sana tertera berapa jumlah yang sesuai dengan usia si kecil sehingga ibu tidak bingung.

Kalsium

Kandungan penting di dalam susu balita yang berikutnya adalah kalsium dan vitamin D.

Mengutip dari laman Kids Health, kalsium merupakan zat penting untuk meningkatkan kepadatan dan kekuatan tulang di masa pertumbuhan balita 1-5 tahun. 

Ada perbedaan dengan kebutuhan kalsium bayi dan balita berdasarkan angka kecukupan gizi 2013, yaitu:

  • Balita usia 1-3 tahun: 650 miligram (mg)
  • Balita usia 4-6 tahun: 1000 miligram (mg)

Bayi dan balita membutuhkan kalsium dan vitamin D untuk menghindari penyakit rakhitis. Rakhitis adalah sebuah kondisi pelemahan kerja tulang dan pertumbuhannya terhambat.

Selain dari susu, kalsium juga bisa ditemukan di beberapa jenis makanan, seperti keju yoghurt, kacang merah, almond, dan sayuran hijau. 

Bolehkah balita hanya minum susu seharian tanpa makan?

anak minum

Susu sapi disebut sebagai makanan alami yang hampir sempurna karena mengandung nutrisi lengkap. Dari kalori, protein, gula, karbohidrat, asam folat, lemak, sampai vitamin dan mineral seperti kalsium dan fosfor, semua ada dalam segelas susu sapi.

Namun meski padat gizi, susu tidak bisa dijadikan pengganti makanan balita sebab seiring bertambahnya usia anak kebutuhan gizinya pun akan semakin banyak dan beragam. Segelas susu saja tetap tidak mampu memenuhi kebutuhan variasi gizinya dalam satu hari.

Begini contoh kasusnya: segelas susu sapi biasanya hanya mengandung 8 gram protein. Sementara berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG), rata-rata balita usia 1-5 tahun butuh sekitar 26-35 gram protein setiap hari.

Minum tiga gelas susu sapi dalam sehari belum mampu memenuhi kebutuhan protein anak balita.

Terlebih susu termasuk rendah vitamin C dan serat. Kandungan variasi yang tidak seimbang ini tentu tidak baik untuk tubuh anak. Jika anak hanya mau minum susu saja, bukan mustahil ia akan kekurangan gizi

Dampak terlalu banyak minum susu yaitu:

  • Obesitas
  • Sembelit
  • Anemia defisiensi zat besi

Kebanyakan minum susu lama-lama bisa membuat berat badannya makin bertambah dan pertumbuhannya jadi terganggu.

Anda tetap harus memberikan susu formula sesuai anjuran kemasan, jangan berlebihan karena anak juga membutuhkan asupan nutrisi dari makanan yang lain.

Tanda balita tidak cocok dengan susu formula

tanda anak tidak cocok dengan minuman

Jika anak Anda menunjukkan tanda-tanda, seperti:

  • diare atau BAB keras
  • lebih rewel
  • muntah
  • lemah atau cepat lelah,

mungkin anak Anda tidak cocok dengan susu formula yang Anda berikan. Namun, tanda-tanda tersebut bisa jadi juga tidak berhubungan dengan susu formula bayi.

Sebaiknya, segera periksakan ke dokter jika anak Anda menunjukkan tanda-tanda seperti di atas. Jangan lupa untuk menanyakan pada dokter Anda apakah Anda perlu mengganti susu formula anak.

Cara melatih balita minum susu pakai gelas

Semakin bertambah usia si kecil, Anda perlu melatih balita minum susu menggunakan gelas. Pasalnya, penggunaan dot sudah tidak disarankan karena bisa mengganggu isapan dan oral anak.

Beberapa cara melatih balita minum susu pakai gelas yaitu:

  • Lihat kesiapan balita berdasarkan usia (usia di atas 1 tahun sudah bisa diajarkan pelan-pelan memakai gelas atau sippy cup)
  • Ganti botol susu dengan gelas secara perlahan
  • Beri contoh minum susu pakai gelas
  • Jauhkan botol dari jangkauan anak

Dikutip dari  situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) penggunaan dot pada bayi berpengaruh pada teknik isapan bayi yang kurang tepat.

Sementara pada balita, perkembangan fase oral di usia 1-5 tahun sudah mulai belajar untuk minum memakai gelas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kwashiorkor, Masalah Gizi yang Ditandai dengan Rambut Berwarna Kuning Seperti Jagung

Kwashiorkor adalah kondisi kurang gizi pada anak yang bisa mengakibatkan kematian bila tidak segera ditangani. Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 29 September 2020 . Waktu baca 14 menit

Alergi Susu, Bisakah Muncul Saat Dewasa dan Bagaimana Gejalanya?

Pada anak-anak, alergi susu itu normal. Tapi kalau Anda dulunya baik-baik saja dan kini jadi bermasalah tiap minum susu, mungkinkah Anda alergi pada susu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Alergi, Alergi Makanan 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Aturan dalam Memberikan Susu Formula untuk Bayi

Ada beberapa bayi yang butuh pemberian susu formula. Namun, ada aturan yang perlu diikuti saat memberi susu formula untuk bayi baru lahir.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 6 Agustus 2020 . Waktu baca 16 menit

Adakah Perbedaan pada Tumbuh Kembang Anak Minum Susu Sapi dan Soya?

Ketahui apakah terdapat perbedaan antara anak yang minum susu formula sapi dan soya dalam hal tumbuh kemang serta apa kelebihan dari susu soya.

Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
perbedaan susu sapi dan soya
Parenting, Nutrisi Anak 16 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kandungan asi

Mengenal ASI: Jenis, Warna, Kandungan, dan Kebutuhan Harian untuk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 14 menit
asi campur susu formula sufor

Bolehkah Mencampurkan Pemberian ASI dan Susu Formula untuk Bayi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
anak tidak nafsu makan

Kenapa Anak Saya Sekarang Jadi Tidak Nafsu Makan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
asupan nutrisi yang baik membantu pertumbuhan tinggi badan anak

Peran Penting Nutrisi dalam Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit