Sedikit Beda Dengan Usia Sebelumnya, Ini Makanan yang Bisa Diberikan Pada Bayi Usia 7 Bulan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Bertambahnya usia bayi biasanya diiringi dengan perkembangan tubuhnya yang semakin matang. Tentu saja hal ini harus disokong dengan asupan makanan yang baik. Jika saat usia 6 bulan si kecil memasuki masa awal pengenalan makanan semi padat, kini kemampuan makan si kecil di usia 7 bulan tentu sudah jauh lebih berkembang. Agar nutrisi anak dapat terpenuhi dengan baik, jangan lewatnya pentingnya memahami aturan pemberian makanan bayi di usia 7 bulan untuk mencukupi kebutuhan gizinya. Simak informasi lengkapnya melalui ulasan berikut, ya!

Kebiasaan makan bayi di usia 7 bulan

jadwal makan bayi 6 bulan

Jika di awal masa perkenalannya dengan makanan si kecil tampak masih kagok dan sulit untuk makan sendiri, kini sudah sedikit berbeda. Di usia 7 bulan ini, koordinasi mata dan tangan bayi dengan makanan umumnya sudah semakin terlatih.

Bayi mulai belajar untuk menggenggam makanan, dan memindahkannya dari satu tangan ke tangan lainnya. Bahkan, bisa saja si kecil sedang senang-senangnya untuk mempelajari keterampilan barunya dengan makanan serta peralatan makan.

Meski seolah seperti sedang “menghancurkan” makanan yang Anda berikan, tapi ini merupakan cara khas bayi untuk belajar mengenali dan merasakan tekstur suatu makanan dengan tangannya. Memang, hal ini akan membuat mangkuk dan area makannya sangat berantakan.

Namun, inilah cara paling nyaman dan menyenangkan bagi bayi untuk membantunya mengenali beragam jenis makanan baru. Solusinya, Anda bisa meletakkan alas di bawah piring atau mangkuk makannya agar lebih mudah saat membersihkan area tersebut.

Atau, bisa juga dengan memakaikan celemek makan atau kain kecil yang dilingkarkan di leher sampai ke dada bayi, guna mencegah makanan mengotori bajunya. Memasuki usia 7 bulan ini, bayi biasanya mulai tertarik untuk mencoba bahkan berusaha mengambil makanan milik orang lain.

Apa yang sedang Anda maupun anggota keluarga lainnnya makan, akan menarik perhatian bayi untuk juga mencicipinya. Nah, cara ini bisa menjadi salah satu langkah untuk memancing bayi agar mau mencoba berbagai jenis makanan baru.

Akan tetapi, tetap saja jangan sembarangan memberikan jenis makanan baru pada bayi tanpa menyesuaikan dengan kemampuannya terlebih dahulu. Sebab di usia 7 bulan ini, si kecil masih berada di tahap makan makanan lunak atau semi padat.

Apa saja makanan yang bisa diberikan pada bayi usia 7 bulan?

makanan bayi
Sumber: New Mum Tips

Seiring dengan keterampilan makan bayi yang semakin meningkat, memasuki usia 7 bulan ini merupakan waktu yang tepat untuk beralih ke tekstur makanan lain.

Anda bisa mengolah makanan dengan tekstur halus tapi lebih kental ketimbang sebelumnya. Selain bertujuan untuk melatih kemampuan makan anak, perubahan tekstur makanan ini juga akan membantu melatih keterampilan bayi 7 bulan untuk mengunyah.

Tak perlu khawatir meskipun bayi belum tumbuh gigi. Pasalnya, tekstur makanan yang kental tapi cukup halus akan tetap memudahkan si kecil saat mengunyah dan melumatnya di dalam mulut. Demi membantunya agar lebih mengenal dan menyukai berbagai macam makanan, berikut pilihan makanan yang bisa Anda sajikan untuk si kecil:

  • Berbagai jenis sayuran dan buah-buahan.
  • Makanan bertepung seperti roti, nasi, pasta, dan kentang.
  • Daging merah, daging ayam, ikan, dan telur sebagai sumber protein.
  • Susu dan produk olahannya.

Menariknya lagi, semakin beragam bahan makanan yang Anda masukkan ke dalam menu makan si kecil, maka semakin banyak jenis nutrisi yang anak dapatnya. Tentu saja, hal ini akan mempermudah Anda untuk memenuhi kebutuhan gizi hariannya dengan baik.

Di samping memberikan makanan bertekstur lunak dan agak kental untuk bayi usia 7 bulan, Kementerian Kesehatan RI tetap menganjurkan ibu memberikan ASI pada si kecil. Melalui Pedoman Gizi Seimbang, Kementerian Kesehatan RI menyarankan agar pemberian ASI dilanjutkan paling tidak sampai anak berusia 2 tahun.

Jadi di usia 7 bulan ini, pemberian makanan semi padat bisa tetap disertai dengan ASI. Ini karena ASI masih mengandung zat gizi penting yang dibutuhkan oleh bayi meskipun jumlahnya tidak banyak. Atas dasar itulah pemberian ASI harus disertai dengan makanan lainnya.

Seberapa banyak porsi makanan untuk bayi 7 bulan dalam sehari?

Perkembangan Bayi 25 Minggu

Tidak jauh berbeda dengan usia 6 bulan, di usia 7 bulan ini frekuensi pemberian makanan bayi juga belum terlalu banyak. Anda bisa memberikan makanan sebanyak 2-3 kali per hari, dengan tetap rutin memberikan ASI.

Pemberian makanan tersebut juga bisa Anda sesuaikan dengan nafsu makan anak. Bahkan, sah-sah saja untuk menawarkan pemberian selingan sebanyak 1-2 kali sehari di sela-sela waktu makan utamanya.

Jika sebelumnya anak hanya diberikan sekitar 2-3 sendok makan per hari, kini Anda bisa menambahkan secara bertahap menjadi ½ mangkuk atau ½ gelas air mineral. Perhatikan juga waktu makan anak, sebaiknya tidak lebih dari 30 menit dalam setiap kali makan makanan utama. 

Bolehkah membiarkan bayi makan dengan sendok di usia ini?

gizi balita

Sebenarnya tidak masalah jika Anda ingin mulai mengenalkan bayi dengan peralatan makan. Namun yang harus diingat, kemampuan si kecil dalam menggunakan peralatan makan seperti sendok belum terlatih dengan baik. Mungkin, ketika Anda memberikannya contoh, sang anak akan menirukannya.

Hanya saja, keterampilannya saat memegang dan memasukkan makanan ke dalam mulut menggunakan sendok mungkin masih belum sempurna. Alhasil, sama seperti saat makan pada umumnya, Anda juga akan melihat banyak makanan berceceran di celemek dan area makan anak.

Ini karena kemampuan koordinasi yang dimiliki anak belum terasah dengan baik atau masih memerlukan sedikit latihan. Biasanya setelah usianya di atas 1 tahun, anak mulai bisa makan sendiri pakai sendok dan garpu.

Meski begitu, tidak ada salahnya untuk memberikan satu buah sendok sebagai langkah awal perkenalan anak di usia 7 bulan ini. Memang belum tentu digunakan dengan cara yang tepat, tapi setidaknya si kecil akan lebih familiar dengan penggunaan peralatan makan.

Kemampuannya dalam menggunakan peralatan makan mungkin belum bisa dilakukan dengan baik, tapi Anda akan melihat beberapa tanda perkembangan motorik seperti:

  • Bayi mulai bisa bertahan duduk sendiri di kursi selama beberapa menit, khususnya selama makan.
  • Meski masih memerlukan bantuan orang lain, tapi bayi sudah mulai mampu mengangkat dan menurunkan tubuhnya untuk duduk dan berdiri sendiri.
  • Tangannya semakin gesit dalam memindahkan atau mengoper benda maupun makanan dari tangan yang satu ke lainnya.

Hal yang perlu diperhatikan juga, jika Anda ingin mengenalkan sendok atau peralatan makan lain pada si kecil, pastikan bila sendok atau garpu tersebut aman. Pilih sendok yang berbahan lentur dari plastik sehingga lebih aman jika si kecil mencoba-coba memasukkannya ke dalam mulut.

Tips untuk memberikan makanan bayi 7 bulan

bolehkah bayi makan nasi

Secara keseluruhan, berikut beberapa tips yang bisa dijadikan acuan untuk mencukupi kebutuhan gizi bayi usia 7 bulan dari makanan:

  • Semua makanan yang digoreng, bukanlah pilihan yang baik untuk bayi. Namun jika ingin memberikannya, sebaiknya lakukan hanya sesekali dan tidak terlalu sering.
  • Usahakan untuk memberikan makanan yang mencakup buah, sayur, sumber protein, karbohidrat, dan lemak sehat bagi bayi.
  • Bayi diperbolehkan makan sereal gandum, tapi hindari memberikan sereal manis yang berwarna-warni.
  • Haluskan dan tumbuk sayur serta buah-buahan sebelum memberikannya pada bayi, guna memudahkannya saat makan dan mencegah tersedak.
  • Ajarkan bayi untuk duduk di kursi makan khusus miliknya selama makan. Hal ini bertujuan agar ia lebih terbiasa untuk makan dengan cara tersebut, sekaligus mencegah kemungkinan tersedak jika makan sambil merangkak atau melakukan aktivitas lainnya.
  • Idealnya, durasi makan si kecil tidak lebih dari 30 menit. Maka itu, hindari hal-hal yang bisa mengganggu si kecil makan, misalnya sambil main gadget.

Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter jika ada salah seorang anggota keluarga yang mengalami alergi. Biasanya Anda akan dianjurkan untuk lebih berhati-hati saat hendak mengenalkan jenis makanan baru pada bayi.

Akan tetapi, jangan jadikan hal tersebut sebagai penghalang untuk memberikan aneka ragam makanan untuk bayi. Pasalnya, di masa pertumbuhan seperti sekarang ini, bayi membutuhkan berbagai jenis makanan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi hariannya.

Baca Juga:

Sumber