Makanan Bayi 10 Bulan, Apa Saja yang Harus Dipahami Para Orangtua?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Semakin bertambahnya usia bayi, semakin berkembang pula kemampuan yang bisa ia lakukan. Hal ini termasuk mengenai keterampilan makan bayi yang sudah lebih mahir ketimbang usia di bulan sebelumnya. Bagi para orangtua, ini tentu menjadi kabar baik untuk membantu memenuhi asupan nutrisi anak. Supaya kebutuhan gizi bayi di usia 10 bulan tercukupi dengan baik, mari pahami seputar makanan untuk si kecil di usianya ini.

Perkembangan keterampilan makan bayi usia 10 bulan

buah nanas untuk bayi

Sebelum beranjak lebih dalam mengenai pemberian makanan untuk bayi usia 10 bulan, tidak ada salahnya untuk mengetahui sejauh mana perkembangan si kecil.

Mungkin Anda akan dibuat semakin kagum melihat kemampuan koordinasi bayi yang mengalami peningkatan cukup pesat.

Selain sudah lebih handal saat mengambil dan memegang benda, bahkan yang berukuran kecil, bayi juga bisa melakukan lebih dari itu.

Di usia ini, si kecil mulai belajar untuk mengenali berbagai macam ukuran benda-benda di lingkungan sekitarnya.

Sementara dalam hal kemampuannya saat makan, bayi usia 10 bulan sudah bisa diperkenalkan dengan tekstur makanan yang lebih kental.

Potongan finger food di piring makannya pun bisa Anda sediakan dalam jumlah yang lebih banyak daripada saat usianya 9 bulan.

Ini karena memasuki usia 10 bulan, gigi bayi biasanya telah mulai tumbuh satu per satu. Namun, jika gigi bayi 10 bulan belum menampakkan tanda-tanda akan muncul, tekstur makanan bisa Anda sesuaikan kembali dengan kondisinya.

Menariknya lagi, perkembangan keterampilan makan bayi juga dapat dilihat dari kemampuannya dalam mengkoordinasikan kedua tangannya.

Jika sebelumnya bayi cenderung masih agak kesulitan untuk melibatkan kedua tangannya dalam pekerjaan yang berbeda, kini tidak lagi.

Anda akan mulai melihat bayi usia 10 bulan menggunakan tangan sebelah kanannya untuk menggenggam makanan, sedangkan tangan kirinya melakukan aktivitas lain. Begitu pula sebaliknya yang bisa dilakukan bayi.

Itu sebabnya, memberikan kebebasan bagi bayi untuk makan sendiri dapat semakin melatih genggaman tangannya. Bukan hanya itu, koordinasi kedua tangannya ketika mengambil dan memasukkan makanan ke mulut pun semakin baik.

Bayi usia 10 bulan juga sudah bisa merapatkan bibirnya ketika disuapi guna membersihkan sisa makanan di sendok sekaligus mencegahnya jatuh berceceran.

Anda pun akan dibuat semakin kagum berkat kemampuannya dalam menyebut beberapa nama makanan yang dikenalnya untuk menunjukkan rasa lapar.

Apa saja makanan yang bisa diberikan untuk bayi usia 10 bulan?

makanan padat untuk aanak

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, bayi usia 10 bulan sebaiknya tetap diberikan ASI secara rutin. Meski memang tidak seutuhnya, ASI masih dapat menyumbang asupan energi bayi setiap harinya.

Jika pemberian ASI ternyata sudah tidak memungkinkan, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter mengenai pemberian susu formula bagi bayi.

Sementara mengenai MPASI, tidak masalah untuk meningkatkan tekstur makanan hariannya setahap lebih maju lagi.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), merekomendasikan Anda untuk memberikan berbagai macam tekstur makanan.

Ini karena gigi bayi di usia 10 bulan sudah mulai tumbuh sehingga akan lebih melatihnya saat makan beragam tekstur makanan.

Beragam makanan mulai dari yang dicincang halus (minced), dicincang kasar (chopped), maupun makanan yang mudah digenggam (finger food).

Jangan ragu untuk memperkenalkan bayi usia 10 bulan dengan berbagai jenis pilihan makanan lainnya yang mungkin belum pernah dicicipinya.

Begini, bila bayi usia 10 bulan sudah cukup familiar dengan beberapa lauk, buah, dan sayur-sayuran, kini saatnya menyajikan jenis lainnya.

Namun, tetap perhatikan beberapa jenis makanan yang memiliki tekstur terlalu keras sehingga berisiko membuat bayi tersedak.

Mengutip dari Baby Center, makanan dengan tekstur keras bisa termasuk kacang. Selain itu, makanan yang memiliki tekstur keras juga termasuk popcorn dan kismis.

Bila ingin mengenalkannya dengan makanan-makanan tersebut sebaiknya olah menjadi bentuk dan tekstur yang lebih halus agar mudah ditelan bayi.

Pastikan untuk selalu memenuhi kebutuhan gizi harian bayi dengan memberinya berbagai macam sumber makanan.

Ragam sumber makanan untuk bayi

Berikut contoh variasi sumber makanan untuk bayi 10 bulan yang bisa Anda kombinasikan setiap harinya:

  • Nasi, umbi-umbian, gandum, serta biji-bijian sebagai makanan pokok sumber karbohidrat
  • Daging merah, daging ayam, ikan, hati sapi, dan lainnya sebagai sumber protein, lemak, maupun zat besi
  • Kacang-kacangan sebagai sumber protein nabati
  • Sayur dan buah-buahan sebagai sumber vitamin dan mineral, khususnya vitamin A yang sangat diperlukan di usia ini
  • Telur sebagai sumber protein, lemak, vitamin, serta mineral
  • Produk turunan susu seperti susu, keju, yoghurt, dan lain sebagainya

Berapa porsi makan bayi usia 10 bulan dalam sehari?

mempersiapkan makanan bayi

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), frekuensi makan bayi usia 10 bulan yakni sekitar 3-4 kali setiap harinya.

Selain makanan utama, Anda juga bisa rutin memberikan makanan selingan atau camilan untuk bayi 10 bulan sebanyak 1-2 kali.

Secara perlahan, Anda dianjurkan untuk meningkatkan jumlah makanan si kecil menjadi 250 mililiter (ml) atau sekitar setengah mangkuk.

Agar lebih terlihat seberapa banyak makanan yang Anda sajikan dan berapa yang bisa dihabiskan bayi, cobalah gunakan piring atau mangkuk dengan ukuran yang sesuai.

Jadi, Anda bisa mengukur apakah bayi usia 10 bulan bisa menghabiskan semua makanan tersebut atau seberapa banyak yang disisakannya.

Tips penting dalam menjaga kebersihan makanan bayi 10 bulan

menjaga kebersihan makanan

Menyimpan, mengolah, hingga menyajikan makanan untuk bayi, termasuk di usia 10 bulan ini, tidak boleh dilakukan sembarangan. Supaya lebih aman, ibu perlu tahu tips mengolah dan menyimpan makanan bayi yang tepat.

Mengolah makanan bayi

Selama mengolah dan memberikan makanan untuk bayi, ada beberapa hal penting yang tidak boleh luput dari perhatian, meliputi:

  • Menjaga kebersihan peralatan memasak dan makan dengan menggunakan sendok, piring, mangkuk, maupun gelas yang bersih
  • Pisahkan talenan dan pisau yang digunakan untuk memotong bahan makanan mentah dan matang
  • Cuci tangan dengan sabun sebelum menyiapkan dan memberikan makanan pada bayi
  • Cuci tangan bayi dengan sabun sebelum makan
  • Simpan makanan di tempat yang bersih dan aman

Menyimpan sumber makanan untuk bayi

Di sisi lain, ibu juga perlu memerhatikan cara menyimpan makanan padat atau MPASI untuk bayi di usia 10 bulan ini.

Berikut beberapa cara menyimpan MPASI dengan aman mengutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):

1. Perhatikan penyimpanan beberapa sumber makanan

Simpan makanan yang rentan terkontaminasi bakteri seperti daging, ikan, telur, dan susu di dalam kulkas. Selain itu, pasta, nasi, dan sayur-sayuran juga harus disimpan di tempat yang tepat.

2. Suhu penyimpanan makanan di dalam kulkas

Daging, ikan, telur, susu, serta sayuran sebaiknya disimpan di dalam dalam kulkas bersuhu kurang dari 5 derajat Celcius. Sementara pasta dan nasi sebaiknya disimpan pada tempatnya masing-masing.

3. Cara menyimpan daging dan ikan

Daging dan ikan harus disimpan di dalam wadah tertutup dan terpisah dari makanan yang telah dimasak. Bukan hanya itu, tempat penyimpanan daging dan ikan juga sebaiknya jauh dari bahan-bahan yang siap dimakan.

4. Patuhi tanggal kedaluwarsa

Semua bahan makanan harus disimpan sesuai dengan petunjuk penyimpanan yang biasanya tertulis di bagian kemasan.

Perhatikan juga tanggal kedaluwarsa bahan makanan yang akan diolah untuk bayi usia 10 bulan. Jangan gunakan bahan makanan tersebut bila telah melewati tangga kedaluwarsanya.

5. Hindari memasukkan kembali makanan ke dalam kulkas

Makanan yang sebelumnya disimpan di dalam kulkas dan kemudian dikeluarkan, sebaiknya tidak digunakan lagi bila telah berada di luar lebih dari dua jam.

Sebab ditakutkan bahan makanan tersebut telah terkontaminasi bakteri sehingga kurang higienis untuk bayi.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juni 18, 2019 | Terakhir Diedit: Februari 21, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca