Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kapan Usia Terbaik Untuk Memperkenalkan Ikan Pada Bayi?

Kapan Usia Terbaik Untuk Memperkenalkan Ikan Pada Bayi?

Ikan adalah salah satu sumber protein terbaik di lautan. Tak heran, pemerintah sedang gencar menggalakkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), bahkan sejak anak masih usia dini. Nah, tugas Anda sebagai orangtua adalah memperkenalkan sumber protein sehat ini pada si kecil yang berguna untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Namun sebelum itu, Anda harus tahu dulu usia terbaik bayi makan ikan.

Kapan mulai boleh memberi bayi makan ikan?

Seperti yang kita tahu, bayi wajib mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan penuh. Maka itu, Anda baru diperbolehkan untuk memberi bayi makan ikan setelah usianya telah melewati 6 bulan, menurut The American Academy of Pediatrics (AAP), dilansir dari Baby Center.

Dengan catatan, si kecil telah lebih dulu diperkenalkan dengan beberapa makanan padat yang tidak terlalu menimbulkan reaksi alergi (alergenik) – misalnya sayuran, buah-buahan, dan lainnya. Selain itu, pastikan juga bayi tidak menunjukkan alergi terhadap ikan.

Jika kulit bayi rentan ruam dan memerah akibat alergi suatu makanan, atau ada riwayat keluarga yang punya alergi tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Dalam hal ini, dokter akan menyarankan Anda untuk menunda pemberian ikan sampai usia si kecil menginjak beberapa bulan lebih dewasa.

jadwal makan bayi 6 bulan

Adakah jenis ikan tertentu yang paling baik untuk bayi?

Secara umum, semua jenis ikan kaya akan sumber protein yang tentunya baik untuk kesehatan tubuh. Hal ini pun dijelaskan lebih lanjut dari sambutan Menteri Kesehatan RI, Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K), yang dibacakan oleh Plt. Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dr. Pattiselano Robert Johan, MARS.

Menurutnya, ikan merupakan sumber makanan sehat karena kandungan lemak dalam ikan bukanlah lemak jenuh. Melainkan asam lemak tak jenuh yang terdiri dari, omega 3, 6, dan 9; yodium; selenium; fluorida; zat besi; magnesium; serta seng.

Menariknya lagi, kandungan omega 3 pada ikan jauh lebih tinggi daripada sumber protein hewani lainnya. Selain itu, senyawa alami berupa PUFA, EPA, dan DHA dalam ikan juga berguna untuk menunjang kecerdasan otak dan mencegah serangan penyakit.

Tidak usah bingung mencari jenis ikan yang harus dikonsumsi si kecil. Pasalnya, semua jenis ikan yang tersedia di pasaran itu baik dan sehat untuk diperkenalkan pada bayi Anda dalam proses perkembangannya. Menteri Kesehatan RI pun mengungkapkan bahwa sebenarnya harga bukanlah patokan utama untuk menentukan kualitas suatu jenis ikan.
Baik ikan dengan harga murah ataupun mahal, sama-sama punya nilai gizi yang tinggi. Ambil contoh ikan kembung, meskipun harganya cukup terjangkau, tapi ternyata kandungan omega-3 di dalamnya bisa setara bahkan sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan ikan salmon yang harganya justru lebih mahal.
makan ikan

Bagaimana aturan makan ikan untuk bayi?

Meskipun baik untuk menunjang tumbuh kembang si kecil, tapi Anda dianjurkan untuk memberikan bayi makan ikan secara bertahap dan tidak terus-menerus. Anggapannya, ini sebagai bentuk pengenalan terhadap makanan padat yang masih tergolong baru untuknya.

FDA, sebagai badan pengawas obat dan makanan di Amerika yang setara dengan BPOM, menyarankan pemberikan ikan pada bayi dibatasi hanya sekitar 2-3 kali dalam seminggu. Tentunya, dengan porsi yang jauh lebih kecil daripada porsi orang dewasa. Porsi makan ikan si kecil nantinya juga akan semakin bertambah sesuai kebutuhan di tingkat usianya.

Namun sebelum mengolah ikan, pastikan Anda membeli ikan dalam kondisi segar. Jangan lupa untuk membuang duri ikan, pastikan tidak ada lagi duri yang tersisa sehingga bisa membahayakan bayi.

Anda pun dapat mengolah ikan dengan berbagai cara, entah itu dikukus, direbus, dipanggang, ataupun dilumatkan seperti bubur. Cari metode pemasakan yang bisa menghasilkan ikan dengan tekstur lembut, serta potong ikan menjadi bagian-bagian kecil sehingga memudahkan bayi saat memakannya.

Untuk mempercantik tampilan dan menambah nutrisi dalam sajian si kecil, Anda bisa menambahkan berbagai buah atau sayuran. Di sisi lain, cara ini juga sekaligus bisa memperkenalkan bahan makanan padat lainnya pada bayi.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Is Fish Okay for Babies? https://www.parenting.com/article/should-babies-eat-fish Accessed on August 8th 2018.

When Can My Baby Eat Fish? https://www.babycenter.com/404_when-can-my-baby-eat-fish_1368510.bc Accessed on August 8th 2018.

Which Fish Are Safe for Kids? https://www.parents.com/blogs/food-scoop/2015/06/30/nutrition/which-fish-are-safe-for-kids/ Accessed on August 8th 2018.

When Can Baby Eat Fish? https://www.verywellfamily.com/when-can-baby-eat-fish-284245 Accessed on August 8th 2018.

Sumber Protein Bukan Hanya Susu. http://www.depkes.go.id/article/view/18032900001/sumber-protein-bukan-hanya-susu.html Accessed on August 8th 2018.


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 16/08/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team