Seberapa Banyak Porsi Makan Anak Balita Usia 2 Tahun Dalam Sehari?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Si kecil sudah masuk usia dua tahun dan Anda bingung dengan porsi makannya? Ada tipe ibu yang takut anaknya tidak mendapatkan makanan yang cukup. Namun, ada pula ibu yang takut porsi makan anaknya terlalu banyak. Maka, penting untuk Anda memahami porsi makan balita di usia 2 tahun agar mendapatkan gizi yang tepat.

Bagaimana aturan porsi dan waktu makan balita usia 2 tahun?

Anak balita biasanya menyukai waktu makan sesuai dengan waktu makan keluarga, dan waktu makannya harus teratur setiap hari. Sebaiknya, jadwal makan keluarga diatur jadi 3 kali makan utama (sarapan, makan siang, dan makan malam) beserta 2 kali makan selingan.

Untuk makanan utama:

Makanan ini diberikan di pagi, siang, dan malam hari. Contohnya sarapan pukul 7 pagi, makan siang pukul 12, dan makan malam pukul 18.30. Jadwal makan ini sebaiknya dilakukan secara terencana dan teratur.

Sebab kebiasaan makan sejak balita akan membentuk kebiasaan makannya hingga dewasa nanti. Selain itu, berikan waktu makan anak juga setidaknya tidak lebih dari 30 menit.

Untuk makanan selingan:

Sama pentingnya dengan makan utama, camilan juga sangat penting untuk bantu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi yang dibutuhkan dalam sehari.

Camilan 2 jam sebelum makan utama

Berikan camilan sehat 2 jam sebelum makanan utama. Sebab, jika terlalu dekat dikhawatirkan anak akan merasa kenyang sebelum makan berat berikutnya. Ini yang membuat balita usia 2 tahun kesulita menghabiskan porsi makan yang sudah disiapkan.

Tidak menjadikan camilan sebagai hadiah

Pernah menjadikan camilan sebagai hadiah? Hindari kebiasaan tersebut. Camilan bukanlah hadiah atau umpan untuk membujuk anak, melainkan jadwal makanan yang memang harus dipenuhi.

Camilan harus sesuai dengan gizi

Sesuai dengan pola gizi seimbang, makanan selingan yang dibutuhkan balita misalnya susu, jus buah, buah segar, dan roti.

Porsi makan balita usia 2 tahun yang ideal

Pada usia balita, anjuran jumlah energi yang dibutuhkan berbeda-beda pada setiap anak. Mulai dari 1.125 kalori hingga 1.600 kalori. Jika dilihat dari kebutuhan kalori terbesar, begini contoh pembagian porsi makan anak balita usia 2 tahun:

Makanan pokok

Anda bisa memberikan anak nasi dalam sehari sebanyak 300 gram atau sekitar 3-4 centong nasi (berarti satu centong setiap kali makan berat). Tidak hanya dengan nasi, Anda juga bisa mengganti nasi dengan sumber karbohidrat yang lain. Nasi 3-4 centong mengandung 525 kalori – setara dengan 210 gram roti atau 630 gram kentang.

Dari total makanan pokok dalam sehari ini, Anda bisa membagi-bagi jumlah ini di saat makanan utama maupun selingan.

Misalnya, makan nasi di waktu makan pagi 80 gram, siang 100 gram, dan malam 100 gram. Camilan sorenya bisa dengan selembar roti tawar lembar dengan margarin dan meises secukupnya.

Lauk hewani

Lauk hewani yang dianjurkan khususnya bagi balita yang sudah 2 tahun ke atas sebanyak 125 gram dalam sehari dan 200 mililiter susu dalam sehari. Lauk hewani ini bisa didapatkan dari ikan, daging sapi, daging ayam, telur, udang, dan lain-lain.

Contohnya saat makan pagi anak makan sebutir telur. Sekitar 2 jam kemudian minum secangkir susu, dilanjutkan makan siang dengan sepotong daging ukuran sedang, makan malam dengan sepotong ayam (sekitar 40 gram), dan sebelum tidur minum secangkir susu.

Lauk nabati

Lauk nabati yang dibutuhkan sekitar 100 gram dalam sehari. Lauk nabati bisa didapatkan dari tempe, tahu, kacang hijau, dan kacang-kacangan lainnya.

Contohnya makan siang lauk hewani ditambah sepotong tempe, camilan sore dengan bubur kacang hijau sekitar 1,5 sendok makan (15 gram), dan makan malam ditambah dengan sepotong tahu ukuran besar.

Sayur dan buah

Anak balita membutuhkan sebanyak 100 gram sayur dan 400 gram buah dan sayur dalam sehari.

Sayur bisa Anda berikan pada setiap makan berat, dari pagi, siang, hingga malam. Seratus gram sayur ini setara dengan semangkuk penuh sayuran yang biasa dimakan orang dewasa. Dari semangkuk penuh sayuran itu bisa Anda bagi 3 waktu makan untuk balita.

Misalnya ¼ mangkuk sayur bayam untuk pagi hari, ½ mangkuk sayur brokoli saat makan siang, dan ¼ mangkuk sayur buncis di malam hari.

Untuk buah, dibutuhkan sekitar 400 gram buah pepaya (2 potong besar) dalam sehari. Selain dengan pepaya, Anda bisa menggantinya dengan yang setara seperti 2 potong besar buah melon, atau 2 buah pisang ambon, atau 1,5 buah mangga dalam sehari. Buah ini bisa Anda berikan sebagai camilan atau setelah makan berat.

Sebagai bayangan, berikut contoh porsi makan balita usia 2 tahun yang bisa menjadi panduan, mengutip dari Very Well Family:

  • 1/4 sampai 1/2 potong roti
  • 1/4 gelas sereal
  • satu sampai dua sendok makan sayuran
  • 1/2 potong buah segar
  • 1/2 buah telur matang
  • 20 gram daging

Bila si kecil masih ingin makan tapi makanannya sudah habis, beri jeda beberapa detik dengan memberi kuah atau sayuran yang ada di meja makan. Cara ini dilakukan agar mengetahui apakah anak benar-benar masih lapar atau tidak. Selain itu, cara tersebut juga untuk mengurangi risiko mual karena kekenyangan.

Tips saat balita usia 2 tahun tidak menghabiskan porsi makan

Ada saatnya balita sangat lahap dengan kudapan yang dihidangkan, tapi terkadang ia tidak bisa menghabiskan porsi makannya. Kondisi ini sering membuat bingung orangtua, terutama ibu karena nutrisi si kecil yang takut tidak tercukupi.

Untuk mengatasinya, berikut tips saat balita yang sudah menginjak usia 2 tahun tidak menghabiskan porsi makan:

Mengurangi ekspektasi

Melansir dari Family Doctor, ketika anak tidak menghabiskan porsi makannya, Anda perlu ingat bahwa ekspektasi terlalu tinggi bisa mengecewakan dan anak bisa merasa tertekan. Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga memiliki nafsu makan yang naik turun.

Mengurangi porsi

Ketika kemarin ia tidak menghabiskan porsi makan yang sudah disiapkan, hindari memberi dengan jumlah makanan yang sama. Anda bisa memberi balita usia 2 tahun dengan porsi makan yang sedikit, tapi gizinya tetap sesuai kebutuhan.

Kurangi waktu menonton

Tidak sedikit orangtua yang memberi tontonan atau gawai ketika anaknya sedang makan. Cara ini memang bisa mengalihkan perhatian si kecil. Namun, ini juga bisa membuat anak tidak fokus untuk makan. Balita usia 2 tahun sudah bisa diberikan arahan, Anda bisa memberitahunya bahwa ia perlu fokus menghabiskan porsi makan.

Mengganti menu makanan

Di usia 2 tahun, balita sudah mengerti menu makanan yang diinginkan, ini yang menjadi persoalan mengapa ia tidak menghabiskan porsi makan yang diberikan. Ketika anak Anda tidak menghabiskan makanannya, mungkin karena dia sedang bosan. Anda bisa mengganti menunya di keesokan hari, tapi dengan porsi kecil.

Ketika anak Anda terlihat menyukainya, lahap, dan menghabiskannya, tanyakan apakah mau menambah menu. Bila anak terlihat antusias, berarti menu makanan hari itu sukses untuk si kecil.

Beri batasan waktu untuk camilan

Dalam sehari, anak perlu makan tiga kali dan diselingi camilan dua kali. Terkadang, pemberian camilan terlalu banyak membuat anak tidak menghabiskan porsi makannya.

Ketika waktu ngemil tiba, beri camilan sehat untuk si kecil seperti potongan buah, roti gandung, atau keju. Hindari memberi camilan ketika mendekati waktu makan malam karena bisa membuat anak cepat kenyang. Beri jeda satu atau dua jam setelah camilan agar perut sudah siap lagi untuk diisi oleh menu makan berat.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 7, 2018 | Terakhir Diedit: Februari 22, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca