Pentingnya Membuat Jadwal Makan Balita agar Lebih Teratur

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/03/2020
Bagikan sekarang

Mulai usia satu tahun ke atas, anak sudah bisa makan dengan menu keluarga. Ia mulai senang menjelajahi situasi, kebiasaan, dan lingkungan sekitar, termasuk soal waktu makan. Sama seperti bayi, anak usia 2-5 tahun juga perlu dibuatkan jadwal makan agar lebih teratur. Selain itu, jadwal makan juga mengajarkan balita tentang waktu yang tepat untuk makan. Berikut penjelasan seputar jadwal makan pada anak usia 2-5 tahun.

Mengapa membuat jadwal makan balita sangat penting?

Di usia 2-5 tahun, balita mulai menunjukkan perkembangan sosial dan emosional yang cepat. Oleh karena itu, ini  menjadi waktu yang tepat untuk membuat anak paham akan keteraturan. Ketika Anda membuat jadwal makan untuk balita, ia akan mengerti soal waktu dan kebiasaan yang teratur.

Jika dibiasakan sedari kecil, kebiasaan baik ini akan terbawa hingga dewasa. Dengan begitu, proses metabolisme tubuhnya dapat teratur yang akan berpengaruh pada tumbuh kembang si kecil kelak.

Jadwal makan balita usia 2-5 tahun

Sebenarnya, jadwal makan balita di atas usia 2 tahun tidak jauh beda dengan orang dewasa. Sebagai gambaran, berikut jadwal pemberian makanannya, mengutip dari buku Penuntun Diet Anak yang diterbitkan Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia:

  • Pukul 08.00: sarapan
  • Pukul 10.00: makanan selingan
  • Pukul 12.00: makan siang
  • Pukul 14.00: susu UHT atau formula
  • Pukul 16.00: makanan selingan
  • Pukul 18.00: makan malam

Secara umum, jadwal pemberian makan balita adalah tiga kali makanan utama (pagi, siang, malam) dan dua kali makan selingan (di antara dua kali makan utama). Pola hidangannya mengikuti pola makanan seimbang, terdiri dari:

Karbohidrat

Karbohidrat menjadi sumber tenaga karena menghasilkan energi untuk aktivitas sehari-hari. Jenis karbohidrat yang bisa diberikan pada balita seperti:

  • Nasi
  • Mi
  • Bihun
  • Jagung
  • Kentang
  • Singkong
  • Ubi
  • Makanan bertepung

Sesuaikan dengan kesukaan si kecil agar ia belajar untuk mengenal jenis makanan dengan berbagai sajian. 

Protein

Kandungan di dalam makanan ini berperan sebagai zat pembangun untuk membantu perkembangan balita. Protein dibagi menjadi dua jenis, hewani dan nabati yang bisa dimasukkan ke dalam menu makan balita yang sesuai jadwal. Anda bisa memilihnya, yaitu:

  • Ikan
  • Telur
  • Tempe
  • Ayam
  • Daging
  • Susu
  • Keju
  • Tahu
  • Tempe

Kreasikan menu makanan sesuai dengan lidah si kecil.

Sayur dan buah

Kedua jenis makanan ini berperan sebagai zat pengatur. Anda bisa memilih sayur dan buah yang berwarna hijau atau kuning agar kebutuhan gizi si kecil tetap seimbang, misalnya, kangkung, bayam, wortel, brokoli.

Jangan lupa minum cukup air agar kebutuhan cairan harian si kecil bisa terpenuhi dengan baik. Dengan begitu, proses metabolisme tubuh dan fungsi organ tidak terhambat.

Aturan pembuatan jadwal makan balita 

Rentang usia 2-3 tahun, anak sedang senang mengeksplorasi banyak hal, termasuk kebiasaan makan. Mulai dari alat makan, menu, sampai rasa makanan yang ingin disesuaikan dengan selera si kecil.

Berikut aturan pembuatan jadwal makan untuk balita berdasarkan buku Penuntun Diet Anak yang diterbitkan Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia:

Jadwal

Untuk jadwal makan, sebaiknya Ibu membuat aturan sebagai berikut:

  • Waktu makan teratur
  • Waktu makan tidak lebih dari 30 menit
  • Tidak memberikan makanan lain selain air di antara jadwal makan

Lingkungan

Faktor lingkungan saat makan penting untuk diperhatikan, seperti:

  • Tanpa paksaan
  • Bersih
  • Tidak sambil menonton TV dan bermain
  • Tidak menjadikan makanan sebagai hadiah

Tatacara

Untuk tatacara makan, berikut rekomendasi yang perlu dilakukan:

  • Porsi makan kecil atau jumlahnya sedikit
  • Dimulai dari tekstur padat, baru kemudian yang cair
  • Memotivasi untuk menghabiskan makanan (tanpa memaksa)
  • Angkat makanan ketika anak mulai bermain atau membuang makanan
  • Bersihkan mulut anak ketika sudah selesai makan, tidak selama proses makan

Untuk penjelasan lebih lanjut, berikut aturan pemberian makan balita agar lebih fokus, mengutip dari Healthy Children.

Membuat jadwal makan balita yang teratur

Buatlah jadwal makan yang teratur untuk balita Anda agar ia memahami kapan waktunya makan dan kapan bukan. Selain itu, dengan jadwal yang teratur balita akan mulai belajar mengenali rasa lapar dan kenyang.

Jadi, Anda sebagai orangtua bisa menyajikan makanan sesuai dengan waktunya dan menghindari risikoobesitas pada anak akibat makan yang tidak terjadwal.

Jangan berharap anak akan menghabiskan makanannya

Tidak sedikit orangtua yang memaksa anaknya untuk menghabiskan makanan yang disajikan di atas piring. Kalimat “nanti nasinya nangis,” sering dijadikan tameng agar anak menghabiskan makanannya. Namun, hal ini tidak baik untuk psikologis si kecil. 

Memaksa balita untuk menghabiskan makanan bisa membuatnya trauma dan tidak ingin makan di kemudian hari. ketika jadwal makan balita tiba, sajikan makanan sesuai dengan porsi si kecil.

Kalau masih tidak habis, biarkan menjadi sisa makanan. Di fase ini, anak sudah mulai memilih ukuran porsi makan sendiri dan belajar mengenal rasa kenyang. 

Mungkin ada kondisi anak bosan dengan menu yang disajikan, ini saatnya Anda mengenalkan jenis makanan baru dengan cara:

  • Menyajikan makanan baru ketika anak sedang lapar.
  • Mencoba makanan baru satu per satu.
  • Sajikan dalam jumlah sedikit.
  • Buat beberapa jenis makanan baru agar si kecil bisa memilih.

Semakin banyak pilihan menu makanan, anak Anda bisa menyesuaikan dan mengetahui selera makan dan menu apa yang disukainya.

Hindari menonton televisi atau bermain gawai

Ketika jadwal makan sudah tiba dan anak rewel karena tak kunjung mau makan, banyak ibu mengatasinya dengan memberikan gawai atau televisi sebagai “sogokan”.

Namun, ini tidak baik untuk kesehatan karena bisa memicu obesitas dan membuat anak tidak fokus dengan menu makanannya. Batasi penggunaan televisi dan tayangan video sebanyak 1-2 jam dalam sehari.

Membiarkan anak memiliki kontrol terhadap makanannya sendiri

Bagi sebagian orangtua, mungkin merasa tidak nyaman ketika melihat anak memilih makanan mana yang akan ia makan. Pasalnya, anak mungkin cenderung memilih makanan yang tidak sehat untuk disantapnya.

Namun, orangtua tetap bertanggung jawab terhadap memilih makanan yang baik untuk balita, terutama saat jadwal makan sudah tiba.

Kids Health menjelaskan bahwa anak usia 4 tahun seharusnya tidak lagi diberikan makanan secara pihak, tetapi diberi pilihan oleh orangtuanya.

Tentu, Anda sebagai orangtua wajib memberikan pilihan makanan yang bergizi dan sehat. Selain itu, di usia empat tahun, anak juga sudah mengerti rasa lapar dan kenyang dengan mengatakannya.

Bila Anda tidak memberi kontrol anak terhadap makanannya sendiri, ia akan mengesampingkan sistem kenyang dan lapar ini. Ditambah, ia tidak mengikuti jadwal makan si kecil yang sudah dibuat.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ibu Jangan Cemas, Ini Penyebab dan Penanganan untuk Bayi yang Susah Makan

Mengajarkan bayi makan sendiri memang tidak mudah, terlebih saat ia sedang susah bahkan tidak mau makan. Kenapa hal ini bisa terjadi dan apa penanganannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Porsi Makan Siang Anak yang Ideal Agar Si Kecil Selalu Aktif dan Sehat

Makan siang merupakani "bekal" untuk menyediakan simpanan energi saat anak beraktivitas. Sudahkah Anda tahu berapa porsi makan siang yang ideal bagi anak?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Tips Memberi Makan Anak dengan Bibir Sumbing Agar Nutrisinya Tercukupi

Memberi makan anak yang memiliki bibir sumbing bisa menjadi tantangan tersendiri. Berikut adalah sederet tips yang dapat Anda ikuti.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Anak Susah Makan Jangan Dibiarkan, Ini Cara Mengatasinya

Jangan biarkan anak susah makan berlarut-larut. Mungkin saja ada alasan khusus kenapa sampai anak tidak mau makan. Yuk, pahami cara mengatasinya di sini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Direkomendasikan untuk Anda

porsi makan anak 5 tahun

Seberapa Banyak Porsi Makan yang Tepat untuk Anak Usia 5 Tahun?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 08/04/2020
porsi makan anak 4 tahun

Seberapa Banyak Porsi Makan yang Tepat untuk Anak Usia 4 Tahun?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020
jadwal makan bayi di bawah 6 bulan

Ketika Sudah Mulai MPASI, Ini Jadwal Makan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020
porsi makan anak 3 tahun

Seberapa Banyak Porsi Makan yang Tepat untuk Anak Usia 3 Tahun?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30/03/2020