Memahami Gejala Alergi Makanan Pada Anak dan Cara Mengatasinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum.

Alergi makanan biasanya lebih banyak dialami oleh bayi dan balita. Jika Anda atau pasangan memiliki alergi makanan tertentu, anak juga berpeluang memiliki alergi yang sama di kemudian hari. Meski begitu Anda jangan terlalu khawatir, karena semua bisa dicegah bila Anda memerhatikan beberapa hal penting, termasuk mengetahui tanda dan gejala alergi makanan pada anak.

Alergi makanan berbeda dengan intoleransi makanan

Kebanyakan orang menganggap alergi makanan dan intoleransi makanan adalah hal yang sama. Padahal, keduanya berbeda.

Alergi makanan terjadi ketika sistem imun bereaksi berlebihan terhadap senyawa yang dianggap berbahaya setelah mengonsumsi makanan tertentu. Alergi makanan dapat bersifat kronis (berlangsung lama), atau akut (secara tiba-tiba).

Sementara intoleransi makanan tidak menyangkut sistem imun, melainkan disebabkan karena ketidakmampuan anak dalam mencerna zat tertentu dalam makanan (seperti laktosa).

Mengenali gejala alergi makanan pada anak

Sebelum menduga segala gejala dan penyakit sebagai “alergi makanan”, sebaiknya ketahui dulu gejala alergi makanan pada anak.

Pada kulit:

  • Bintik-bintik merah yang terlihat seperti gigitan nyamuk)
  • Ruam kulit yang terasa gatal (eksim, juga disebut dermatitis atopik)
  • Pembengkakan

Pada pernapasan:

Pada pencernaan:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Sakit perut

Pada sirkulasi darah:

  • Kulit pucat
  • Hilang keseimbangan
  • Hilang kesadaran (pingsan)

Reaksi alergi makanan dapat muncul berbeda-beda. Anak Anda mungkin memunculkan reaksi hanya di salah satu bagian tubuh seperti yang sudah disebutkan di atas, atau justru malah melibatkan banyak bagian tubuh.

Dalam beberapa kasus, anak juga mungkin mengalami anafilaksis, yaitu kondisi ketika tubuh memberikan reaksi yang tergolong berat hingga mengancam keselamatan jiwanya. Itu sebabnya, gejala alergi makanan pada anak yang satu ini membutuhkan penanganan medis segera.

Beberapa makanan yang umumnya sering menyebabkan alergi

Walaupun semua makanan berpotensi menyebabkan alergi, tapi kebanyakan kasus alergi makanan disebabkan oleh:

  • Susu sapi
  • Telur
  • Kacang tanah
  • Kedelai
  • Gandum
  • Kacang pohon (seperti kenari, pistachio, dan kacang mete)
  • Ikan (seperti tuna, salmon, kod)
  • Kerang (seperti udang dan lobster)

Pada umumnya, kacang tanah, kacang-kacangan, dan makanan laut adalah pemicu reaksi alergi berat. Alergi makanan pada daging, buah-buahan, sayuran, padi-padian, dan biji-bijian seperti wijen, juga mungkin terjadi.

Terlepas dari itu semua, alergi makanan pada anak usia dini ternyata bisa hilang. Sekitar 80-90 persen alergi telur, susu, gandum, dan kedelai tidak akan muncul lagi ketika anak berusia 5 tahun.

Namun, masih saja ada beberapa alergi yang membandel, misalnya  satu dari lima anak dapat sembuh dari alergi kacang tanah, tapi lebih sedikit yang bisa sembuh dari alergi kacang-kacangan atau makanan laut.

Dokter anak maupun ahli alergi dapat melakukan beberapa tes untuk mendiagnosis alergi makanan pada anak dan memantau perkembangannya, apakah alergi sudah hilang atau belum.

Berbagai cara mengatasi alergi makanan pada anak

Jika Anda mencurigai si kecil mengembangkan tanda dan gejala alergi pada anak seperti yang sudah disebutkan di atas, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Dokter dapat mencari tahu makanan mana yang menyebabkan alergi dan membantu memberikan perawatan sesuai dengan kebutuhan anak. Dokter juga mungkin akan meresepkan obat-obatan seperti antihistamin untuk mengobati gejala.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca