Benarkah Bayi Susu Formula Lebih Gampang Sakit?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Lembaga kesehatan dunia, seperti WHO, dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyarankan agar setiap bayi diberi ASI eksklusif sampai 6 bulan pertama kehidupannya. Hal ini menjadi anjuran karena memang ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi dan mempunyai manfaat kesehatan yang sangat banyak untuk bayi. Lalu, bagaimana dengan bayi yang tidak diberikan ASI dan malah diberikan susu formula? Apa benar bayi susu formula lebih rentan sakit?

Bayi susu formula lebih rentan sakit pada setahun pertama

Sebuah penelitian menyatakan bahwa bayi yang mengonsumsi susu formula memiliki kemungkinan sakit lebih tinggi dibandingkan bayi yang menyusu ASI. Bayi susu formula mempunyai risiko terkena penyakit infeksi yang lebih tinggi pada tahun pertama kehidupannya. Mengapa?

Hal ini bisa dikaitkan dengan faktor imunitas yang terkandung dalam ASI. Sel imun yang terdapat pada bagian tertentu tubuh ibu akan berpindah ke kelenjar payudara dan menghasilkan antibodi IgA spesifik yang bisa meningkatkan imunitas (kekebalan tubuh) bayi. Hal ini membuat bayi ASI dapat lebih terlindungi dari penyakit infeksi, seperti influenza, diare, infeksi pernapasan, dan lainnya. Tak hanya itu, pemberian ASI pada bayi juga dapat mencegah alergi dan melindungi bayi dari sejumlah penyakit kronis.

Sementara, susu formula tentu tidak mempunyai fungsi imunitas (kekebalan tubuh). Dalam susu formula tidak terkandung antibodi yang dapat melindungi bayi dari penyakit. Hal ini membuat bayi susu formula mempunyai kekebalan tubuh yang mungkin lebih rendah dibandingkan bayi ASI, sehingga lebih rentan sakit.

Penyakit yang mungkin terjadi pada bayi susu formula

Karena tidak adanya antibodi pada susu formula, bayi yang tidak sama sekali diberikan ASI kehilangan kesempatan untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya. Hal ini tentu membuat bayi susu formula lebih rentan sakit. Beberapa penyakit yang mungkin sering terjadi pada bayi susu formula adalah:

1. Infeksi pada saluran pencernaan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi susu formula mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk mengalami gastroenteritis dan diare. Penelitian yang dilakukan oleh Chien dan Howie menunjukkan bahwa bayi yang diberi susu formula mempunyai kemungkinan 2,8 kali lebih besar untuk mengembangkan penyakit infeksi gastrointestinal (menyerang lambung dan usus), dibandingkan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif.

2. Infeksi saluran pernapasan bagian bawah

Penelitian oleh Bachrach dan rekan menunjukkan bahwa bayi yang tidak diberi ASI di usia awal kehidupannya mempunyai risiko 3,6 kali lebih besar untuk mengalami infeksi saluran pernapasan bawah di awal tahun pertama kehidupannya. Hal ini berbeda dengan bayi yang diberi ASI secara eksklusif sampai lebih dari 4 bulan sejak kelahirannya.

Penelitian tersebut menjelaskan bahwa kandungan lemak dalam ASI tampaknya bisa menghalangi aktivitas virus RSV (respiratory syncytial virus) yang bisa menyebabkan infeksi pada paru-paru dan saluran napas.

3. Otitis media

Otitis media adalah infeksi yang terjadi di bagian telinga tengah. Sekitar 44% bayi bisa mengalami otitis media di tahun pertama kehidupannya. Risiko bayi mengalami infeksi ini meningkat pada bayi yang diberi susu formula dengan botol susu dibandingkan bayi yang diberi ASI eksklusif. Cairan pada tenggorokan bayi yang sering menyusu botol dapat mencapai telinga tengah dengan mudah sehingga bisa menimbulkan infeksi.

4. Obesitas dan penyakit metabolik

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa anak yang di masa kecilnya diberi susu formula (bukan ASI) cenderung lebih bisa menjadi gemuk di masa dewasanya. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa bayi yang diberi susu formula mempunyai risiko 1,6 kali lipat lebih besar  untuk mengembangkan diabetes tipe 2 dibandingkan bayi yang diberi ASI. Hal ini mungkin disebabkan oleh kandungan susu formula yang berbeda dengan ASI, asupan makan bayi, praktik pemberian makan, dan faktor gaya hidup lainnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Artikel dari ahli Arinda Veratamala, S.Gz

9 Penyakit Infeksi pada Anak yang Rentan Menyerang

Penyakit infeksi pada anak cukup mengkhawatirkan karena bisa mengganggu tumbuh kembang. Lantas, apa saja penyakit infeksi yang sering dialami anak?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
penyakit infeksi pada anak

Zat Besi Sangat Penting Bagi Bayi, Berapa Banyak yang Dibutuhkannya?

Saat bayi menginjak usia 6 bulan, ASI saja sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan zat besi bayi. Nah, jika terjadi kekurangan zat besi, apa sih dampaknya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
kebutuhan zat besi bayi

Makanan Padat Bayi Sebaiknya yang Seperti Apa?

Bayi yang tadinya biasa menerima makanan dalam bentuk cair (ASI), harus belajar menerima makanan padat. Nah, makanan padat bayi sebaiknya yang seperti apa?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
makanan padat untuk aanak
Parenting, Nutrisi Anak 31 Mei 2019

Yang juga perlu Anda baca

Higroma Kistik, Ketika Muncul Benjolan Pada Leher Atau Kepala Si Kecil

Pernah melihat tumbuhnya benjolan di bagian leher atau kepala bayi? Kemungkinan besar bayi tersebut mengalami higroma kistik. Kok bisa, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Anak, Parenting 26 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit

Saat Bayi Prematur Jatuh Sakit, Apa yang Sebaiknya Ortu Lakukan?

Bayi yang lahir prematur lebih rentan jatuh sakit karena sistem imunnya masih lemah. Lantas, apa yang harus orangtua lakukan ketika bayi prematur sakit?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Tips Parenting 29 Juli 2018 . Waktu baca 4 menit

Gejala Meningitis Pada Bayi yang Perlu Anda Perhatikan

Meningitis, penyakit radang selaput otak yang perlu ditangani sesegera mungkin. Apalagi, meningitis pada bayi. Perhatikan gejalanya agar tidak terlambat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Anak, Parenting 19 Mei 2018 . Waktu baca 5 menit

3 Penyebab Utama Kenapa Bayi dan Balita Sering Muntah

Muntah pada bayi adalah kondisi yang cukup umum terjadi. Tapi bagaimana membedakan mana muntah yang bahaya dan hanya gumoh?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Anak, Parenting 25 April 2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

asi campur susu formula sufor

Bolehkah Mencampurkan Pemberian ASI dan Susu Formula untuk Bayi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
Konten Bersponsor
perbedaan susu sapi dan soya

Adakah Perbedaan pada Tumbuh Kembang Anak Minum Susu Sapi dan Soya?

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 16 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
susu formula yang tidak bikin sembelit untuk bayi anak

Pilihan Susu Formula Agar Bayi Tidak Sembelit

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 April 2020 . Waktu baca 7 menit
pemberian susu formula pada bayi

7 Kondisi yang Membuat Bayi Perlu Diberikan Susu Formula

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit