Aneka Macam Resep Makanan Bayi yang Sehat dan Menggugah Selera

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/05/2020
Bagikan sekarang

Membuat makanan bayi sebenarnya tidak jauh berbeda seperti saat ibu menyiapkan makanan untuk anggota keluarga lainnya. Hanya saja, tekstur dan pilihan olahan makanan mungkin harus lebih Anda perhatikan karena kemampuan makan si kecil yang belum sempurna. Untuk membantu ibu dalam menyajikan menu makanan bayi yang lezat tetapi tetap dapat memenuhi nutrisi hariannya, mari sontek aneka resep di bawah ini.

Aneka resep makanan bayi

Bayi yang baru pertama kali belajar makan makanan padat sebaiknya tetap diberikan ASI sesuai jadwal makannya.

Pemberian makanan bersama dengan ASI umumnya dimulai sejak bayi berusia enam bulan atau dikenal dengan nama makanan pendamping ASI (MPASI).

Menjelang usia enam bulan nantinya si kecil mulai menunjukkan tanda siap makan MPASI. Secara berangsur-angsur, kemampuan makan bayi akan semakin baik seiring bertambahnya usia.

Kuncinya, sajikan makanan yang lezat dan sehat untuk menarik perhatiannya agar mau makan. Inspirasi resep makanan bayi bisa Anda dapatkan dari mana saja selama teksturnya sesuai dengan kemampuan makan si kecil.

Agar lebih semangat dalam membuat makanan bayi, berikut contoh resep yang mudah dan bisa langsung Anda praktikkan di rumah sesuai usianya:

Resep makanan bayi usia 6-8 bulan

Setelah selalu menyusu ASI eksklusif, memulai pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) di usia enam bulan mungkin menjadi tantangan baru bagi para ibu.

Pastikan makanan yang Anda sajikan di usia enam bulan bertekstur lumat dan lembut sehingga mudah saat dimakan oleh si kecil.

Baru kemudian di bulan ketujuh dan kedelapan tekstur makanan bayi bisa ditingkatkan menjadi makanan tumbuk tetapi sangat halus (mashed food).

Berikut contoh resep makanan bayi usia 6-8 bulan:

1. Nasi tim/bubur campur

Sumber: Happy Veggie Kitchen

Resep makanan bayi yang satu ini biasanya disajikan di awal masa perkenalannya dengan makanan padat. Langsung saja, berikut bahan dan cara membuat nasi tim campur:

Bahan-bahan

  • 2 takaran cangki beras
  • ½ gram (gr) daging ayam
  • Tempe secukupnya
  • 2-3 gelas air
  • 2 sendok teh (sdt) minyak
  • ½ buah labu

Cara membuat

  1. Campurkan beras, ayam, tempe, air, dan minyak menjadi satu kemudian dimasak sampai lunak.
  2. Jika semua campuran bahan sudah cukup matang, masukkan labu atau sayur apa pun sesuai selera.
  3. Lanjutkan masak sampai sayuran ikut matang dan tambahkan bumbu seperti garam, gula, maupun micin secukupnya.
  4. Ketika semua sudah matang dan tercampur rata, haluskan makanan bayi dengan menggunakan blender atau food processor.
  5. Makanan bayi siap untuk disajikan.

2. Rebusan daging sapi dengan wortel dan kentang

Selain dengan nasi, sumber karbohidrat untuk bayi bisa Anda ganti dengan bahan makanan lain, contohnya kentang.

Jangan lupa juga untuk menyertakan asupan protein dari daging sapi dan vitamin, mineral, serta serat dari wortel. Begini resep membuat rebusan daging sapi dengan wortel dan kentang sebagai makanan bayi:

Bahan-bahan

  • ¼ kilogram (kg) daging sapi tanpa tulang, potong menjadi bentuk dadu dengan ukuran kecil
  • 2 sendok teh (sdt) minyak zaitun
  • ¼ buah bawang bombai ukuran kecil, cacah halus
  • 1 buah wortel ukuran biasa, kupas dan potong kecil-kecil
  • 1 buah kentang, kupas dan potong kecil-kecil
  • 1 gelas air

Cara membuat

  1. Panaskan minyak zaitun di dalam panci dengan api sedang.
  2. Masukkan potongan daging sapi yang sudah dibentuk kecil-kecil kemudian masak sekitar 2-3 menit atau sampai berwarna cokelat.
  3. Tambahkan potongan bawang bombai, wortel, kentang, dan air.
  4. Aduk sampai semua bahan tercampur rata, mendidih, dan matang.
  5. Setelah mendidih, kecilkan api dari sedang ke rendah, lalu tutup panci dan biarkan selama kurang lebih 1 jam 15 menit atau setidaknya sampai daging sapi dan sayuran lunak.
  6. Tambahkan bumbu seperti garam, gula, maupun micin secukupnya.
  7. Haluskan semua bahan di dalam blender atau food processor hingga mendapatkan tekstur yang lunak atau sesuai dengan kemampuan bayi.
  8. Rebusan daging sapi dengan wortel dan kentang siap untuk disajikan.

3. Pasta fusilli dan salmon

Selingi makanan harian dengan memberikan pasta untuk bayi agar tidak cepat bosan dengan menu makanan yang itu-itu saja.

Supaya asupan protein dan lemak sehatnya tetap tercukupi, Anda bisa menambahkan ikan salmon atau ikan lainnya serta sayuran sesuai selera.

Resep makanan bayi dari pasta fusilli dan salmon adalah sebagai berikut:

Bahan-bahan

  • 1 potong ikan salmon ukuran kecil tanpa tulang
  • 50 gram (gr) pasta fusilli
  • ½ potong daun bawang ukuran keci, kemudian iris tipis-tipis
  • 50 gr brokoli
  • 3 sendok makan (sdm) keju parmesan, kemudian parut
  • 5 sdm susu cair
  • 1 sdm minyak zaitun

Cara membuat

  1. Tempatkan salmon di dalam wadah tahan panas khusus microwave dan tambahkan 2 sdm susu, kemudian masak selama 2 menit di dalam microwave.
  2. Jika tidak ingin memasak di dalam microwave, Anda bisa memasak salmon di atas panci dengan api sedang. Tambahkan sedikit minyak zaitun dan 2 sdm susu. Pastikan sudah tidak ada lagi serpihan tulang pada ikan salmon.
  3. Rebus pasta fusilli dan brokoli selama 4-5 menit. Pilihan lainnya juga bisa dengan mengukur brokoli tetapi tetap dengan merebus pasta fusilli.
  4. Mulai panaskan sedikit minyak zaitun di atas wajan lalu beri tambahan daun bawang dan masak di atas api sedang.
  5. Tambahkan susu yang masih tersisa, biarkan sampai susu mendidih kemudian masukkan salmon dan rebus selama 3-4 menit.
  6. Masukkan keju sampai meleleh lalu tambahkan pasta dan brokoli yang telah matang. Tambahkan bumbu seperti garam, gula, maupun micin secukupnya.
  7. Jika semua bahan sudah matang, haluskan di dalam blender atau food processor hingga mendapatkan tekstur yang lunak atau sesuai dengan kemampuan bayi.
  8. Pasta fusilli dan salmon bisa segera Anda sajikan untuk bayi.

Resep makanan bayi usia 9-11 bulan

Kemampuan makan bayi menginjak usia sembilan bulan sudah cukup banyak mengalami perkembangan.

Hal ini terbukti dengan tekstur makanan bayi yang sudah meningkat ketimbang usia sebelumnya saat pertama kali belajar makan.

Selama usia 9-11 bulan ini, bayi umumnya mampu makan makanan dengan tekstur dicincang halus (minced), dicincang kasar (chopped), dan finger foods.

Nah, berikut berbagai pilihan resep makanan bayi usia 9-11 bulan:

1. Sup kacang merah sayuran dengan daging

Sumber: Food Network

Perkenalkan juga si kecil dengan kacang-kacangan sejak dini. Namun, pastikan Anda telah mengolahnya sampai benar-benar halus agar tidak membuat bayi tersedak saat makan.

Begini resep sup kacang merah sebagai pilihan makanan bayi:

Bahan-bahan

  • ½ -¼ kg kacang merah, sesuaikan dengan kebutuhan
  • 2 cangkir takaran gelas beras
  • ¼ kg daging sapi tanpa tulang
  • 1 sdm minyak zaitun
  • ½ buah bawang bombai, cincang halus
  • 1 buah wortel, potong sampai kecil dan halus
  • 1 batang seledri, potong kecil-kecil dan halus
  • 2 gelas air

Cara membuat

  1. Panaskan minyak zaitun di atas api sedang, kemudian masukkan bawang bombai dan seledri lalu masak sampai lunak.
  2. Sembari menunggu matang, masak nasi hingga sekiranya mendapatkan tekstur yang agak lumat dan pas untuk bayi.
  3. Masak air dan daging hingga mendidih, lalu masukkan kacang merah serta wortel kemudian tunggu hingga semuanya matang.
  4. Jika sudah matang, kecilkan api kemudian masukkan bawang bombai seledri dan seledri yang telah ditumis sebelumnya lalu masak lagi sampai matang.
  5. Campurkan nasi, sup kacang merah, daging, serta sayuran ke dalam blender dan food processor lalu haluskan sampai mendapat tekstur yang diinginkan untuk bayi.
  6. Nasi, sup kacang merah, daging, dan sayuran siap untuk disajikan kepada si kecil.

2. Kentang tumbuk dengan brokoli dan daging asap

Jika sedang tidak ingin menghaluskan kentang dengan food processor, Anda bisa coba membuat kentang tumbuh (mashed potato).

Agar kebutuhan gizi harian bayi tetap tercukupi, lengkapi juga dengan tambahan brokoli dan daging asap. Berikut resep makanan bayi dari kentang tumbuk dengan brokoli dan daging asap:

Bahan-bahan

  • 1 buah kentang ukuran sedang, potong menjadi beberapa bagian
  • 1 butir telur
  • 1 batang daun seledri, potong kecil-kecil
  • 80 mililiter (ml) susu formula
  • 50 gr brokoli
  • 2 lembar daging asap
  • 1 siung bawang putih, iris tipis-tipis
  • 1 siung bawang merah, iris tipis-tipis
  • Margarin secukupnya

Cara membuat

  1. Kukus, daging asap, brokoli, dan kentang hingga matang, kemudian hancurkan semuanya dengan garpu atau alat penumbuk.
  2. Masukkan daging asap, brokoli, dan daun seledri yang sudah dipotong kecil-kecil ke dalam kentang kemudian aduk hingga semuanya tercampur rata.
  3. Panaskan margarin di atas api sedang, lalu tumis bersama bawang putih dan bawang merah.
  4. Masukkan telur dan buat menjadi orak-arik hingga matang.
  5. Tuang susu secukupnya, lalu aduk sampai semuanya tercampur rata.
  6. Masukkan kentang yang telah dicampur bersama daging asap, brokoli, dan daun seledri lalu tambahkan susu jika masih dibutuhkan.
  7. Anda bisa menambahkan parutan keju ke atas kentang tumbuk yang sudah dicampur dengan semua bahan.
  8. Kentang tumbuk dengan daging asap dan brokoli siap untuk disajikan kepada si kecil.

Resep makanan si kecil usia 12-23 bulan

Tiba di usia bayi yang sudah genap 12 bulan ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa si kecil sudah diperbolehkan untuk makan makanan keluarga.

Artinya, tekstur makanan bayi tidak lagi sangat lumat atau cincang halus, tetapi sudah bisa diberi makanan dengan tekstur seperti yang dimakan anggota keluarga lainnya.

Hanya saja, pastikan teksturnya tidak terlalu keras dan ukurannya tidak terlalu besar sehingga masih mudah dimakan oleh si kecil.

Berikut pilihan resep makanan bayi yang sehat dan mengenyangkan:

1. Makaroni schotel kukus

Sumber: SuperValu

Bosan dengan menu makanan yang ditumis dan direbus? Ibu bisa coba berkreasi dengan olahan makanan kukus. Salah satu resep menu makanan bayi yang bisa dibuat yakni makaroni schotel kukus.

Begini bahan dan cara pembuatan makaroni schotel kukus yang mudah dan kaya gizi:

Bahan-bahan

  • 50 gr pasta makaroni
  • 3-5 sdm keju
  • 1 buah bawang bombai, iris bentuk dadu kecil
  • 5 siung bawang putih, rajang kasar
  • Susu secukupnya
  • 4 buah sosis yang sudah dipotong kecil-kecil
  • 1 buah wortel yang sudah dipotong kecil-kecil
  • 1 butir telur

Cara membuat

  1. Panaskan margarin secukupnya di atas api sedang, masukkan bawang bombai dan bawang putih lalu tumis hingga harum.
  2. Masukkan sosis beserta bumbu perasa seperti garam, gula, lada, dan micin, kemudian cek rasanya.
  3. Panaskan air kemudian rebus makaroni sampai matang dan empuk. Angkat dan tiriskan setelah matang.
  4. Siapkan wadah alumunium foil untuk mengukus makaroni schotel, masukkan susu, telur, dan keju kemudian aduk rata.
  5. Tambahkan tumisan bawang bombai dan bawang putih beserta makaroni yang telah direbus sebelumnya.
  6. Setelah semua bahan tercampur rata di dalam wadah alumunium foil, taburu irisan keju di atasnya.
  7. Kukus semua bahan selama 20-30 menit, lalu diamkan sekitar 5 menit setelah matang sampai teksturnya agak lebih padat.
  8. Makaroni schotel kukus untuk bayi siap untuk disajikan.

2. Nasi tim dengan kaldu ayam campur tofu, bakso, dan sawi

sup tahu

Meski sering disuguhkan aneka sumber karbohidrat seperti kentang dan pasta, jangan lupa kalau nasi tetap makanan pokok si kecil.

Ibu bisa memadukan nasi dengan tofu, bakso, dan sawi yang diolah bersama kaldu ayam untuk memberikan energi bagi hari si kecil.

Berikut resep mudah dalam membuat nasi tim campur sebagai makanan bayi yang tidak butuh banyak waktu:

Bahan-bahan

  • 2 takaran cangkir beras
  • 3-4 buah ceker ayam
  • 3-4 buah bakso
  • 1 buah tofu, potong kecil-kecil
  • 1 ikat sawi, potong kecil-kecil
  • 2-3 gelas air

Cara membuat

  1. Masak air dan ceker ayam kemudian biarkan hingga mendidih, matang, dan menghasilkan kuah kaldu.
  2. Sembari menunggu ceker matang, masak nasi hingga mendapatkan tekstur yang pas untuk bayi.
  3. Setelah ceker matang, angkat dan tiriskan ceker kemudian masukkan tofu, bakso, dan sawi yang telah dipotong kecil-kecil. Tambahkan bumbu perasa seperti garam, gula, dan micin secukupnya.
  4. Campurkan nasi dengan tekstur yang halus bersama dengan kuah kaldu, tofu, bakso, dan sawi.
  5. Nasi tim dengan kuah kaldu, tofu, bakso, dan sawi siap untuk disajikan kepada bayi.

Beragam resep makanan bayi di atas terbilang mudah untuk diolah di rumah. Selamat mencoba menyajikan menu makanan bayi yang padat gizi dan lezat berdasarkan resep di atas ya, Bu!

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Menerapkan Jadwal MPASI Usia 6-24 Bulan Beserta Aturannya

Sejak dini bayi sebaiknya punya jadwal MPASI yang teratur. Agar lebih optimal, ortu perlu tahu seperti apa jadwal makan yang tepat untuk bayi.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Bayi Kurang dari 6 Bulan Diberikan Makanan, Boleh atau Tidak, Ya?

Bayi yang belum genap 6 bulan seharusnya masih menyusu ASI. Namun, bolehkah memberikan makanan untuk bayi di bawah 6 bulan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Panduan Menyiapkan dan Memberikan Makanan Bayi Sampai Usia 2 Tahun

Pemberian makanan untuk bayi penting guna memenuhi kebutuhan gizi hariannya. Namun, jangan asal, pahami dulu berbagai hal penting seputar makanan si kecil.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Membuat Menu Makanan Bayi 8 Bulan Tidak Sulit, Kok! Ini Inspirasi yang Bisa Dicoba

Menyajikan beragam menu makanan dapat membantu bayi 8 bulan agar terbiasa dan tidak suka pilih-pilih makan. Yuk, sontek berbagai menunya di sini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Direkomendasikan untuk Anda

kebutuhan lemak untuk bayi

Tidak Selalu Buruk, Ini Jumlah Kebutuhan Lemak untuk Bayi yang Harus Dipenuhi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/04/2020
kebutuhan protein bayi

Memahami Kebutuhan Protein Bayi dan Pilihan Sumbernya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020
menu makanan bayi 7 bulan

Agar Lebih Bervariasi, Begini Cara Membuat Menu Makanan Bayi 7 Bulan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020
jadwal makan bayi di bawah 6 bulan

Ketika Sudah Mulai MPASI, Ini Jadwal Makan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020