Si Kecil Gila Cokelat di Hari Natal? Batasi Asupannya ya, Bu!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bagi anak-anak, Natal jadi hari yang ditunggu karena cokelat kerap jadi camilan yang hampir selalu tersaji. Cokelat dikenal memberikan efek bahagia saat dimakan. Sayangnya, terlalu banyak makan cokelat juga tidak baik untuk kesehatan si kecil. Oleh karena itu, ada beberapa alasan mengapa orangtua perlu mengingatkan anak untuk tidak kebanyakan makan cokelat.

Dampak yang muncul saat anak kebanyakan makan cokelat

Kebanyakan makan cokelat bisa membuat anak mengalami berbagai masalah mulai dari sembelit sampai gigi berlubang:

1. Menyebabkan sembelit

resep dessert coklat menu takjil buka puasa

Berbagi kehangatan dan kebahagiaan di hari Natal adalah momen yang ditunggu. Kebahagiaan juga dituangkan lewat sajian beragam makanan lezat. Termasuk camilan cokleat yang terhidang.

Melihat warna-warni cokelat, pasti si kecil suka sekali dengan rasanya, manis dan membuat ketagihan. Saking enaknya, anak jadi sulit berhenti dan terlalu banyak makan cokelat.

Orangtua perlu tahu, anak yang kebanyakan makan cokelat bisa saja mengalami sembelit atau konstipasi.

Sembelit terjadi jika sistem pencernaan terganggu dan tidak seaktif biasanya. Hal ini membuat frekuensi BAB jadi lebih jarang, setidaknya tiga kali saja dalam seminggu.

Sebenarnya, belum ada temuan spesifik yang menyatakan bahwa banyak makan cokelat bisa membuat sembelit. Namun, diduga kuat bahwa kandungan bahan cokelat bisa memicu terjadinya gangguan pencernaan tersebut,

Cokelat dengan isian biasanya kaya akan gula. Selain itu, cokelat juga mengandung kafein yang bisa jadi penyebab dehidrasi. Kue cokelat juga umumnya mengandung susu.

Berbagai bahan ini bisa menjadi risiko pemicu sembelit apalagi jika dikonsumsi terlalu banyak.

Jika sudah demikian, orangtua perlu membatasi atau menghentikan asupan cokelat si kecil. Jika anak telanjur sembeit, redakan gejalanya dengan obat pencahar.

2. Membuat anak susah tidur

Tidak hanya pada kopi atau teh, orangtua perlu tahu bahwa cokelat juga mengandung kafein. Kafein adalah zat stimulan yang membuat seseorang bersemangat.

Jika asupan cokelat si kecil di malam Natal misalnya tidak dibatasi sehingga anak makan kebanyakan, jangan heran jika ia tak kunjung merasa lelah dan apalagi tertidur.

Sebelum hal ini terjadi, ada baiknya orangtua membatasi asupan cokelat si kecil saat Natal agar jam tidurnya tidak terganggu.

3. Mengakibatkan malnutrisi dan gigi berlubang

malnutrisi adalah

Di balik rasanya yang manis, cokelat mengandung banyak gula. Jika dikonsumsi terlalu banyak, gula dalam cokelat bisa menimbulkan masalah kesehatan pada anak.

Anak yang sudah terbiasa mengonsumsi satu makanan tertentu dan cenderung enggan makan jenis lainnya bisa mengarahkannya kepada kondisi malnutrisi.

Malnutrisi tak berarti anak kurang makan. Kondisi ini dapat menggambarkan ia kelebihan satu nutrisi tertentu. Jika si kecil hobi makan cokelat setiap hari, bisa jadi ia malas untuk makan makanan yang lain.

Hal ini bisa membuat anak jadi kekurangan nutrisi penting makro dan mikro yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya.

4. Gigi berlubang

mencegah gigi berlubang pada anak

Dampak selanjutnya yang timbul saat anak kebanyakan makan cokelat adalah timbulnya gigi berlubang dan juga penyakit gusi.

Jika si kecil enggan menggosok giginya, hal ini bisa memperburuk kondisi kesehatan gigi dan mulutnya.

Oleh karena itu, selepas berpesta dan mengonsumsi makanan lezat, ajak anak menggosok gigi dan melakukan flossing.

Selebihnya, orangtua tetap perlu membatasi asupan cokelat di kecil saat Natal dan hari-hari setelahnya.

Namun, cokelat juga baik dikonsumsi untuk kesehatan anak

biji cokelat
Sumber: Perfect Daily Grind

Meski bisa memicu berbagai masalah kesehatan, cokelat tak selalu membawa dampak buruk untuk anak.  Cokelat dapat meningkatkan aliran darah ke otak sehingga membuatnya dapat berfungsi lebih baik.

Kandungan flavonoid pada coklat yang dibuktikan pada jurnal The FASEB Journal membuktikan bahwa cokelat dapat meningkatkan memori dan fungsi kognitif.

Namun kembali lagi, meski cokelat memiliki manfaat saat dikonsumsi, jangan biarkan anak makan cokelat kebanyakan ya, Bu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Tanda Orang Cerdas yang Jarang Diketahui

Penasaran apakah Anda termasuk orang yang cerdas? Baca 10 tanda orang cerdas yang jarang diketahui pada artikel Hello Sehat ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Fakta Unik 07/06/2019 . Waktu baca 7 menit

Kelebihan Gizi Pada Anak Bisa Berbahaya, Ini yang Harus Dipahami Ortu

Asupan makanan harian dalam porsi besar bisa membuat anak mengalami gizi lebih. Mari cermati pola makan yang tepat untuk mengatasi gizi lebih pada anak!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 15/05/2019 . Waktu baca 9 menit

Benarkah Makan Cokelat Kebanyakan Bisa Bikin Jerawatan?

Cokelat memang enak tetapi banyak yang mengatakan makanan manis ini bisa menyebabkan jerawat. Agar tak keliru, ini faktanya yang perlu Anda tahu.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Penyakit Kulit, Jerawat, Health Centers 15/04/2019 . Waktu baca 3 menit

Kata Penelitian, Sejak Usia 2-6 Tahun Anak Berisiko Obesitas Bahkan Hingga Dewasa

Obesitas anak tidak langsung terjadi saat dewasa. Rentang usia 2-6 tahun ternyata bisa terus membawa bibit obesitas sampai remaj dan dewasa kelak.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/12/2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Susu UHT Rasa Coklat Menawarkan Manfaat Sehat untuk Anak, Asalkan…

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 09/05/2020 . Waktu baca 4 menit
perkembangan otak anak obesitas

Obesitas Pada Anak Bisa Memengaruhi Perkembangan Otaknya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 22/01/2020 . Waktu baca 4 menit
anak obesitas makan lemak

Apakah Anak Obesitas Masih Boleh Makan Makanan Berlemak?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 20/12/2019 . Waktu baca 4 menit
makan cokelat tiap hari

Suka Makan Cokelat Tiap Hari, Bikin Gemuk Atau Tidak, Ya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2019 . Waktu baca 4 menit