Panduan Tepat Mencuci Baju Bayi Supaya Bersih, Tidak Cepat Rusak, dan Aman Bagi Kulitnya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Cara mencuci baju bayi dengan baju orang dewasa sebenarnya sama, tapi tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pasalnya, kulit bayi masih sensitif dan rentan iritasi. Jika cara Anda mencuci baju bayi tidak benar dan tidak bersih, kulit mereka bisa timbul ruam dan gatal-gatal. Simak ulasan berikut mengenai cara mencuci baju bayi dan anak supaya bersih, aman, dan tidak cepat rusak.

Cara mencuci baju bayi supaya bersih, tidak cepat rusak, dan aman bagi kulitnya

Menurut Baby Center, jika baju bayi tidak dicuci bersih. maka kulit bayi yang masih sensitif bisa iritasi. Terlebih jika itu adalah baju baru. Meski Anda baru membelinya dan masih terbungkus rapi dengan plastik, ini bukan jaminan baju baru tersebut bersih. Baju baru biasanya masih mengandung sisa-sisa bahan kimia untuk menjaga baju bebas dari jamur dan kerutan selama disimpan di toko. Namun, bahan kimia tersebut bisa menyebabkan ruam pada kulit bayi.

Berikut langkah-langkah cara mencuci baju bayi

1. Memilih deterjen pembersih

Mencuci baju bayi sebenarnya tidak perlu pakai deterjen khusus. Kecuali jika kulit bayi Anda sangat sensitif, maka carilah produk deterjen yang diformulasikan khusus untuk kulit sensitif bayi.

Deterjen apapun yang Anda pakai, sebaiknya hindari menggunakan pelembut, pemutih, dan pewangi pakaian. Biasanya produk tersebut memiliki zat kimia yang dapat membuat kulit bayi iritasi dan alergi. Jangan pula menggunakan deterjen terlalu banyak. Terlalu banyak menuangkan deterjen bukannya akan membuatnya semakin bersih, tapi justru berisiko mengiritasi kulit bayi.

Perhatikan bila bayi mengalami batuk, bengkak pada kelopak mata dan bibir, atau gatal-gatal. Kemungkinan ini disebabkan oleh alergi deterjen. Segera konsultasikan kesehatan bayi pada dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

2. Pisahkan pakaian kotor

Jangan mencampur baju bayi dengan baju orang dewasa dalam satu kali cuci. Anda harus mencucinya secara terpisah.Apalagi bila salah satu anggota keluarga memiliki penyakit kulit yang bisa menular pada bayi.

Saat semua baju kotor bayi dikumpulkan, Anda juga harus memilah kembali berdasarkan tingkat kekotorannya. Baju yang sangat kotor bernoda harus dipisahkan dari baju kotor yang tidak bernoda. Tindakan ini guna mencegah noda baju yang kotor menempel pada baju yang lainnya.

Saat pemisahan, jangan lupa untuk membalik bahan pakaiannya (sisi dalam jadi di luar) untuk mengamankan bagian kancing, pita, atau resleting supaya tidak cepat rusak.

3. Pilihan cara mencuci berdasarkan bahan pakaian

Tidak semua pakaian bayi dapat dicuci dengan mesin cuci. Pakaian yang berbahan tebal, seperti wol, atau sangat halus, seperti sutera, akan cepat rusak jika dimasukkan dalam mesin cuci. Sebaiknya cuci pakai tangan.

Untuk pakaian yang bernoda, rendam terlebih dahulu dalam air hangat selama 10-15 menit untuk meluruhkan noda sekaligus mematikan bakteri atau tungau yang menempel. Mungkin Anda juga perlu menggosoknya beberapa kali supaya noda dan kotoran hilang dari pakaian.

5. Bilas sampai bersih

Setelah selesai dicuci, baik itu dengan tangan atau mesin cuci, bilas baju setidaknya dua kali atau tiga kali dengan air bersih yang berbeda. Ini dilakukan agar sisa deterjen dan kotoran hilang terbawa oleh air. Kemudian, tempatkan pakaian pada pengering dan jemur di tempat yang terkena sinar matahari.

Setelah pakaian kering, Anda boleh langsung menyetrikanya atau cukup dilipat dan disimpan di lemari. Selain baju, pelengkapan bayi lain yang menempel dengan kulitnya juga harus dibersihkan dengan benar, misalnya selimut atau seprai.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: April 30, 2018 | Terakhir Diedit: April 10, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca