5 Aturan Mencuci Baju Bayi yang Perlu Bunda Tahu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Banyak orang yang menganggap cara mencuci baju bayi dengan orang dewasa sama. Padahal, Bunda tidak boleh sembarangan ketika melakukannya. Hal ini karena bayi memiliki kulit yang cenderung sensitif sehingga sangat rentan mengalami iritasi.

Lantas, bagaimana cara mencuci baju bayi yang baik dan benar? Simak aturannya di bawah ini.

1. Selalu cuci baju baru sebelum dipakai

Karena bayi cenderung memiliki kulit yang sensitif, penting bagi Bunda untuk menjaga dan melindungi kulitnya agar tidak iritasi. Terlebih jika Bunda baru saja membelikannya baju baru.

Baju baru, meski masih terbungkus rapi dengan plastik, tidak menjamin bebas dari kuman, debu, ataupun senyawa berbahaya lainnya. Pasalnya, Bunda tidak mengetahui bahan-bahan apa saja yang telah kontak dengan pakaian tersebut selama proses produksi dan distribusi. Misalnya, asap rokok dan bahan kimia lainnya yang dapat mengiritasi kulit bayi Bunda. Jadi, biasakan untuk mencuci setiap baju baru sebelum si Kecil menggunakannya.

2. Pilih deterjen khusus untuk mencuci baju bayi

Jika bayi Bunda memiliki kulit yang sensitif, Bunda bisa menggunakan produk deterjen yang memang diformulasikan untuk kulit bayi sensitif. Pilihlah deterjen yang tidak mengandung pelembut, pemutih, dan pewangi pakaian. Deterjen yang mengandung zat kimia dapat membuat kulit bayi rentan mengalami iritasi atau alergi.

Deterjen yang aman untuk si Kecil adalah deterjen yang tidak mengandung paraben, sehingga tidak menyebabkan iritasi. Selain itu, carilah detergen yang mengandung bahan alami yang aman untuk kulit bayi serta menjaga pakaian bayi tetap lembut.

3. Cuci baju sesuai jenis bahannya

Tidak semua baju bayi dapat dicuci dengan cara yang sama. Beberapa pakaian dengan bahan tertentu seperti wol atau sutra mungkin tidak cocok dicuci menggunakan mesin cuci, dan sebaiknya dicuci dengan tangan.

Oleh sebab itu, sebelum mencuci baju bayi, pastikan Bunda memeriksa label pakaiannya. Label pakaian tidak hanya digunakan untuk memberi merek saja, tapi juga berguna untuk mengetahui cara perawatan pakaian tersebut. Dengan teliti membaca tulisan yang tertera pada label pakaian, maka kualitas pakaian bayi Bunda akan tetap terjaga.

4. Segera cuci baju apabila kotor

Cara terbaik untuk menghilangkan noda bekas gumoh, susu formula, ASI, makanan, atau kotoran lainnya di baju bayi adalah dengan mencucinya segera apabila kotor. Sayangnya, banyak Bunda yang telat menyadarinya sehingga noda di baju pun didiamkan terlalu lama dan jadi sulit dihilangkan.

5. Bilas baju sampai bersih

Baik mencuci menggunakan tangan atau mesin, jangan lupa untuk membilas baju si Kecil dengan air bersih. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada sisa sabun dan kotoran yang masih menempel pada pakaian bayi.

Setelah memastikan baju si Kecil bersih dari sisa sabun dan kotoran, keringkan baju di mesin pengering. Setelah itu, jemur pakaian di bawah sinar matahari langsung. Sebab, tidak hanya membuat pakaian lebih cepat kering, sinar matahari juga dapat membantu membunuh kuman yang masih tertinggal di pakaian. Selain baju, semua perlengkapan bayi yang menempel pada kulitnya harus dibersihkan dengan benar. Misalnya, selimut dan seprainya.

Ingat ya Bunda, jangan lupa untuk selalu memberikan perlindungan alami pada si Kecil di 1000 Hari Pertama Kehidupannya. Termasuk, perlindungan pada baju dan selimut si Kecil.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca