Seberapa Penting Vaksinasi Meningitis untuk Anak? Kapan Harus Mendapatkannya?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 02/06/2018
Bagikan sekarang

Anak-anak dan remaja berisiko tinggi terinfeksi penyakit meningitis atau yang sering disebut dengan radang selaput otak. Salah satu cara efektif untuk mencegah penularan penyakit ini adalah dengan vaksin meningitis. Lantas, seberapa penting pemberian vaksinasi meningitis untuk anak? Kapan waktu yang tepat untuk memberikan vaksinasi ini?

Apa itu penyakit meningitis?

Meningitis adalah infeksi pada selaput otak dan saraf tulang belakang yang dapat disebabkan oleh virus ataupun bakteri seperti Haemophylus influeza tipe B (HiB), pnemokokus dan sebagainya.

Pada orang dewasa, gejala khas dari penyakit meningitis adalah sakit kepala parah yang tak kunjung membaik disertai dengan nyeri leher. Sementara pada anak-anak gejalanya meliputi demam tinggi hingga menggigil, muncul warna kekuningan di kulit, tubuh dan leher anak terasa kaku, rewel dan bahkan sering menangis dengan teriakan tinggi, nafsu makan menurun, terlihat lemas dan kurang responsif.

Diagnosis meningitis pada anak terbilang sulit karena gejalanya sering muncul secara tiba-tiba dan mirip dengan penyakit lainnya. Jadi, segera konsultasikan ke dokter jika Anda mencurigai terkena salah satu gejala infeksi ini.

Vaksinasi meningitis cara terbaik untuk mencegah penyakit radang selaput otak

vaksin untuk flu

Dibandingkan dengan penyakit lainnya, meningitis adalah penyakit yang jarang terjadi. Meski begitu, penyakit ini dapat menyebabkan infeksi serius pada otak, sumsum tulang belakang, dan darah penderitanya. Perlindungan dari infeksi ini sangat penting. Jika tidak, infeksi akan cepat berkembang menjadi sangat berbahaya, bahkan dapat mematikan hanya dalam beberapa jam saja.

Anak-anak dan remaja usia 16 hingga 23 tahun berisiko lebih tinggi untuk terinfeksi penyakit ini. Itulah sebabnya, Centers for Diease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan anak remaja usia 11 hingga 12 tahun untuk vaksinasi meningitis dan kemudian melakukan vaksinasi tambahan (booster) pada usia 16 tahun. Namun, vaksinasi tambahan ini tidak diperlukan jika vaksin meningitis tahap pertama baru dilakukan setelah anak berusia 16 tahun.

Menurut CDC, vaksinasi 98 persen dapat melindungi anak-anak dari sebagian besar jenis penyakit meningitis.

Dalam situasi tertentu, vaksinasi meningitis juga direkomendasikan untuk bayi dan anak-anak yang berisiko tinggi infeksi ini karena:

  • Memiliki penyakit sistem imun, misalnya HIV
  • Memiliki kerusakan limpa atau sudah tidak memiliki limpa
  • Tinggal di daerah yang mengalami wabah meningitis
  • Melakukan perjalan ke daerah di mana penyakit meningitis mewabah
  • Memiliki jenis gangguan langka tertentu (complement component deficiency).
  • Sedang mengonsumsi obat Soliris.
  • Pernah mengalami meningitis sebelumnya

Pada kasus-kasus tersebut, dokter akan memberikan vaksinasi meningitis pada anak yang berusia di atas dua bulan hingga 10 tahun. Pada anak yang berusia kurang dari dua bulan vaksinasi ini tidak cocok diberikan.

Di Indonesia, vaksin meningitis tidak masuk dalam daftar 5 imunisasi wajib untuk anak. Pasalnya, salah satu imunisasi wajib tersebut sudah dapat memberikan anak perlindungan dari bakteri Haemophylus influeza tipe B (HiB), yang merupakan satu dari beberapa penyebab meningitis.

Namun, si kecil juga tetap bisa melakukan vaksin meningitis sebagai imunisasi tambahan. Maka itu, konsultasikan ke dokter sebelum melakukan vaksinasi meningitis pada anak.

Tidak semua anak boleh vaksinasi meningitis

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, anak yang berusia kurang dari dua bulan umumnya belum boleh diberikan vaksinasi meningitis karena vaksin ini tidak cocok diberikan untuk mereka. Selain itu, ada beberapa kondisi yang membuat anak tidak dianjurkan untuk melakukan vaksinasi meningitis, di antaranya:

  • Anak Anda memiliki reaksi alergi yang parah dan mengancam nyawa terhadap komponen yang terkandung pada vaksin meningitis atau pada salah satu komponen vaksin lainnya.
  • Anak Anda sedang dalam kondisi yang tidak fit atau sedang memiliki sistem imun yang lemah. Anak Anda baru boleh divaksin jika kondisi kesehatannya sudah membaik atau sembuh dari sakitnya.
  • Pernah mengalami sindrom Guillain-Barre.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Pasien Ginjal Perlu Diberikan Vaksin Tertentu? Ini Penjelasannya

Mengobati pasien ginjal tidak bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti vaksin. Ini penjelasan vaksin untuk pasien ginjal.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Jalan Panjang Indonesia dalam Membuat Vaksin COVID-19

Sudah banyak lembaga dan negara meneliti untuk mengembangkan vaksin COVID-19, termasuk Indonesia. Bagaimana Indonesia membuka jalan dalam mencari vaksin?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 30/04/2020

Sulit Dihentikan, Ini 3 Tips Mengurangi Kebiasaan Menyentuh Wajah

Sadar atau tidak, menyentuh wajah ternyata menjadi kebiasaan sehari-hari yang sulit ditinggalkan. Padahal, efeknya cukup buruk bagi kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 23/04/2020

Imunisasi di Tengah Pandemi COVID-19 Tetap Penting, tapi Amankah?

Imunisasi tetap perlu dilakukan saat pandemi corona guna mencegah munculnya wabah penyakit menular lainnya. Lalu, seperti apa cara aman melakukan imunisasi?

Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Coronavirus, COVID-19 16/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin cacar air

Memahami Cara Kerja dan Kegunaan Vaksin Cacar Air

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
vaksin covid-19 indonesia

Apa Bedanya Vaksin mRNA dengan Vaksin Biasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
puasa saat flu saat puasa

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020
komplikasi bayi prematur

Aturan Imunisasi untuk Bayi Prematur Ini Penting Diketahui

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020