Seberapa Penting Vaksinasi Meningitis untuk Anak? Kapan Harus Mendapatkannya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anak-anak dan remaja berisiko tinggi terinfeksi penyakit meningitis atau yang sering disebut dengan radang selaput otak. Salah satu cara efektif untuk mencegah penularan penyakit ini adalah dengan vaksin meningitis. Lantas, seberapa penting pemberian vaksinasi meningitis untuk anak? Kapan waktu yang tepat untuk memberikan vaksinasi ini?

Apa itu penyakit meningitis?

Meningitis adalah infeksi pada selaput otak dan saraf tulang belakang yang dapat disebabkan oleh virus ataupun bakteri seperti Haemophylus influeza tipe B (HiB), pnemokokus dan sebagainya.

Pada orang dewasa, gejala khas dari penyakit meningitis adalah sakit kepala parah yang tak kunjung membaik disertai dengan nyeri leher. Sementara pada anak-anak gejalanya meliputi demam tinggi hingga menggigil, muncul warna kekuningan di kulit, tubuh dan leher anak terasa kaku, rewel dan bahkan sering menangis dengan teriakan tinggi, nafsu makan menurun, terlihat lemas dan kurang responsif.

Diagnosis meningitis pada anak terbilang sulit karena gejalanya sering muncul secara tiba-tiba dan mirip dengan penyakit lainnya. Jadi, segera konsultasikan ke dokter jika Anda mencurigai terkena salah satu gejala infeksi ini.

Vaksinasi meningitis cara terbaik untuk mencegah penyakit radang selaput otak

vaksin untuk flu

Dibandingkan dengan penyakit lainnya, meningitis adalah penyakit yang jarang terjadi. Meski begitu, penyakit ini dapat menyebabkan infeksi serius pada otak, sumsum tulang belakang, dan darah penderitanya. Perlindungan dari infeksi ini sangat penting. Jika tidak, infeksi akan cepat berkembang menjadi sangat berbahaya, bahkan dapat mematikan hanya dalam beberapa jam saja.

Anak-anak dan remaja usia 16 hingga 23 tahun berisiko lebih tinggi untuk terinfeksi penyakit ini. Itulah sebabnya, Centers for Diease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan anak remaja usia 11 hingga 12 tahun untuk vaksinasi meningitis dan kemudian melakukan vaksinasi tambahan (booster) pada usia 16 tahun. Namun, vaksinasi tambahan ini tidak diperlukan jika vaksin meningitis tahap pertama baru dilakukan setelah anak berusia 16 tahun.

Menurut CDC, vaksinasi 98 persen dapat melindungi anak-anak dari sebagian besar jenis penyakit meningitis.

Dalam situasi tertentu, vaksinasi meningitis juga direkomendasikan untuk bayi dan anak-anak yang berisiko tinggi infeksi ini karena:

  • Memiliki penyakit sistem imun, misalnya HIV
  • Memiliki kerusakan limpa atau sudah tidak memiliki limpa
  • Tinggal di daerah yang mengalami wabah meningitis
  • Melakukan perjalan ke daerah di mana penyakit meningitis mewabah
  • Memiliki jenis gangguan langka tertentu (complement component deficiency).
  • Sedang mengonsumsi obat Soliris.
  • Pernah mengalami meningitis sebelumnya

Pada kasus-kasus tersebut, dokter akan memberikan vaksinasi meningitis pada anak yang berusia di atas dua bulan hingga 10 tahun. Pada anak yang berusia kurang dari dua bulan vaksinasi ini tidak cocok diberikan.

Di Indonesia, vaksin meningitis tidak masuk dalam daftar 5 imunisasi wajib untuk anak. Pasalnya, salah satu imunisasi wajib tersebut sudah dapat memberikan anak perlindungan dari bakteri Haemophylus influeza tipe B (HiB), yang merupakan satu dari beberapa penyebab meningitis.

Namun, si kecil juga tetap bisa melakukan vaksin meningitis sebagai imunisasi tambahan. Maka itu, konsultasikan ke dokter sebelum melakukan vaksinasi meningitis pada anak.

Tidak semua anak boleh vaksinasi meningitis

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, anak yang berusia kurang dari dua bulan umumnya belum boleh diberikan vaksinasi meningitis karena vaksin ini tidak cocok diberikan untuk mereka. Selain itu, ada beberapa kondisi yang membuat anak tidak dianjurkan untuk melakukan vaksinasi meningitis, di antaranya:

  • Anak Anda memiliki reaksi alergi yang parah dan mengancam nyawa terhadap komponen yang terkandung pada vaksin meningitis atau pada salah satu komponen vaksin lainnya.
  • Anak Anda sedang dalam kondisi yang tidak fit atau sedang memiliki sistem imun yang lemah. Anak Anda baru boleh divaksin jika kondisi kesehatannya sudah membaik atau sembuh dari sakitnya.
  • Pernah mengalami sindrom Guillain-Barre.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jamur Enoki yang Tercemar Bakteri, Apa Bahayanya?

Jamur Enoki yang diimpor dari Korea Selatan ini terbukti terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes yang menyebabkan penyakit listeria.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 11 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Lebih Baik Kompres Dingin atau Hangat untuk Menurunkan Demam?

Mana yang lebih baik untuk menurunkan demam: kompres dingin atau hangat? Simak masing-masing penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan, berikut tahapan cara registrasi hingga kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

11 Penyebab yang Membuat Vagina Anda Terasa Gatal

Tiga dari 4 wanita di dunia pernah kena infeksi jamur yang bikin vagina gatal minimal sekali seumur hidupnya. Selain itu, apa lagi penyebab vagina gatal?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 5 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab septikemia

Waspada Septikemia, Keracunan pada Darah Akibat Bakteri

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
vaksin rabies

Cegah Bahaya Rabies dengan Vaksin, Kapan Harus Melakukannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
Vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
vaksin covid-19

Reaksi Alergi Vaksin COVID-19 dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit