Anak Susah Tidur Malam, Bisa Jadi Karena Ibunya Juga Kurang Tidur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29/10/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anak-anak membutuhkan waktu tidur yang cukup agar tumbuh kembangnya tidak terganggu. Untuk itu, Anda perlu menyediakan ruangan dan situasi yang kondusif agar anak bisa tidur nyenyak — kasur dan bantal yang empuk; kamar tidur yang rapi, nyaman, bersuhu dingin, dan sepi tanpa gangguan gadget; hingga membacakan dongeng sebelum tidur. Lantas kalau semua ini sudah tercapai tapi tetap saja anak sulit tidur malam, apa sebabnya? Bisa jadi, ini karena pola tidur ibu yang berantakan. Apa hubungannya?

Anak sulit tidur malam, akibat pola tidur ibu yang buruk

Pernyataan ini muncul dari sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti University of Warwick, setelah mengulik kebiasaan tidur 200 anak sekolah beserta orangtuanya. Hasil penelitian ini membuktikan kalau ibu yang sulit tidur nyenyak karena memiliki insomnia dapat “menularkan” kondisinya pada anak. Alhasil, anak juga jadi kurang tidur karena ikut-ikutan tidur tidak nyenyak.

Meskipun penelitian ini dilakukan dalam lingkup yang kecil, namun para ahli menduga ada beberapa hal yang dapat mengaitkan antara pola tidur ibu yang berantakan dengan anak sulit tidur malam, yaitu:

Anak-anak dapat belajar kebiasaan tidur dari orangtuanya. Anak-anak tumbuh besar melihat dan mencontoh apa yang orangtuanya lakukan. Ini pun termasuk kebiasaan tidur. ketika Anda punya kebiasaan tidur yang buruk (misal, begadang sampai larut malam atau harus main hape dulu sebelum tidur), maka mereka akan menganggap bahwa kebiasaan tidur yang seperti itu yang seharusnya dilakukan. Padahal, kebiasaan itu tidak baik.

Lingkungan keluarga dapat memengaruhi kebiasaan tidur anak. Dalam penelitian ini disebutkan jika lingkungan keluarga kurang baik, misalnya, orangtua tidak memerhatikan anak dengan baik, sehingga anak tidak memiliki aturan yang baik terkait kebiasaan tidur yang harus mereka lakukan.

Punya genetik bawaan dari orangtua. Ya, insomnia atau gangguan tidur lainnya bisa disebabkan oleh faktor genetik. Hal ini bahkan telah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sleep Medical.

Apa yang saya harus lakukan jika anak sulit tidur malam?

Anak yang kurang tidur tumbuh kembangnya bisa terganggu. Dilaporkan bahwa anak yang sering begadang rentan mengalami obesitas. Pada penelitian lain, disebutkan bahwa anak yang kurang tidur berisiko mengalami gangguan mental, gangguan perkembangan kognitif, hingga gangguan perilaku. Maka dari itu, masalah anak kurang tidur tidak boleh dipandang sepele atau diremehkan jika tidak mau memengaruhi perkembangan si kecil hingga dewasa nanti.

Ingat bahwa anak akan mencontoh segala tingkah laku dan kebiasaan yang Anda lakukan. Oleh karena itu, jadilah pedoman yang baik dengan memperbaiki pola tidur Anda. HelloSehat menyediakan panduan pola tidur sehat sleep hygiene dan clean sleeping yang bisa Anda contek di rumah.

Selain memperbaiki pola tidur Anda untuk memberikan contoh yang baik, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu si kecil tidur lebih cepat dan nyenyak:

  • Bentuk dan buat lingkungan yang mendukung anak untuk tidur tepat waktu. Misalnya, Anda buat aturan kalau televisi dan segala gadget harus dimatikan satu jam sebelum waktu tidur.
  • Pastikan kalau si kecil telah mengonsumsi makanan yang tepat sebelum tidur. Makan tepat sebelum tidur, bisa membuat tidurnya terganggu. Jadi, pastikan bahwa ia makan makanan yang tepat dengan jam yang tepat. Makan malam yang ideal adalah 4 jam sebelum tidur. Selain itu, hindari makanan bergas yang bisa membuat perut si kecil kembung ketika waktu tidur.
  • Buat kamar tidur yang nyaman untuk si kecil. Usahakan untuk membuat kamar tidur atau suasana tidur yang nyaman baginya. Hindari menyalakan lampu yang terlalu terang di area kamar tidurnya, agar ia mudah terlelap.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

3 Aktivitas Seru dan Menyenangkan untuk Si Kecil yang Gagap

Orangtua bisa mendorong kemampuan berbicara anak yang gagap lewat aktivitas menyenangkan. Apa saja aktivitas yang cocok untuk anak gagap? Lihat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Tips Parenting 07/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Hewan peliharaan dan anak adalah gambaran yang menggemaskan. Namun, para orangtua perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih hewan untuk anak.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Parenting, Tips Parenting 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit
ruam susu bayi

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
akibat anak terlalu sering dibentak

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit