Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Operasi Amandel pada Anak, Persiapan, Prosedur, dan Pemulihannya

Operasi Amandel pada Anak, Persiapan, Prosedur, dan Pemulihannya

Saat anak mengalami nyeri tenggorokan, itu salah satu tanda ia mengalami infeksi pada amandel. Salah satu tindakan yang dokter lakukan untuk mengatasinya adalah operasi amandel pada anak atau tonsilektomi. Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa itu tonsilektomi?

Mengutip dari Mayo Clinic, tonsilektomi adalah operasi pengangkatan amandel untuk mengobati infeksi dan radang amandel atau tonsilitis.

Amandel merupakan dua jaringan berbentuk oval yang berada di bagian belakang tenggorokan, sebelah kiri dan kanan.

Tonsil atau amandel ini merupakan bagian dari jaringan limfoid (kelenjar di leher), yang berperan melawan virus dan bakteri dari hidung dan tenggorokan.

Radang amandel bisa terjadi jika amandel telah erinfeksi. Kondisi ini menyebabkan nyeri, demam dan kesulitan menelan.

Selain itu, radang amandel mengganggu jam tidur anak dan membuatnya susah tidur.

Kondisi yang membuat anak perlu operasi amandel

Sebenarnya, tidak semua kondisi amandel anak yang bengkak sembuh lewat operasi.

Namun, bila infeksi pada amandel sudah mengganggu pernapasan anak saat tidur, ini berbahaya.

Ada beberapa kondisi yang membuat anak harus melakukan operasi amandel, mengutip dari Medlineplus:

  • Anak terlalu sering mengalami infeksi amandel (bisa 7 kali dalam setahun atau 5 kali dalam dua tahun),
  • Kesulitan bernapas dan tidak bisa tidur nyenyak, dan
  • Mengalami abses atau pertumbuhan jaringan pada amandel,

Operasi bertujuan untuk memperbaiki saluran pernapasan, asma, serta mengurangi infeksi tenggorokan, sinus, dan telinga.

Dokter mungkin akan melakukan pengangkatan adenoid (adenoidektomi) bila terjadi pembengkakan atau infeksi.

Persiapan sebelum melakukan operasi amandel

Sebelum melakukan operasi, dokter atau perawat akan mengajukan beberapa pertanyaan terkait riwayat kesehatan anak.

Beberapa yang akan perawat tanyakan seperti:

  • riwayat penyakit yang pernah anak alami,
  • obat-obatan yang rutin anak konsumsi, dan
  • alergi pada anak (makanan, minuman, sampai obat-obatan).

10 hari sebelum operasi, perawat akan meminta anak berhenti mengonsumsi obat-obatan, seperti paracetamol.

Petugas medis juga akan melakukan tes darah beberapa hari sebelum operasi.

Setelah itu, dokter anestesi akan menjelaskan prosedur pembiusan dan memberi instruksi lebih lanjut.

Ikuti seluruh instruksi dokter termasuk larangan makan dan minum sebelum operasi.

Pada umumnya, anak wajib berpuasa selama 6 jam sebelum operasi.

Namun, anak mungkin diperbolehkan untuk mengonsumsi minuman seperti air putih beberapa jam menjelang operasi.

Proses operasi amandel pada anak

operasi amandel pada anak
Foto: Kids Health

Tindakan operasi berjalan sekitar 20-30 menit dengan kondisi anak menerima bius total, sehingga tidak merasa sakit.

Dokter bedah akan melakukan tonsilektomi melalui mulut anak.

Dokter akan mengiris amandel dari lapisan otot bawa untuk menghilangkan tonsil dan membuat area steril dari infeksi.

Setelah selesai operasi, perawat akan membawa anak ke ruang pemulihan sambil menunggu sadar dari efek obat bius.

Pemulihan setelah operasi amandel pada anak

Dokter biasanya membolehkan anak pulang ke rumah satu hari setelah operasi. Rasa sakit pasca operasi akan terus muncul hingga dua minggu ke depan.

Ada kecenderungan terasa lebih parah di pagi hari.

Biasanya, anak membutuhkan waktu pemulihan selama dua minggu sebelum kembali ke sekolah dan bertemu banyak orang.

Memberi jeda pertemuan dengan teman-temannya bisa mencegah infeksi tenggorokan di masa pemulihan.

Selama beberapa minggu, ada perubahan warna pada bagian amandel yang diangkat. Namun, akan kembali normal setelah 3-4 minggu.

Setidaknya batasi aktivitas anak selama 2 minggu untuk mengurangi risiko perdarahan di area bekas operasi amandel.

Makanan yang aman anak konsumsi setelah operasi amandel

Setelah menjalani tonsilektomi, kunci pemulihannya adalah kebutuhan cairan anak harus tercukupi. Ini untuk mencegah terjadi dehidrasi pada anak.

Anak perlu makan makanan lunak selama masa pemulihan. Beberapa makanan yang biasanya dokter sarankan yaitu:

  • eskrim,
  • smoothies,
  • yogurt,
  • air putih atau jus, dan
  • puding.

Sebagian besar makanan di atas adalah kesukaan anak-anak. Makanan ini bisa mengurangi nyeri tenggorokan efek dari operasi.

Kondisi yang membuat anak harus ke dokter

Setelah tindakan operasi amandel, ada kondisi yang membuat anak perlu perawatan dokter.

Kondisi yang membuat anak harus ke dokter seperti:

  • keluar darah berwarna merah terang dari mulut,
  • demam suhu lebih dari 38 derajat celcius dan tidak mempan pakai paracetamol,
  • nyeri pada mulut yang tidak tertahankan, serta
  • mengalami dehidrasi.

Bila anak mengalami kondisi di atas, segera hubungi dokter.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

 Randel, A. (2011). AAO-HNS Guidelines for Tonsillectomy in Children and Adolescents. American Family Physician, 84(5), 566-573. Retrieved from https://www.aafp.org/afp/2011/0901/p566.html

Encyclopedia, M. (2021). Tonsillectomy: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 7 July 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/003013.htm

Tonsillectomy – Mayo Clinic. (2021). Retrieved 7 July 2021, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/tonsillectomy/about/pac-20395141#:~:text=Tonsillectomy%20(ton%2Dsih%2DLEK,of%20the%20tonsils%20(tonsillitis).

Tonsillectomy: Treatment, Risks, Recovery, Outlook. (2021). Retrieved 7 July 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/15605-tonsillectomy

Tonsillectomy (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 7 July 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/tonsil.html

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 18/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita