backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

6 Tips Menjaga Kesehatan Anak Selama Musim Pancaroba

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Fatin Nur Jauhara · Tanggal diperbarui 05/09/2023

    6 Tips Menjaga Kesehatan Anak Selama Musim Pancaroba

    Di musim pancaroba, cuaca bisa tak menentu, satu hari hujan lebat dan hari berikutnya terik panas. Tentu kondisi ini memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Lantas, bagaimana tips menjaga kesehatan anak saat musim pancaroba? Simak informasi lengkapnya pada ulasan berikut ini.

    Tips menjaga kesehatan anak di musim pancaroba

    Musim pancaroba biasanya terjadi pada bulan Oktober dan bulan Maret hingga April. Pada bulan Oktober, terjadi peralihan musim kemarau ke penghujan. Sebaliknya, bulan Maret hingga April terjadi peralihan musim penghujan ke kemarau.

    Khususnya pada bulan-bulan tersebut, Bunda perlu ekstra menjaga kesehatan si Kecil. Pasalnya, musim kemarau bisa menjadi bulan berkembangnya berbagai penyakit, seperti:

    • demam berdarah dengue (DBD), 
    • infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), 
    • flu, 
    • diare, dan
    • tifus.

    Kemudian, ada pula beberapa penyakit lain yang disebabkan oleh virus yang berkembang pada musim pancaroba, seperti cacar air dan campak.

    Perubahan suhu yang drastis pada musim pancaroba membuat imun tubuh berusaha beradaptasi dengan cepat. 

    Pada anak-anak yang memiliki imunitas lemah, kondisi ini justru akan membuatnya lebih mudah untuk terserang penyakit.

    Oleh sebab itu, kunci anak sehat saat musim pancaroba adalah sistem imun yang kuat.

    Bunda bisa meningkatkan imunitas anak dan menjaga kesehatan si Kecil saat musim pancaroba dengan melakukan beberapa tips ini. 

    1. Menjaga kebersihan anak dan lingkungan

    Hal pertama dalam menjaga kesehatan anak saat musim pancaroba, yaitu menjaga kebersihannya dengan memastikan anak cuci tangan setelah beraktivitas dan sebelum makan. 

    Selain itu, Bunda juga perlu rutin membersihkan area rumah dan lingkungan sekitar dari sampah-sampah.

    Kemudian, pastikan tidak ada air yang menggenang karena nyamuk DBD bisa berkembang optimal pada lingkungan tersebut.

    2. Menyiapkan payung atau jas hujan 

    Pada musim pancaroba, sebaiknya Bunda selalu menyiapkan payung atau jas hujan saat anak bepergian.

    Pasalnya, pada musim ini cuaca bisa tak menentu dan sulit untuk diprediksi. Payung atau jas hujan bisa menjadi persediaan bila hujan tiba-tiba turun.

    Bila tidak ada persiapan payung atau jas hujan dan cuaca tiba-tiba hujan, Anak bisa kehujanan saat di perjalanan dan meningkatkan risiko untuk terserang penyakit tertentu, misalnya flu.

    3. Memastikan anak cukup tidur 

    Tak hanya orang dewasa, anak-anak perlu memiliki waktu tidur yang cukup untuk menjaga daya tahan tubuhnya. 

    Anak-anak membutuhkan waktu tidur yang berbeda-beda tergantung usianya, yaitu 12–16 jam untuk bayi dan delapan sampai 10 jam untuk usia balita hingga remaja.

    Perlu Anda Ketahui

    Melansir dari Cleveland Clinic, anak-anak yang memiliki waktu tidur yang cukup juga akan meningkatkan konsentrasi, memiliki kesehatan fisik, mental, emosi, dan kualitas hidup yang lebih baik.

    4. Melakukan aktivitas fisik bersama 

    Aktivitas fisik juga merupakan faktor penting lainnya untuk menjaga imunitas Si Kecil. Anak-anak setidaknya perlu aktif secara fisik setidaknya satu jam setiap hari. 

    Aktif di sini bukan berarti anak-anak harus bermain permainan olahraga, seperti sepak bola setiap harinya. Namun, aktivitas fisik bisa dilakukan dengan bermain di taman atau berjalan-jalan saat sore hari.

    Aktivitas fisik ternyata bukan hanya menjaga imun tubuh Si Kecil, tetapi juga kesehatan secara keseluruhan. 

    Melansir dari CDC, aktivitas fisik pada anak bermanfaat untuk meningkatkan prestasi akademik, menguatkan otot, menjaga kesehatan jantung dan tulang, serta menjaga berat badan ideal. 

    5. Mencukupi kebutuhan air putih anakcairan tubuh 

    Konsumsi air putih juga sangat penting untuk diperhatikan Bunda. Pasalnya, tubuh membutuhkan cairan untuk bisa bekerja dengan baik. Selain itu, cairan juga membantu menjaga suhu tubuh tetap normal. 

    Asupan cairan pada anak berbeda-beda tergantung usia, berat badan, tingkat aktivitas fisik, dan cuacanya.

    Berikut adalah rekomendasi kebutuhan cairan yang perlu dicukupi anak-anak berdasarkan usia secara umum

    • 1–3 tahun: 4–5 gelas
    • 4–8 tahun: 5-6 gelas
    • 9–13 tahun: 6–7 gelas
    • 14–18 tahun: 7–8 gelas

    6. Memenuhi kebutuhan nutrisinya

    Hal terakhir yang perlu diperhatikan oleh Bunda untuk menjaga kesehatan anak selama musim pancaroba, yaitu nutrisinya. Ditambah, waktu tak bisa diulang kembali sehingga nutrisi si Kecil perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh.

    Anak-anak membutuhkan nutrisi dan vitamin tertentu untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan daya tahan tubuh dan menjaganya dari agen penyebab penyakit di lingkungan sekitar.

    Melansir dari Cleveland Clinic, ada beberapa nutrisi yang penting untuk dicukupi anak-anak untuk membangun imunitas yang kuat, yaitu vitamin D, Zinc, dan probiotik. 

    Selain dari makanan yang sehat, ketiga nutrisi tersebut bisa didapatkan dari susu pertumbuhan, seperti Morinaga Chil Kid Platinum MoriCare+ Triple Bifidus.

    Tahukah Anda?

    Morinaga Chil Kid Platinum MoriCare+ Triple Bifidus juga mengandung Probiotik Triple Bifidus yang berperan dalam kesehatan saluran pencernaan dan mendukung daya tahan tubuh yang optimal.

    Tak hanya membantu meningkatkan daya tahan tubuh, Morinaga Chil Kid Platinum MoriCare+ Triple Bifidus dapat mengoptimalkan pertumbuhan otak dan mendukung kecerdasan si Kecil, karena memiliki kandungan prebiotik GOS, asam lemak esensial, termasuk AA dan DHA, Kolin Omega 3, serta Omega 6.

    Yuk, lakukan tips menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh anak di musim pancaroba dengan susu pertumbuhan!

    Jangan lupa berikan SI Kecil Morinaga MoriCare+ Triple Bifidus untuk jaga saluran cerna dan daya tahan tubuh optimal.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Fatin Nur Jauhara · Tanggal diperbarui 05/09/2023

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan