backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Mengenal Penyakit Jantung Bocor pada Bayi, Bisakah Disembuhkan?

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Nabila Azmi · Tanggal diperbarui 29/11/2023

Mengenal Penyakit Jantung Bocor pada Bayi, Bisakah Disembuhkan?

Di balik kebahagiaan kelahiran seorang bayi, terkadang ada penyakit bawaan yang membuat banyak orangtua merasa cemas. Salah satunya adalah penyakit jantung bocor pada bayi. Jika dibiarkan, penyakit jantung bawaan ini bisa menimbulkan komplikasi. Cek informasi selengkapnya di bawah ini! 

Apa itu jantung bocor pada bayi?

Jantung bocor pada bayi adalah kondisi ketika ada lubang di dinding jantung yang memisahkan ruang atasnya, yaitu atrium.

Kondisi yang dikenal dengan cacat septum atrium ini memiliki lubang dengan beragam ukuran. 

Adapun penyakit pada bayi ini masuk ke dalam kategori kelainan jantung bawaan. Artinya, penyakit ini sudah ada sejak bayi lahir. 

Saat jantung bayi berkembang selama kehamilan, seharusnya ada beberapa bukaan di dinding yang membatasi atrium.

Normalnya, bukaan-bukaan ini akan menutup sendiri selama kehamilan atau segera setelah bayi lahir. 

Jika salah satu bukaan tidak menutup sepenuhnya, akan terbentuk lubang yang disebut cacat septum atrium.

Kelainan jantung ini bisa menyebabkan peningkatan aliran darah melalui paru-paru. Akibatnya, pembuluh darah di paru-paru menjadi rusak. 

Apakah jantung bocor pada bayi bisa sembuh?

Penyakit jantung bocor pada bayi masih mungkin disembuhkan atau bahkan sembuh dengan sendirinya. Hal ini tergantung pada ukuran lubang di dinding. Melansir Mayo Clinic, sebagian besar lubang yang kecil mungkin menutup dengan sendirinya selama masa kanak-kanak. Jika lubang tetap terbuka, dokter mungkin merekomendasikan pemantauan rutin atau perawatan tertentu.

Apa gejala jantung bocor pada bayi?

cara mengobati penyakit jantung bawaan pada bayi

Faktanya, ciri jantung bocor pada bayi cukup bervariasi karena tergantung pada ukuran dan lokasi lubang di dinding jantung. 

Sebagian besar anak yang mengidap kelainan ini terlihat sehat dan tidak menunjukkan gejala apa pun. Anak bisa tumbuh dan berat badan mereka terlihat sehat seperti anak pada umumnya. 

Meski begitu, pada kasus jantung bocor yang lebih serius, ada beberapa gejala yang mungkin muncul, seperti: 

  • penurunan nafsu makan, 
  • pertumbuhan yang kurang optimal, 
  • sulit menambah berat badan
  • tingkat kelelahan yang lebih tinggi daripada bayi umumnya, 
  • kesulitan bernapas atau sesak napas, dan 
  • masalah paru-paru dan infeksi seperti pneumonia. 

Jika gejala muncul atau terdapat kekhawatiran, konsultasikan kepada profesional kesehatan untuk evaluasi dan perawatan lebih lanjut.

Apa penyebab jantung bocor pada bayi?

Pada kebanyakan kasus, penyebab jantung bocor pada bayi belum diketahui dengan pasti. Namun, perlu diketahui bahwa anak dengan jantung bocor telah memiliki kelainan ini sejak lahir.

Penyakit jantung bawaan ini terjadi selama tahap perkembangan jantung janin.

Proses ini melibatkan pembentukan jantung dari sebuah tabung besar yang lalu terbagi menjadi beberapa bagian. Bagian ini kemudian membentuk dinding dan bilik jantung. 

Jika terjadi masalah selama proses ini, ada kemungkinan lubang terbentuk pada dinding, antara atrium kiri dan kanan. 

Apa saja faktor risiko jantung bocor pada bayi?

Walaupun penyebabnya belum diketahui, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko jantung bocor pada bayi. Faktor-faktor ini biasanya berupa kondisi kesehatan atau kebiasaan ibu selama kehamilan. 

Saat jantung bayi tengah berkembang selama kehamilan, risiko terkena kelainan jantung bisa meningkat akibat beberapa faktor seperti berikut.

  • Infeksi campak jerman (rubella). 
  • Diabetes dan lupus.
  • Konsumsi alkohol.
  • Kebiasaan merokok.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat kejang.
  • Faktor genetik dari keluarga yang punya kelainan jantung bawaan. 

Jika ada riwayat penyakit jantung bawaan dalam keluarga, sebaiknya konsultasikan kepada dokter. Ini bertujuan mendeteksi risiko kemungkinan kelainan jantung pada anak di masa depan. 

Apa risiko atau komplikasi yang mungkin terjadi akibat jantung bocor pada bayi?

tanda bayi kedinginan

Risiko jantung bocor pada bayi sebenarnya cukup bervariasi. Pasalnya, komplikasi ini akan bergantung pada ukuran cacat septum atrium.

Cacat yang kecil umumnya tidak akan menimbulkan kekhawatiran karena biasanya akan menutup dengan sendirinya ketika bayi. 

Jika lubang sudah cukup besar, ini tentu bisa menyebabkan komplikasi yang lebih serius. Beberapa masalah kesehatan yang perlu diwaspadai dari bahaya jantung bocor pada anak ini antara lain: 

  • gagal jantung pada sisi kanan, 
  • detak jantung tidak teratur (aritmia), 
  • stroke dan kematian dini, atau
  • tekanan darah tinggi pada arteri paru-paru (hipertensi pulmonal). 

Untungnya, perawatan yang tepat bisa mencegah atau membantu mengurangi risiko komplikasi yang berkaitan dengan jantung bocor. 

Itu sebabnya, Anda perlu memantau dan sering berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kesehatan bayi. 

Bagaimana cara mengobati jantung bocor pada bayi?

Sebagian besar lubang yang kecil bisa menutup dengan sendirinya. Namun, jika lubang tetap terbuka, dokter spesialis penyakit jantung mungkin merekomendasikan pemantauan rutin.

Pemantauan ini dilakukan untuk melihat apakah kondisi tersebut bisa sembuh secara alami atau tidak. 

Walau begitu, beberapa kasus jantung bocor yang persisten akhirnya memerlukan tindakan lebih lanjut, terutama ketika ukurannya cukup besar.

Berikut beberapa pilihan pengobatan jantung bocor pada bayi. 

1. Obat-obatan untuk mengatasi gejala

Meskipun tidak dapat memperbaiki kelainan jantung ini, obat-obatan dapat membantu mengurangi tanda dan gejalanya.

Dokter mungkin meresepkan beberapa obat, seperti beta-blocker untuk mengontrol detak jantung atau antikoagulan untuk mengurangi risiko penggumpalan darah.

2. Operasi

Selain obat untuk meredakan gejala, beberapa ahli merekomendasikan pembedahan untuk jantung bocor berukuran sedang hingga besar.

Pilihan pengobatan ini terutama direkomendasikan ketika didiagnosis pada masa kanak-kanak atau dewasa. 

Ada dua metode pembedahan yang biasanya dipilih dokter untuk menutup lubang pada dinding jantung.

Pertama, perbaikan berbasis kateter. Prosedur ini melibatkan penggunaan kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah untuk menempatkan tambalan atau sumbat di lubang jantung. 

Sementara itu, operasi jantung terbuka membutuhkan sayatan melalui dinding dada untuk mengakses jantung secara langsung. Nantinya, ahli bedah menggunakan tambalan untuk menutup lubang. 

3. Perawatan pasca-operasi

Jika menjalani prosedur operasi, tentu Anda harus memantau kondisi anak pasca-operasi secara rutin.

Hal ini dilakukan dengan ekokardiogram dan pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi risiko komplikasi, mulai dari aritmia hingga gagal jantung. 

Bagi anak yang tidak menjalani operasi, risiko komplikasi jangka panjang bisa meningkat. Akibatnya, anak akan lebih sulit melakukan aktivitas sehari-hari dan terkena aritmia serta hipertensi pulmonal. 

Itu sebabnya, penting untuk berkonsutasi kepada dokter untuk menentukan metode perawatan yang terbaik sesuai kondisi anak Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Nabila Azmi · Tanggal diperbarui 29/11/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan