Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Gejala Hiperakusis Pada Anak, Kondisi Langka Saat Si Kecil Terlalu Peka Dengan Suara

    Gejala Hiperakusis Pada Anak, Kondisi Langka Saat Si Kecil Terlalu Peka Dengan Suara

    Suara kipas angin, obrolan teman, hingga denting jam mungkin terdengar biasa dan dapat ditolerir oleh telinga Anda. Namun, anak dengan telinga sangat sensitif mungkin mengganggap bunyi tersebut sangat mengganggu. Kondisi ini dikenal dengan istilah medis hiperakusis. Penasaran bagaimana gejala hiperakusis pada anak? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

    Gejala hiperkusis pada anak yang perlu Anda perhatikan

    Hiperakusis adalah kondisi langka yang terjadi karena telinga sangat peka terhadap suara. Biasanya, hiperakusis terjadi akibat cedera kepala atau terkena suara keras. Namun, beberapa dengan kondisi juga dikaitkan dengan kondisi tersebut, seperti sindrom Williams, tinitus (telinga berdenging), dan penyakit Meniere.

    Kondisi telinga super sensitif ini dapat menyerang segala usia. Hanya saja lebih umum terjadi pada anak-anak. Sayangnya, hiperakusis pada anak cukup sulit untuk didiagnosis. Sebab gejala tidak hanya ditunjukkan secara fisik, tapi juga perilaku.

    Masalah pendengaran ini dapat menggangu aktivitas sehari-sehari anak. Jika dibiarkan, tidak menutup kemungkinan kualitas hidupnya di masa depan akan memburuk. Supaya lebih mudah diwaspadai, perhatikan beberapa gejala hiperkusis pada anak, seperti:

    Gejala fisik

    Bagi orang dengan pendengaran yang normal, bunyi mesin cuci, mesin vakum, atau tawa anak-anak tidak akan mengganggu. Responsnya akan berbeda pada anak yang peka dengan suara. Mungkin mereka akan menunjukkan gejala hiperakusis secara fisik seperti:

    • Hiperakusis dapat menimbulkan ketidaknyaman bahkan rasa sakit. Ini membuat anak-anak mungkin sering mengeluh kesakitan di area kuping atau terlihat terus-menerus memegangi telinga.
    • Rasa tidak nyaman yang ditimbulkan membuat anak menutupi tangannya di telinga atau menjauh dari sumber suara.
    • Anak terlihat kaget saat mendengar suara tersebut pertama kalinya

    Gejala perilaku

    Jika hiperakusis terjadi pada bayi, tentu ia tidak bisa pergi menjauhi sumber suara yang mengganggu atau mengeluh. Begitu pun anak-anak yang belum bisa berkomunikasi dengan baik sehingga membuat Anda sulit menangkap maksud perkataannya. Pada situasi ini si kecil, gejala hiperakusis pada anak akan merubah perilakunya, seperti:

    • Tiba-tiba berteriak, menangis, atau tantrum
    • Merasa ketakutan, cemas, dan depresi
    • Tiba-tiba tepuk tangan, berlari, dan bersembunyi
    • Menolak untuk melakukan aktivitas tertentu, seperti berangkat ke sekolah karena tidak merasa tenang di kelas atau datang ke pesta yang ramai dengan kembang api atau suara obrolan yang mengganggu

    Bagaimana merawat hiperakusis pada anak?

    Kondisi yang mengganggu aktivitas anak ini bisa diatasi dengan menjalani perawatan dokter. Perawatan ini meliputi terapi konseling untuk mengurangi kepekaan telinga anak. Terapi ini berjalan selama tiga bulan sampai dua tahun. Anak akan diberi generator suara yang harus dipakai setiap hari. Alat ini akan memainkan suara lembut dan juga kebisingan. Ini akan mengurangi gejala hiperakusis yang terjadi pada anak.

    Selain itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan orangtua dalam merawat si kecil yang memiliki hiperakusis. Beri tahu kondisi anak pada pihak sekolah dan orang-orang di sekitar anak.

    Hindari kebiasaan anak untuk menutup telinga dengan tangan, bantal, atau benda apa pun saat gejalanya muncul. Menutup telinga akan meningkatkan sensitivitas telinganya sehingga dapat memperparah gejala hiperakusis pada anak. Cara terbaiknya adalah memindahkan anak untuk menjauhi sumber suara dan menenangkannya. Latih anak untuk terbiasa mendengarkan benda atau peralatan di sekitarnya yang mengeluarkan suara lewat permainan.

    health-tool-icon

    Pengingat Jadwal Imunisasi Bayi dan Anak

    Gunakan pengingat jadwal ini untuk mempelajari imunisasi apa yang dibutuhkan oleh anak Anda dan kapan waktu tepatnya.

    Apa jenis kelamin anak Anda?

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    What Is Sound Sensitivity (Hyperacusis)? https://www.webmd.com/brain/sound-sensitivity-hyperacusis#1. Accessed on February 18th, 2019

    Signs & Symptoms of Sensitive Ears in Kids. https://www.livestrong.com/article/546071-signs-symptoms-of-sensitive-ears-in-kids/. Accessed on February 18th, 2019.

    Hyperacusis. https://www.nhs.uk/conditions/hyperacusis/.  Accessed on February 18th, 2019.

     

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui Aug 16, 2021
    Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team
    Next article: