Mendeteksi dan Mengatasi Rasa Sakit Pada Bayi yang Baru Lahir

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Semua orang tentu pernah merasakan rasa sakit. Sejatinya, keberadaan rasa sakit adalah untuk melindungi Anda. Timbulnya rasa sakit memperingatkan Anda bahwa sesuatu yang sedang Anda lakukan atau alami berpotensi membahayakan Anda, dan Anda sebaiknya menghentikannya.

Bagaimana dengan bayi? Beberapa orang meyakini bahwa otak bayi belum cukup berkembang untuk menimbulkan sensasi sakit, tapi apakah itu benar? Apakah sensasi ini tidak dirasakan oleh bayi sakit?

Bayi sudah bisa merasakan rasa sakit sejak lahir

Panelitian yang dilakukan oleh Oxford University baru-baru ini mengungkapkan bahwa bayi juga merasakan rasa sakit. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal eLife ini membandingkan antara rasa sakit pada 10 bayi sehat berusia 1-6 hari dengan 10 orang dewasa sehat berusia 23-36 tahun.

Penelitian dilakukan dengan melakukan scan pada otak bayi, setelah bayi diberikan rangsangan yang menimbulkan efek sakit pada telapak kakinya, saat bayi tersebut tidur. Hal serupa juga diberlakukan kepada para partisipan dewasa.

Setelah perlakuan tersebut, penelitian menemukan bahwa 18 dari 20 area otak yang aktif saat orang dewasa merasakan sakit, juga aktif pada bayi. Hasil temuan ini juga menjelaskan bahwa bayi justru lebih sensitif terhadap rasa sakit dibandingkan dengan orang dewasa.

Bagaimana mengetahui saat bayi merasakan sakit?

Karena bayi belum bisa berbicara, terkadang membingungkan orangtua untuk mengetahui saat bayi sedang merasakan kesakitan atau tidak. Menilai dari tangisan bayi adalah cara paling efektif untuk mengetahui, apakah bayi sakit atau tidak.

Tak berbeda jauh dengan orang dewasa, tangisan bayi yang mengartikan bahwa dirinya merasakan kesakitan biasanya cenderung tiba-tiba dan terdengar nyaring. Durasi tangisan ini juga cenderung lama dan diikuti beberapa penundaan pada saat-saat bayi mencuri-curi napas, karena napasnya yang habis untuk menangis.

Efek pemberian vaksinasi merupakan salah satu hal di awal-awal usia bayi yang dapat menyebabkan bayi sakit.

Bagaimana cara mengatasi rasa sakit pada bayi setelah imunisasi?

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menghentikan tangisan bayi Anda atau mengatasi sakit efek pemberian vaksin yang bayi Anda rasakan, antara lain:

1. Menyusuinya

Dengan menyusui bayi setelah si bayi diberikan vaksin, Anda dapat membantunya untuk mengubah pikirannya dari “sakit, sakit, sakit.” menjadi, “makan, makan, makan”, sehingga dapat juga membantu mengurangi durasi tangisan si bayi. Namun disarankan cara ini untuk dilakukan setelah pemberian vaksin, karena air susu ditakutkan justru akan dikeluarkan si bayi selama pemberian vaksin, jika Anda menyusuinya sebelum vaksin diberikan.

2. Memeluknya

Memeluk bayi sehingga terjadi kontak kulit antara Anda dengan bayi Anda selama pemberian vaksin, dapat membantu menenangkan bayi dan mengalihkan perhatiannya dari efek sakit yang akan dia rasakan. Namun sebaiknya, pastikan bila pelukan Anda tersebut tidak justru menghalangi titik yang akan disuntikkan. Biasanya titik ini terdapat pada paha atau lengan bayi Anda.

3. Mengelus

Mengelus dengan lembut kulit yang berada dekat dengan bagian yang mendapatkan vaksinasi kira-kira selama 10 detik, dapat membantu mengurangi sakit yang bayi rasakan. Teknik ini bahkan dapat Anda tetap lakukan hingga bayi Anda tumbuh menjadi anak-anak nantinya.

4. Suara dan mainan

Selain dengan menyusui, mengelus dan memeluknya, memberikannya mainan kesukaannya atau memperdengarkan suatu suara tertentu, baik dari suatu lagu bahkan dari kebisingan di sekitar Anda seperti suara vaccum cleaner, juga dapat Anda coba lakukan untuk mengalihkan perhatiannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Kadang, ibu tidak memperhatikan kapan harus mengganti popok dan cenderung membiarkan bayinya memakai popok terlalu lama. Ini akibatnya pada bayi Anda.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Bayi yang keseringan pakai popok, memang rentan terkena ruam popok. Jangan khawatir, ikuti cara berikut ini untuk mengobati dan mengatasi ruam popok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Tips ini akan membantu Anda menerapkan kebiasaan kesehatan gigi dan mulut pada anak sejak dini. Yuk, cari tahu apa saja caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
menyikat gigi bersama merupakan salah satu cara mendorong minat si kecil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak
Parenting, Tips Parenting 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Kemarahakn yang muncul dari anak tanpa diketahui alasannya kerap membuat Anda jengah. Begini cara menghadapi ledakan amarah anak dengan baik.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting 06/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi demam naik turun

Penyebab Demam Naik Turun Pada Bayi (dan Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 3 menit
mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Yang Harus Anda Lakukan Saat Anak Anda Kejang

Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit
mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Apa yang Harus Diakukan Jika Anak Step (Kejang Demam)

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit