Mendeteksi Radang Usus Buntu Pada Remaja

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Desember 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Awal masa remaja adalah waktu saat pertama kalinya radang usus buntu biasanya muncul. Kondisi ini berpotensi mengalami peradangan usus yang parah. Usus buntu kecil yang terletak di sisi kanan perut bagian bawah keluar dari usus seperti lidah yang menonjol. Membedah dan membuang tonjolan tersebut merupakan satu-satunya cara mengobati radang usus buntu, dan tubuh Anda pun akan baik-baik saja tanpa usus buntu karena ia tidak memiliki fungsi yang diketahui.

Gejala radang usus buntu, yaitu:

  • Sakit pada bagian tengah perut pindah menjadi di bagian kanan bawah perut
  • Mual dan muntah
  • Sembelit
  • Gas pain
  • Diare
  • Demam, muncul setelah gejala lainnya
  • Sakit pada perut bagian kanan bawah
  • Pembengkakan perut
  • Jumlah sel darah putih tinggi
  • Hilangnya nafsu makan

Siapa saja yang memiliki radang usus buntu akan merasakan sakit yang berbeda dengan sakit lainnya. Pada remaja, dimulai dengan sakit perut yang samar-samar di dekat pusar. Kemudian akan merasa sakit lagi pada bagian bawah sebelah kanan perut. Rasa sakit ini sama seperti jika perut penuh dan ditekan pada waktu yang bersamaan.

Gejala harus diperhatikan dengan serius. Radang usus buntu dapat menginfeksi lapisan ganda membran peritoneum yang melapisi rongga perut. Istilah medisnya adalah peritonitis. Beri tahu dokter anak Anda atau hubungi gawat darurat rumah sakit setempat. Sambil menunggu diperiksa dokter, instruksikan anak Anda untuk berbaring dan diam. Setiap gerakan termasuk batuk atau mengambil napas dalam-dalam dapat memperparah rasa sakit. Jangan berikan air, makanan, laxatives, aspirin atau bantal pemanas.

Bagaimana cara mendiagnosis radang usus buntu?

Radang usus buntu didiagnosis melalui pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan menyeluruh, ditambah satu atau lebih dari prosedur berikut:

  • ¬†jumlah sel darah putih
  • Urinalisis, untuk menyingkirkan infeksi saluran kencing
  • USG
  • GI yang rendah (barium enema)
  • CT scan
  • Operasi exploratory laparoscopic

Bagaimana mengobati radang usus buntu?

Radang usus buntu dapat sulit untuk didiagnosis. Oleh karena itu, dokter Anda mungkin tidak menjadwalkan pembedahan usus buntu sampai gejala berkembang pesat. Operasi usus buntu  biasanya memerlukan waktu dua hari dirawat di rumah sakit, berisiko komplikasi, dan meninggalkan bekas luka kecil, tetapi Anda akan benar-benar sembuh.

Membantu anak untuk menolong dirinya sendiri

Anak harus didorong untuk mengikuti panduan dasar untuk saluran pencernaan yang sehat:

  • Makan di jam yang pasti
  • Minum banyak air (setidaknya delapan gelas air atau cairan lain setiap hari)
  • Selalu aktif secara fisik
  • Kunyah makanan secara perlahan dan telan dengan hati-hati
  • Gunakan aspirin dan obat anti peradangan secukupnya. Obat ini dapat mengiritasi lapisan saluran pencernaan yang rapuh
  • Tidak merokok, karena merokok dapat menyebabkan luka perut
  • Jangan menahan BAB
  • Cobalah untuk tidak mengencangkan perut saat buang air besar
  • Yang paling penting, walaupun kegiatan sangat sibuk, pastikan tetap makan secara teratur. Setidaknya sisakan waktu untuk duduk santai di meja makan, mengunyah, dan mencerna.Hal ini tidak hanya akan membantu usus anak Anda tetapi juga mempererat ikatan keluarga.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Perkembangan Anak Usia 13 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

    Pada usia 13 tahun, anak akan mengalami tahapan perkembangan baru yang meliputi fisik, kognitif, psikologi, dan bahasa. Apa saja yang dialami anak saat itu?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 19 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Penyebab Gangguan Makan pada Remaja dan Cara Mengatasinya

    Takut gemuk dan anggapan body goals adalah yang tinggi, kurus, dan langsing kerap jadi penyebab gangguan atau penyimpangan makan pada remaja.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 19 September 2020 . Waktu baca 10 menit

    Daftar Imunisasi Penting untuk Anak Usia 9-16 Tahun

    Banyak orangtua menganggap vaksinasi hanya perlu bagi bayi dan balita saja. Padahal, ada sejumlah imunisasi untuk remaja yang tak kalah penting.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Yurika Elizabeth Susanti
    Hidup Sehat, Tips Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    Waktu Bercinta Terbaik Bagi Pasangan Usia 20, 30, dan 40-an

    Waktu bercinta yang paling ideal ternyata bisa berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung usia Anda dan pasangan. Apa alasannya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    perkembangan anak 16 tahun

    Perkembangan Anak Usia 16 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 27 September 2020 . Waktu baca 6 menit
    perkembangan anak usia 15 tahun

    Perkembangan Anak Usia 15 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    Perkembangan anak usia 14 tahun

    Perkembangan Anak di Usia 14 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 9 menit
    pubertas atau masa puber

    Ciri-Ciri Pubertas pada Remaja Perempuan dan Laki-laki

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 20 September 2020 . Waktu baca 12 menit