Yuk, Main Air! Berenang Ternyata Banyak Manfaat Bagi Anak Dengan Autisme

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28 April 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anak dengan gangguan spektrum autisme (GSA) atau lebih sering disebut autisme memiliki risiko tenggelam lebih besar dibandingkan anak pada umumnya.

Dilansir dari laman CNN, Dr. Guohua Li, seorang peneliti dari Center for Injury Epidemiology and Prevention di Columbia University telah melakukan penelitian untuk melihat hubungan antara autisme dan cedera. Hasilnya, hampir setengah (46%) kasus kematian karena cedera yang tidak disengaja pada anak dengan autisme terjadi karena tenggelam. Oleh karena itu, membekali anak autisme dengan kemampuan berenang sangat penting. Lalu apa saja manfaat berenang lainnya yang bisa diperoleh oleh anak dengan autisme?

Apa saja manfaat berenang untuk anak dengan autisme?

berenang setelah makan

Selain untuk mencegah terjadinya tenggelam, ada berbagai manfaat berenang yang bisa didapatkan anak dengan autisme. Gerakan lembut dan berulang yang dilakukan saat beraktivitas di air dapat memberikan ketenangan pada anak GSA. Berenang juga membantu mengatasi frustrasi atau perasaan marah yang sedang dialami anak. Pasalnya, saat berolahraga di kolam renang anak akan melepaskan endorfin yang membuat mereka merasa lebih positif, atau merasa lebih bahagia.

Autism Spectrum Disorder Foundation mencatat bahwa banyak olahraga yang sulit dilakukan untuk anak-anak dengan autisme karena mereka harus fokus pada beberapa aspek yang berbeda sekaligus.

Ini berbeda dengan berenang. Berenang adalah olahraga yang bisa dilakukan sendirian sehingga jauh lebih mudah bagi anak dengan autisme untuk melakukan olahraga ini. Anak dengan autisme yang belajar renang lama-lama akan meningkatkan kemampuan koordinasi gerakan tubuhnya, serta memperkuat fisiknya.

Dilansir dari laman Autism Speaks, anak dengan autisme yang belajar renang memiliki keseimbangan tubuh, kelenturan, dan juga daya tahan otot yang lebih baik.

Pada dasarnya juga anak dengan autisme memiliki gangguan dalam memproses rangsangan sensoris, seperti sensitif terhadap suara, cahaya, ataupun sentuhan. Dengan belajar renang, ini dapat membantu mengatasi masalah proses sensoris tersebut.

Tips mengajari anak dengan autisme berenang

air kencing di kolam renang

Keunikan perilaku yang dimiliki anak dengan autisme membuat Anda harus mengajari dengan penuh dengan kesabaran dan ketekunan. Selain itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

1. Jangan menggunakan bahasa yang berbelit-belit

Gunakan instruksi yang jelas dan langsung dengan kata yang mudah dimengerti. Ini akan membantu anak dengan ASD belajar untuk mengerti apa yang harus dilakukan. Hindari mengatakan, “Jangan begitu kakinya!” karena anak malah jadi bingung sebenarnya harus bagaimana.

Lebih baik langsung katakan apa yang seharusnya dilakukan anak misalnya, “Luruskan dan lemaskan kakimu.”

2. Konsisten

Anda membutuhkan kesabaran ekstra, terutama karena Anda harus mengulang-ulang perintah yang sama. Ulangi terus tiap gerakan yang diajarkan dan amati kemajuannya. Sebelum menguasai satu teknik atau gaya renang, jangan mencoba teknik yang baru karena nanti anak jadi bingung.

3. Berikan pujian

Puji segala keberhasilan yang dilakukan anak saat bisa melakukan suatu gerakan dengan baik, misalnya memberikan tepuk tangan yang meriah.

4. Biarkan anak bermain

Waktu main adalah kesempatan anak berenang bebas, tanpa aturan. Biarkan anak bergerak leluasa di air untuk mengeksplorasi keingintahuan mereka di kolam renang.

Meskipun ini waktu bebas, Anda harus tetap mengawasi dan sigap jika ada hal darurat yang diperlukan untuk menjaga keselamatan anak.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pedoman Praktis Makanan untuk Anak Usia 1-3 Tahun

Banyak ibu yang bingung memberikan anaknya makan ketika sudah memasuki usia 1 tahun. Jangan cemas, berikut pedoman praktis makanan anak 1-3 tahun.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Asam Lambung Naik Bisa Sebabkan Kanker Kerongkongan?

Asam lambung naik atau refluks yang terjadi secara kambuhan, kemungkinan bisa sebabkan kanker kerongkongan. Cari tahu alasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kanker Lainnya 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

8 Tips Menjaga Bakteri Baik dalam Usus

Tahukah Anda bahwa di dalam tubuh terdapat 100 triliun bakteri usus? Bakteri ini baik untuk mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan 8 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ketika demam, Anda akan memakai termometer untuk mengukur suhu tubuh. Bagaimana cara pakai termometer yang benar sesuai jenisnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan, Informasi Kesehatan 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kondom dipakai dua kali

Kondom Dipakai Dua Kali, Apa Saja Risiko yang Mungkin Terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
lidah gatal

7 Kondisi Penyebab Lidah Anda Terasa Gatal, dari Masalah Ringan Hingga Serius

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit
setelah cabut gigi

7 Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dikonsumsi Setelah Cabut Gigi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
posisi tidur

Posisi Tidur Mana yang Lebih Baik: Miring ke Kiri Atau Kanan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit