home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apa Bedanya Imunisasi Dt dan Imunisasi Td? Kapan Anak Perlu Vaksin Ini?

Apa Bedanya Imunisasi Dt dan Imunisasi Td? Kapan Anak Perlu Vaksin Ini?

Apakah anak Anda sudah diimunisasi? Imunisasi biasanya diberikan pada anak ketika balita dan usia sekolah. Jenis imunisasinya juga berbeda-beda, tergantung usia si anak. Perhatikan apa saja jenis imunisasi yang harus diberikan pada anak sesuai dengan usianya, sebab ada beberapa imunisasi yang namanya terdengar sama, namun fungsinya sama sekali berbeda. Contohnya imunisasi Dt (diphteria tetanus) dan imunisasi Td (tetanus diphteria). Lalu apa perbedaan dari keduanya?

Apa bedanya imunisasi Dt dengan imunisasi Td?

Meski kedua jenis vaksin ini punya nama yang hampir sama, tapi hati-hati karena keduanya berbeda. Imunisasi Dt adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah beberapa penyakit infeksi seperti difteri, tetanus, dan batuk rejan (pertusis). Sedangkan imunisasi Td merupakan imunisasi lanjutan dari imunisasi Dt agar anak semakin kebal dengan ketiga penyakit infeksi tersebut.

Kedua vaksin ini sebenarnya memiliki fungsi yang sama, yaitu mencegah terjadinya penyakit infeksi difteri, tetanus, dan batuk rejan (pertusis). Namun, yang berbeda adalah waktu pemberian serta komposisi dosisnya.

Imunisasi Td sering kali disebut sebagai imunisasi tambahan, sebab bekerja untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap ketiga jenis penyakit infeksi di atas – difteri, tetanus, dan batuk rejan. Selain itu, dosis obat imunisasi Td lebih sedikit ketimbang imunisasi Dt.

Setiap orang direkomendasikan untuk mendapat imunisasi anti tetanus dan difteri setiap 10 tahun. Alasannya, kekebalan tubuh Anda terhadap ketiga penyakit ini bisa saja menurun seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, imunisasi Td lebih dianjurkan untuk orang dewasa.

Kapan anak harus diberikan imunisasi Dt dan imunisasi Td?

Anak setidaknya mendapatkan lima kali imunisasi Dt dengan jadwal berikut:

  • Satu dosis pada usia 2 bulan
  • Satu dosis pada usia 4 bulan
  • Satu dosis pada usia 6 bulan
  • Satu dosis pada usia 15-18 bulan
  • Satu dosis pada usia 4-6 tahun

Sementara imunisasi Td diberikan setelahnya, ketika anak sudah melebihi usia 7 tahun. Biasanya, imunisasi ini diberikan pada anak yang berusia 11 tahun. Kemudian diberikan lagi ketika dewasa yaitu pada usia 19-64 tahun.

Di Indonesia sendiri, pemberian kedua imunisasi ini dilakukan di sekolah-sekolah, yaitu dengan jadwal seperti berikut:

  • Kelas 1 SD, diberikan imunisasi campak dengan waktu pelaksaan setiap bulan Agustus dan imunisas diphteria tetanus (DT) setiap bulan November.
  • Kelas 2-3 SD, diberikan imunisasi tetanus diphteria (Td) di bulan November.

Yang harus diperhatikan sebelum imunisasi Dt

Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan bahwa anak yang sedang sakit ketika jadwal imunisasi tiba untuk menunggu dulu hingga dirinya sembuh. Namun bila anak hanya mengalami pilek, flu, atau demam biasa, tidak masalah untuk diberikan imunisasi saat itu juga.

Selain itu, mungkin ada anak yang akan mengalami alergi terhadap imunisasi ini, maka sebaiknya diskusikan hal tersebut dengan dokter anak Anda. Bila memang anak baik-baik saja, maka imunisasi tetap harus dilakukan karena vaksin tak hanya melindungi anak Anda saja dari ancaman infeksi, namun juga orang-orang di sekitar Anda.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2013, Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 42 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Imunisasi.

WebMD. (2017). DTap and Tdap Vaccines. [online] WebMD. Available at: http://www.webmd.com/children/vaccines/dtap-and-tdap-vaccines#1  [Accessed 22 Jun. 2017].

Cdc.gov. (2017). Diphtheria, Tetanus, and Pertussis Vaccine Safety Vaccines | Vaccine Safety | CDC. [online] Available at: https://www.cdc.gov/vaccinesafety/vaccines/dtap-tdap-vaccine.html  [Accessed 22 Jun. 2017].

Cdc.gov. (2017). Vaccine Information Statement | Tdap | Tetanus-Diphtheria-Pertussis | VIS | CDC. [online] Available at: https://www.cdc.gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/tdap.html  [Accessed 22 Jun. 2017].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 04/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x