home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Demam adalah penyakit “langganan” anak-anak. Demam itu sendiri merupakan tanda bahwa anak sedang terserang infeksi tertentu atau mengalami peradangan dalam tubuh. Pada kebanyakan kasus, demam anak bisa mudah ditangani ketika penyebab aslinya diobati atau dengan minum obat penurun panas yang dijual bebas. Namun apabila demam anak tidak kunjung sembuh meski sudah minum obat, apa artinya ini? Apa yang harus ortu lakukan?

Demam anak tidak sembuh-sembuh, apa sebabnya?

Demam biasanya bisa pulih dengan sendirinya setelah 3-5 hari sembari diberikan obat demam. Namun, demam anak yang tidak kunjung sembuh (bahkan bisa berlangsung hingga 2-3 minggu berturut-turut) bisa jadi menandakan infeksi atau penyakit lain yang lebih serius.

Pada umumnya, demam berkepanjangan juga ditandai dengan suhu melebihi 38ºCelcius (pada bayi melebihi 37,5ºC), berkeringat deras, panas dingin (meriang), sakit kepala, nyeri tubuh atau sendi, kelemahan, sakit tenggorokan, kelelahan, batuk, ruam merah di kulit, dan hidung mampet.

Dikutip dari Healthline, penyebab demam anak yang berkepanjangan bisa meliputi gangguan sistem imun sehingga tubuh tidak mampu memerangi infeksi secara cepat dan efektif, kanker anak (leukimia paling umum menyebabkan demam berkepanjangan) dan efek samping kemoterapinya, hingga beberapa kondisi kesehatan seius lainnya seperti:

  • Emboli paru
  • Enterocolitis atau radang usus
  • Radang di dalam selaput lendir
  • Trombosis vena dalam
  • Septik tromboflebitis, peradangan yang memengaruhi pembuluh darah

Bila disebabkan oleh salah satu kondisi di atas, demam pada anak yang berkepanjangan juga seharusnya diikuti oleh gejala lain khas penyakit yang mendasarinya.

Lalu, apa yang harus dilakukan orangtua?

Penanganan demam pada anak umumnya meliputi:

  • Pemberian paracetamol setiap 4 sampai 6 jam sesuai kebutuhan.
  • Aternatifnya, berikan obat ibuprofen per 6 sampai 8 jam sesuai kebutuhan. Pastikan anak Anda telah mengonsumsi makanan sebelum minum ibuprofen. Jangan mencampur ibuprofen dengan paracetamol untuk mengatasi demam anak.
  • Anda bisa menganjurkan anak untuk mandi air hangat agar menurunkan suhu panas demam lebih cepat.

Jangan berikan aspirin pada bayi atau balita. Hubungi dokter jika demam anak tidak kunjung sembuh lebih dari dua hari bahkan setelah diberi obat. Segera larikan ke IGD rumah sakit terdekat jika suhu anak di atas 40 derajat Celcius atau lebih. Jika tidak ditangani, demam pada anak bisa berakibat fatal.

Pengobatan dokter untuk demam anak yang berkepanjangan akan bervariasi tergantung penyebabnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Fever of unknown origin https://www.healthline.com/health/fever-of-unknown-origin Diakses pada 06 Februari 2018.

Fever http://washingtonpediatric.com/fever.php  Diakses pada 06 Februari 2018.

Fever in children http://thesurvivaldoctor.com/2013/07/10/fever-in-children/  Diakses pada 06 Februari 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 17/02/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x