5 Efek Negatif yang Dialami Balita Jika Sering Minum Kopi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sebuah penelitian dalam Journal of Human Lactation menemukan bahwa konsumsi kopi di kalangan balita mulai meningkat. Tidak tanggung-tanggung, para balita dalam penelitian tersebut bahkan sudah sering minum kopi sejak berusia 1 tahun.

Kopi memang minuman yang lezat dengan banyak manfaat. Akan tetapi, manfaat tersebut lebih ditujukan pada orang dewasa. Balita, apalagi bayi yang berusia dua tahun, membutuhkan minuman yang lebih sesuai bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Lantas, apa saja dampak yang mungkin terjadi bila balita sering minum kopi?

Dampak kesehatan pada balita yang sering minum kopi

Kopi merupakan minuman kaya antioksidan dengan beragam manfaat. Minuman ini disebut-sebut dapat menambah energi, membantu membakar lemak, memberikan rasa bahagia, bahkan mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan Parkinson.

Akan tetapi, lain ceritanya bila Anda memberikan kopi pada balita yang masih tumbuh dan berkembang. Meski tidak berbahaya, kebiasaan minum kopi dapat menimbulkan dampak sebagai berikut:

1. Menyebabkan kecanduan

anak keras kepala

Kopi mengandung kafein, dan kafein adalah stimulan. Stimulan merupakan bahan atau senyawa yang mempercepat pengiriman sinyal antara otak dan tubuh. Ini sebabnya minum kopi dapat membuat Anda lebih waspada, aktif, percaya diri, dan berenergi.

Kafein juga bersifat adiktif atau dapat memicu kecanduan. Jika balita sering minum kopi, ia lebih berisiko mengalami kecanduan ketika usianya bertambah nanti. Gejala kecanduan kafein antara lain sakit kepala, lesu, cemas, mudah marah, serta sulit berkonsentrasi.

2. Membuat anak menjadi hiperaktif dan susah tidur

Kafein memang membuat tubuh Anda lebih aktif dan berenergi. Namun, jika dikonsumsi oleh balita, kafein dapat menyebabkan berbagai efek samping. Di antaranya perilaku hiperaktif, susah tidur, perubahan nafsu makan dan mood secara drastis, serta cemas.

Hal ini terjadi karena balita memiliki toleransi kafein yang lebih rendah dibandingkan orang dewasa. Anda dapat mengonsumsi 200-300 miligram kafein per hari tanpa terkena efek samping, tapi balita biasanya hanya boleh mengonsumsi setengahnya.

3. Meningkatkan risiko obesitas

obesitas pada anak

Kopi sebenarnya rendah kalori, tapi minuman ini kini sering dijual dengan tambahan sirup, krim, dan saus karamel. Ketiganya banyak mengandung gula dan kalori. Jika balita sering minum kopi seperti ini, asupan gula dan kalorinya tentu sangat tinggi.

Asupan gula berlebih adalah salah satu faktor penyebab obesitas. Pada penelitian yang sama, balita berusia 2 tahun yang sering minum kopi berisiko 3 kali lipat lebih besar mengalami obesitas ketika memasuki TK.

4. Menyebabkan masalah gigi dan tulang

mencegah gigi berlubang pada anak

Kopi memiliki sifat asam, dan asam dapat mengikis lapisan email gigi sehingga gigi menjadi berlubang. Anak-anak khususnya, lebih rentan mengalami masalah gigi karena lapisan email pada gigi tetap mereka memerlukan waktu lebih banyak untuk mengeras.

Balita yang sering minum kopi juga berisiko kehilangan kalsium. Pasalnya, kafein dalam jumlah tinggi dapat mengganggu penyerapan kalsium dan memicu pengeluaran kalsium dari tubuh. Apabila penyerapan kalsium terganggu, massa tulang dapat berkurang.

5. Memperparah masalah kesehatan yang sudah ada

Beberapa masalah kesehatan pada balita dapat bertambah parah bila ia terlalu sering minum kopi. Sebagai contoh, konsumsi kopi dapat meningkatkan detak jantung. Balita yang memiliki detak jantung tidak normal bisa saja mengalami gejala yang lebih parah.

Kafein juga tidak selalu meningkatkan mood. Pada beberapa orang, senyawa ini justru dapat memperburuk suasana hati. Bagi anak yang memiliki gangguan kecemasan, penurunan mood akibat konsumsi kopi secara berlebihan dapat meningkatkan kecemasan yang ia alami.

Mengganti pola minum balita yang sering minum kopi

Selama si kecil masih balita, berikan ia minuman yang tepat sesuai umurnya. Berikan ia ASI eksklusif hingga usia enam bulan, lalu lanjutkan hingga umur dua tahun sambil memberikannya makanan sesuai tahapan umur.

Seiring bertambahnya usia, Anda dapat memberikan berbagai variasi minuman agar ia mendapatkan nutrisi yang beragam dan mengenal semakin banyak rasa. Berikut beberapa jenis minuman yang bisa Anda berikan:

  • Air putih, terutama setiap kali anak merasa haus.
  • Jus dari 100% buah asli.
  • Smoothies dengan yogurt, hindari gula tambahan.
  • Infused water dari buah-buahan.
  • Air kelapa asli tanpa gula tambahan.
  • Susu sapi, tertama susu full-fat dengan 2% lemak.
  • Susu almon, susu kedelai, dan susu dari bahan nabati lainnya.

Kopi mungkin merupakan minuman biasa bagi orang dewasa, tapi tidak bagi balita. Meskipun minum kopi tidaklah berbahaya, kandungan kafein, gula, dan kalori di dalam minuman ini berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Kandungan kafein yang tinggi pada kopi bahkan tidak hanya bisa berdampak pada kondisi fisik balita, tapi juga psikologisnya. Jadi, biarkan si kecil tumbuh besar dengan mencoba minuman yang bervariasi, tapi coba batasi ia dari konsumsi kopi.

Bila anak sangat ingin mencoba meminum kopi, waktu yang aman untuk memberikannya adalah setelah usia 12 tahun. Itu pun dengan catatan kandungan kafeinnya tidak melebihi 100 miligram per hari. Sedapat mungkin, batasi konsumsinya agar anak Anda yang masih balita tidak terlampau sering minum kopi.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sudah Minum Kopi Tapi Masih Ngantuk, Apa Penyebabnya?

Gen ternyata berperan penting untuk mencerna kafein dari kopi Anda, lho. Tak percaya? Langsung simak dua alasan sudah minum kopi masih ngantuk berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Bisakah Seseorang Kecanduan Kopi?

Beberapa orang merasa uring-uringan jika belum minum kopi. Apa ini berarti Anda kecanduan kopi? Apa benar kopi termasuk zat adiktif?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mual Setelah Minum Kopi? Ini Penyebab dan Tips Mengatasinya

Salah satu efek yang paling sering dikeluhkan setelah minum kopi adalah rasa mual. Ini berbagai penyebab dan tips mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Ada Khasiat Khusus Minum Kopi Campur Lemon?

Kopi dan lemon sama-sama memiliki nutrisi yang bermanfaat. Namun, minum kopi campur lemon disebut-sebut memiliki khasiat khusus. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Fakta Unik 27 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minum kopi untuk penderita maag

3 Tips Minum Kopi yang Aman Buat Perut Jika Anda Punya Maag

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 3 menit
alergi kafein

Mengulik Alergi Kafein Seperti pada Kopi yang Berbeda dengan Sensitivitas Kafein

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Waktu Efektif Minum Kopi

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat es kopi lebih sehat daripada kopi panas

Minum Es Kopi Ternyata Lebih Menyehatkan daripada Kopi Panas

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 5 menit