Anak Susah Tidur, Amankah Jika Ortu Beri Obat Tidur?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Susah tidur (insomnia) tidak hanya dialami oleh orang dewasa, bisa juga anak-anak. Kondisi ini umumnya terjadi pada anak yang memasuki usia sekolah. Akibatnya, ia akan kekurangan tidur dan ini berimbas pada aktivitas dan prestasinya di sekolah. Untuk mengatasinya, Anda mungkin bertanya-tanya, bolehkah anak diberi minum obat tidur? Cari tahu jawabannya berikut ini.

Amankah anak minum obat tidur saat susah tidur?

Ada anak yang mudah tidur lelap, ada yang tidak. Anak yang sulit tidur tentu membuat orangtua menjadi khawatir. Pasalnya, susah tidur menyebabkan anak mengantuk di siang hari dan bangun dengan tubuh lemah. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memperburuk kesehatannya.

Ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk mengatasi susah tidur, salah satunya minum obat. Cara ini memang praktis, tapi jika terjadi pada anak, bolehkah dilakukan?

Obat tidur adalah obat yang dapat menyebabkan kantuk dan memperpanjang waktu tidur. Obat ini tersedia bebas di toko obat maupun resep dari dokter.

Meskipun cukup ampuh mengatasi insomnia, menurut American Academy of Sleeping Medicine, obat tidur sebaiknya tidak diberikan pada anak-anak. Alasannya karena obat tidur tidak dibuat untuk anak-anak dan berisiko menyebabkan efek samping.

Efek sampingnya beragam, yang paling mungkin terjadi adalah overdosis (kelebihan dosis). Pasalnya, dokter harus menyesuaikan dosis orang dewasa agar sesuai dengan berat badan anak.

Anak yang minum obat tidur juga berisiko mengalami pembengkakan di wajah keesokan paginya atau sleep apnea (kehilangan napas sementara ketika tidur).

Lakukan hal ini ketimbang diberi obat tidur

anak tidur

Memberikan obat tidur pada anak bukanlah solusi untuk mengatasi masalah susah tidur pada anak. Sekalipun diberikan, dokter akan mempertimbangkan efektivitas obat dan efek samping yang mungkin terjadi. Dokter akan menyesuaikan pengobatan dengan penyebab yang mendasari munculnya gangguan tidur pada anak.

Bila susah tidur disebabkan oleh alergi, pilek, atau asma yang membuat si kecil sulit bernapas dengan nyaman ketika tidur, dokter akan memberikan antihistamin. Obat ini bekerja untuk mengurangi gejala dan membuat anak tertidur.

Ketimbang minum obat tidur yang belum jelas keamanannya untuk anak, orangtua lebih baik mengatasi hal ini dengan perawatan yang tidak melibatkan obat, seperti:

1. Ubah jam tidur anak lebih awal

Jika si kecil kesusahan tidur, jangan biarkan ia tidur larut malam. Akan lebih baik jika Anda memajukan jam tidur sehingga kemungkinan anak tidur tidak terlalu malam.

Jika si kecil biasanya tidur jam 10 malam, majukan menjadi jam sembilan. Setelah jam tidurnya diubah, lakukan hal ini secara rutin agar ia terbiasa.

2. Bantu anak untuk tidur lebih nyaman

Anak yang susah tidur bisa disebabkan oleh ketakutan, kecemasan, dan kebisingan. Tenang saja, Anda bisa mengurangi semua gangguan tersebut tanpa perlu anak minum obat tidur dengan beberapa cara, yakni:

  • Pastikan kamar tidur anak redup, suhu kamarnya sesuai, dan bersih
  • Matikan TV atau sesuatu yang menimbulkan kebisingan di sekitar kamar anak.
  • Tenangkan anak dengan kata-kata yang lembut, berikan ia rasa aman lewat pelukan dan usapan di kepala
  • Pastikan ia sudah minum obat yang diresepkan dokter jika kondisinya memang tidak sehat

Jika dua cara tersebut tidak menunjukkan hasil yang efektif, lakukan konsultasi lebih lanjut ke dokter. Dokter mungkin akan merekomendasikan terapi agar tidur anak menjadi lebih baik.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Susah Tidur Malam Meski Tubuh Kelelahan, Apa Penyebabnya?

Setelah lelah beraktivitas, Anda harusnya bisa tidur nyenyak. Namun, beberapa orang justru mengeluhkan susah tidur malam meski merasa lelah. Kenapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 1 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Trauma Gigi

Trauma gigi atau cedera pada gigi sering ditandai dengan keluarnya darah dari gusi. Jika kasusnya ringan, cedera bisa Anda tangani sendiri di rumah.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 1 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Luka Gores

Biasanya, luka akibat goresan benda tajam hanya menimbulkan bekas sayatan. Namun, mengobati luka gores juga tidak boleh sembarangan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 27 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Pinguecula, Ketika Bintik Kuning Muncul pada Mata

Pinguecula adalah bintik kuning pada mata yang muncul pada konjungtiva, terutama di sisi mata yang dekat hidung. Berbahayakah kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: dr. Ivena
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
membersihkan luka diabetes dengan sabun

Luka Tertusuk

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Parafimosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit