Bayi Rewel Terus Menerus, Waspada Kolik Infantil

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bayi biasanya menangis saat ia lapar, buang air kecil, dan gerah karena udara yang panas. Ketika bayi menangis, orangtua mencari cara untuk mendiamkan bayi. Ketika orangtua mengetahui alasan di balik tangisan bayi, pasti mereka akan lebih tenang. Jika segala cara telah dilakukan untuk menenangkannya tapi tak berhasil juga, bisa jadi penyebabnya adalah kolik infantil.

Mengenal kolik infantil, penyebab bayi tak berhenti menangis

kolik pada bayi

Kolik infantil dikenal dengan kolik pada bayi yang berusia 2 minggu hingga 4 bulan. Adapun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutnya sebagai sindrom 4 bulan. Kolik infantil dapat diidentifikasi melalui ‘rule of three’, yaitu bayi menangis lebih dari tiga jam sehari, terjadi lebih dari tiga hari setiap minggunya, dan berulang selama lebih dari tiga minggu.

Kolik infantil dapat terjadi meskipun bayi telah diberikan makan secara teratur dan sehat. Untuk mengetahui lebih lanjut, kolik pada bayi ditandai dengan beberapa gejala berikut.

1. Rewel berkepanjangan

Ini gejala utama kolik pada bayi yang mengalami kolik. Rewel biasanya ditandai dengan tangisan yang episodik. Kolik terjadi pada siang menjelang sore dan malam hari.

2. Postur tubuh yang berubah

Saat mengalami kolik, biasanya ditandai dengan tangan yang mengepal, kaki terangkat ke atas, melengkungkan punggung, serta tegang pada otot perut. Pada saat kolik, posisi tangan dan kakinya cenderung sering bergerak, serta wajahnya juga memerah.

3. Tidur jadi terganggu

Kolik infantil menyebabkan jadwal tidur bayi terganggu, karena bayi sering menangis pada malam hari. Bayi juga mengalami ketidaknyamanan karena seperti menahan rasa sakit pada tubuhnya.

4. Bersendawa dan buang angin

Bayi yang menderita kolik akan lebih sering menangis. Hal ini menyebabkan banyak angin yang masuk ke dalam tubuh bayi melalui mulutnya, sehingga ia lebih sering bersendawa dan buang angin.

5. Pola makan bayi berantakan

Tangisan episodik pada kolik infantil tak hanya menggangu jadwal tidurnya, tetapi juga jadwal makannya. Bahkan saat ibu melekatkan mulut bayi ke puting ibu untuk menyusu, ia menolaknya.

Setelah mengetahui gejala di atas, saatnya Anda mengetahui penyebab kolik dan bagaimana cara mengatasinya.

Segera lakukan ini untuk mengatasi kolik infantil

Sebagai orangtua, rasanya sedih dan cemas ketika bayi tak berhenti menangis. Tak sedikit orangtua bertanya-tanya apa sebenarnya yang menyebabkan kolik infantil.

Sebuah penelitian menyebutkan ada beberapa kemungkinan di balik tangisan kolik bayi.

  • Perubahan mikroflora (bakteri) pada feses
  • Sistem pencernaan yang belum matang
  • Teknik pemberian ASI yang kurang tepat

kolik bayi menangis tanpa henti

Rata-rata kemungkinan kolik infantil disebabkan faktor gangguan pencernaan. Saat kolik terjadi, cobalah untuk menarik napas sejenak, tenangkan diri sebentar, dan lakukan beberapa cara berikut untuk mengatasinya.

1. Berikan susu terhidrolisat parsial

Kolik infantil bisa disebabkan oleh gangguan pencernaan. Anda bisa memberikan susu terhidrolisat parsial sebagai cara untuk meredakan gejala kolik pada bayi.

Sebuah penelitian dalam jurnal F1000Research mengatakan bahwa susu formula terhidrolisat parsial dapat membantu mempercepat pengosongan lambung dan proses pencernaan makanan. Sehingga konsumsi susu ini mampu meredakan gejala kolik pada bayi karena dapat membantu kelancaran sistem kerja pencernaan.

2. Memberikan simethicone

Kolik infantil memicu penumpukan gas pada perut bayi dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Salah satu cara memberikan kelegaan pada kolik adalah memberikan obat simethicone. Simethicone dapat memecah gelembung gas yang terjebak pada perut bayi, sehingga mengurangi kembung pada bayi. Namun, ada baiknya Anda konsultasikan ke dokter sebelum memberikannya simethicone terlebih dulu.

3. Buat bayi bersendawa

Tangisan dan gerakan bayi saat kolik menandakan ia sedang menahan sakit di area perutnya. Bisa jadi gas yang terjebak dapat menjadi salah satu sebabnya. Maka itu, cobalah untuk mengeluarkan gas dari perutnya dengan membuatnya bersendawa.

Anda bisa menggendongnya dan menepuk lembut punggungnya. Lakukan ini agar angin pada perutnya bisa keluar melalui sendawanya.

4. Hindari makanan mengandung gas

Gas yang dihasilkan bisa jadi berasal dari makanan yang ibu konsumsi. Ada banyak sayuran yang mengandung gas, seperti kol, kembang kol, dan jeruk.

Makanan yang mengandung gas dapat memengaruhi ASI. Pada saat ASI diterima oleh si kecil, ini akan mengganggu sistem pencernaannya karena ada gas dari ASI yang dikonsumsinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber