Apakah Bayi yang Baru Lahir Harus Dibedong?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/07/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Kalau mengikuti tradisi, katanya bayi yang baru lahir harus dibedong. Namun, makin ke sini, makin banyak ibu yang sudah melepaskan keyakinan tersebut. Sebenarnya, apakah bayi harus dibedong? Apakah membedong memang ada manfaatnya untuk pertumbuhan si kecil? Simak penjelasan dari pertanyaan-pertanyaan seputar membedong bayi di bawah ini.

Apa tujuan bayi dibedong?

bayi harus dibedong

Sebenarnya, membedong bayi itu merupakan tradisi turun temurun yang sudah ada sejak zaman dulu. Tujuan dari membedong bayi sendiri pun bermacam-macam.

Beberapa orang meyakini bahwa apabila bayi dibedong, bayi akan merasa hangat. Dengan begitu, bayi tidak mudah sakit karena kedinginan. 

Ada pula yang percaya bahwa tujuan bayi dibedong itu untuk memperbaiki bentuk kaki bayi. Bayi yang kakinya sering dibungkus dengan kain diharapkan dapat tumbuh lurus dan tidak bengkok seiring dengan bertambahnya usia.

Berbagai persepsi dan tradisi seperti membedong bayi ini sudah mengakar dan tumbuh dengan kuat di dalam pikiran masyarakat, terutama di Indonesia. Tetapi, apakah benar bayi harus dibedong? Kalau tidak dibedong, apakah kaki bayi akan bengkok saat ia tumbuh besar?

Apakah bayi harus dibedong supaya merasa hangat?

Pertanyaan ini mungkin pernah atau selalu menghampiri pikiran setiap ibu yang baru memiliki anak. Ini karena tradisi membedong bayi sudah sedemikian kuatnya melekat, sampai terkadang kita lupa bahwa tidak semua tradisi itu benar. 

Secara ilmiah, membedong bayi tidak memiliki manfaat khusus selain hanya untuk menjaga kehangatan bayi. Perlu dicatat bahwa membedong bayi juga tidak wajib dilakukan

Anda bisa menjaga kehangatan tubuh sang bayi dengan cara lain, misalnya mengatur suhu ruangan supaya tidak terlalu dingin dan mengenakan pakaian dengan bahan yang nyaman untuk si kecil.

Benarkah harus membedong bayi agar kakinya tumbuh lurus?

Hal ini tidak benar, membedong tidak akan memberikan pengaruh apapun pada bentuk kaki bayi.

Saat bayi baru lahir, kaki bayi pasti berbentuk bengkok karena mengikuti posisi ketika masih berada di dalam kandungan. 

Secara alamiah, kaki bayi akan tumbuh lurus seiring dengan bertambahnya usia. Proses ini berlangsung secara bertahap hingga bayi kurang lebih berusia 3 tahun. 

Jadi, tanpa perlu dibedong atau diluruskan pun kaki bayi akan tetap tumbuh normal dan lurus sendiri pada waktunya.

Apabila Anda tetap ingin membedong bayi, hal tersebut sah-sah saja dilakukan. Namun, perlu diingat bahwa tujuan membedong bayi bukan untuk meluruskan kaki, melainkan hanya untuk menjaga kehangatan tubuh bayi. 

Apa ada bahaya atau risiko membedong bayi?

Setelah mengetahui apakah bayi harus dibedong atau tidak, Anda mungkin ingin tetap melakukan bedong pada si kecil supaya selalu merasa hangat dan nyaman. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika membungkus tubuh bayi dengan kain.

Anda harus ingat bahwa tubuh bayi masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Jadi, jika membedong dilakukan dengan menarik kaki dan mengikatnya, hal tersebut justru dapat mengganggu tumbuh kembang bayi.

Kaki bayi yang ditarik dan diikat terlalu kencang malah bisa menghambat perkembangan sendi kaki. Lebih lanjut lagi, kemungkinan saraf-saraf yang ada di sekitar kaki bayi akan mengalami masalah.

Lalu, bagaimana tips membedong bayi yang aman?

tips membedong bayi

Jika Anda ingin membedong bayi, lakukan dengan cara membedong yang aman dan tidak berisiko. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan saat membedong bayi.

1. Pilih jenis kain yang tepat

Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah pemilihan kain untuk membedong. Pastikan Anda memilih kain dengan bahan yang nyaman dan lembut untuk bayi. 

Selain tebal dan hangat, kain untuk membedong tidak boleh terbuat dari bahan yang kasar supaya kulit bayi terhindar dari iritasi.

2. Jangan ikat kain terlalu kencang

Satu lagi yang tidak kalah penting, yaitu hindari mengikat kain bedongan pada bayi terlalu kencang. Kaki dan tangan bayi tidak boleh ditarik atau diluruskan secara paksa ketika dibungkus dengan kain.

Anda juga harus memastikan bayi tetap bisa bergerak dengan nyaman dan leluasa selama dibedong.

3. Tak perlu membedong bayi seharian penuh

Anda tidak perlu terus menerus membedong bayi seharian. Bayi cukup dibedong seperlunya saja, misalnya saat udara dingin dan bayi sedang tertidur.

Dengan begitu, si kecil tetap bisa bergerak bebas dan tumbuh kembangnya tak terganggu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Artikel dari ahli dr. MN Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A

Cara Cepat dan Efektif Mengatasi Demam pada Balita

Balita rentan terkena berbagai penyakit, salah satunya ditandai dengan demam. Bagaimana cara mengatasi demam pada balita dengan cepat dan aman?

Ditulis oleh: dr. MN Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A
demam pada balita

Anak Batuk Terus Menerus, Apa Ortu Harus Khawatir?

Jika anak mengalami batuk yang terus menerus muncul dan tidak kunjung membaik, apakah orang tua harus waspada? Simak ulasannya di Hello Sehat.

Ditulis oleh: dr. MN Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A
anak batuk terus menerus

Balita Susah Makan, Apakah Perlu Diberikan Multivitamin?

Balita yang sulit makan selalu membuat ibu khawatir. Apakah perlu memberikan multivitamin untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak balita?

Ditulis oleh: dr. MN Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A
multivitamin untuk anak balita

Yang juga perlu Anda baca

Perawatan Psoriasis Pada Bayi Agar Kulitnya Tetap Sehat

Psoriasis tidak hanya menyerang orang dewasa, tapi juga bayi dan anak-anak. Lantas, bagaimana perawatan psoriasis pada bayi? Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 28/10/2019 . 3 menit baca

Memahami Kadar Hb Rendah Pada Bayi Baru Lahir dan Bahayanya

Hemoglobin (Hb) penting bagi kelangsungan hidup manusia. Apa jadinya jika kadar hb pada bayi yang baru lahir rendah? Yuk, pahami di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 23/07/2019 . 4 menit baca

Si Kecil Jarang Pipis? Mungkin 3 Kondisi Ini Penyebabnya

Bayi umumnya sering buang air kecil. Jika bayi malah jarang pipis, Anda perlu curiga. Kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh kondisi tertentu. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 22/06/2019 . 3 menit baca

Kenali Tortikolis pada Bayi, Kondisi Saat Kepala Si Kecil Terus Miring ke Satu Sisi

Tortikolis bukan hanya terjadi pada orang dewasa, tapi juga pada bayi yang masih muda. Kondisi menyebabkan kepala bayi terus miring ke satu sisi.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 06/06/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 7 menit baca
bayi menjulurkan lidah

Normalkah Bayi Menjulurkan Lidah? Apa Saja Alasannya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 22/03/2020 . 4 menit baca
mengatasi sesak napas pada bayi

Atasi Sesak Napas pada Bayi dengan Cara-Cara Berikut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 20/11/2019 . 5 menit baca
latihan olahraga untuk anak

Bayi Juga Butuh Olahraga, Ini 4 Latihan yang Bisa Dipraktikkan di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 29/10/2019 . 4 menit baca