Kulit Anak Terinfeksi Setelah Dicakar Kucing; Apakah Akan Menular ke Anak Lain?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memelihara hewan piaraan di rumah, seperti kucing, dapat membantu menumbuhkan rasa empati pada anak. Namun, merawat dan membesarkan hewan berbulu ini tentu tidak luput dari risiko cakaran, Pada beberapa kasus, anak yang dicakar kucing juga bisa terinfeksi. Lantas, apakah infeksi bisa menular ke anak lain di sekitarnya? Yuk, cari tahu kebenarannya berikut ini.

Kenapa anak bisa terinfeksi setelah dicakar kucing?

Cakaran kucing umumnya membuat kulit si kecil lecet. Umumnya, luka tersebut dapat sembuh dan biasanya tidak meninggalkan bekas. Akan tetapi, pada beberapa kasus, cakaran kucing bisa menyebabkan infeksi dan ini dikenal dalam istilah medis sebagai cat scratch disease.

Ini terjadi akibat adanya bakteri Bartonella henselae, yakni bakteri yang hidup di air liur kucing menginfeksi kulit anak lewat luka terbuka. Bakteri bartonella hanya ada pada kucing yang terinfeksi yang awalnya disebarkan oleh kutu.

Kucing yang terinfeksi oleh bakteri ini tidak terlihat sakit. Kucing akan tetap sehat meski membawa bakteri di air liurnya selama berbulan-bulan. Rata-rata, kucing yang terinfeksi adalah kucing yang berumur di bawah 1 tahun.

Sebenarnya, infeksi ini tidak hanya terjadi setelah anak dicakar kucing. Infeksi bisa juga didapat dari kulit anak yang terluka akibat terjatuh atau garukan, yang setelahnya terkena air liur kucing. Setelah terinfeksi, area kulit yang terluka akan terlihat membengkak, memerah, dan bernanah. Ketika disentuh akan terasa sakit dan hangat.

Pada beberapa kasus, cat scratch disease bisa menimbulkan gejala demam, sakit kepala, nafsu makan menurun, dan kelelahan. Selain itu, kelenjar getah bening di sekitar ketiak, leher, dan pangkal paha juga akan membengkak.

Apakah infeksi dicakar kucing pada anak ini menular?

anak demam akibat parvovirus adalah

Dilansir dari laman Kids Health, infeksi cakaran kucing pada kulit anak tidak bisa ditularkan dari orang ke orang. Bakteri hanya bisa disebarkan melalui kucing yang terinfeksi. Itu artinya, si kecil tidak akan menularkan infeksi ini pada teman atau anggota keluarga yang ada di rumah.

Bila ada anggota keluarga yang terinfeksi, kemungkinan besar proses penularannya di dapat dari interaksi dengan kucing yang terinfeksi saat kulit sedang terluka.

Namun, munculnya blister dipenuhi nanah pada anak ini tidak selalu disebabkan oleh infeksi dicakar kucing. Bisa juga disebabkan oleh penyakit kulit lain yang menimbulkan gejala serupa, seperti impetigo.

Penyakit ini dapat menular dengan mudah lewat sentuhan pada blister atau menggunakan barang yang sama.

Segera ajak si kecil ke dokter

Sebelum ditentukan pengobatan, dokter akan lebih dulu memeriksa kondisi kulit si kecil. Dokter akan mengamati adakan bekas luka di sekitar kulit yang membengkak dan bernanah, kepemilikan kucing, atau kebiasaan main anak.

Jika anak memang memiliki kucing dan ada bekas luka di sekitar infeksi, cat scratch disease pada anak bisa jadi penyebabnya. Bila dokter kesulitan untuk menegakkan diagnosis, tes kesehatan lebih lanjut mungkin diperlukan, seperti tes darah dan tes kultur darah.

Bila diagnosis cat scratch disease sudah ditegakkan, dokter akan mengobati dengan antibiotik untuk menghentikan infeksi. Pengobatan lain yang diresepkan adalah acetaminophen atau ibuprofen untuk meredakan demam, pembengkakan, dan rasa nyeri.

Supaya si kecil tidak mengalami masalah yang sama di kemudian hari, sebaiknya Anda tidak memelihara kucing yang dicurigai membawa infeksi. Kemudian, selalu bersihkan dan rawat kulit anak yang terluka atau lecet.

Bila ingin kembali memelihara kucing, pastikan untuk merawat kebersihan tubuhnya agar bebas dari kutu penyebar bakteri. Jangan lupa membawanya ke dokter hewan untuk diperiksa kesehatannya. Ajari anak selalu mencuci tangan setelah ia bermain dengan kucingnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Infeksi Kandung Kemih

Infeksi kandung kemih adalah penyakit akibat serangan bakteri pada organ yang menampung urine. Pelajari gejala, penyebab, dan pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 10 menit

Kejang Dengan Demam (Kejang Febrile)

Kejang febrile terkadang dialami anak-anak ketika sedang demam tinggi. Jika terjadi pada anak Anda, langkah ini dapat Anda lakukan.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Pertolongan Pertama 21 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Sebagai orangtua baru, tak perlu takut saat memandikan bayi, Berikut panduan atau cara memandikan bayi baru lahir untuk Anda praktikkan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 9 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

syok anafilaksis adalah

Syok Anafilaksis, Reaksi Alergi Parah yang Membahayakan Nyawa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 28 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
benjolan di ketiak

Ada Benjolan di Ketiak Anda? Ini Beberapa Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 24 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
kepala bayi terbentur

Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
infeksi ginjal atau pielonefritis

Pielonefritis (Infeksi Ginjal)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit