Perlukah Bayi Memiliki Tempat Tidur dan Kasur Sendiri?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Apa saja perlengkapan bayi baru lahir yang sudah dipersiapkan? Biasanya barang yang sudah disiapkan yaitu mainan bayi, pakaian, alat mandi, gendongan, sampai kasur untuk si kecil. Memilih berbagai kebutuhan bayi memang menyenangkan. Namun, orangtua perlu bijak saat memilih kasur bayi karena ada beberapa hal yang perlu dipahami. Berikut penjelasan lengkap seputar pemilihan baby crib atau ranjang bayi.

Baiknya, bayi tidur di kasur sendiri atau bersama orangtua?

kasaur bayi

Mengutip dari Healthy Children, bayi sebaiknya tidur terpisah dengan orangtuanya untuk menghindari sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) adalah kondisi bayi meninggal mendadak karena mengalami kesulitan bernapas.

Bayi baru lahir lebih berisiko mengalami SIDS karena bayi belum sepenuhnya bisa merespon jika ada gangguan saat ia tertidur. 

Berbeda dengan bayi yang lebih besar, ia bisa lebih cepat merespon jika terganggu saat tidur untuk melindungi dirinya.

SIDS bisa dipicu oleh:

Posisi tidur orangtua bisa memicu bayi kesulitan bernapas karena secara tidak sadar, tubuh orangtua bisa menimpa bayi.

Namun, jika bayi tidur jauh dari orangtua, tentu hal ini menyulitkan Anda dalam mengawasi bayi saat tidur.

Untuk itu, Anda bisa memakai ranjang bayi dan menempatkannya di sebelah kasur agar mudah mengawasi dan memantau si kecil saat terlelap.

Namun perlu diingat, hindari terlalu banyak menaruh benda-benda dalam tempat tidur, termasuk selimut dan bantal yang berbahaya bagi bayi.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli kasur bayi

bahaya bayi tidur pakai selimut

Memilih tempat tidur bayi tidak bisa sembarangan karena berhubungan dengan keselamatan si kecil.

Beberapa hal di bawah ini bisa menjadi pertimbangan sebelum membeli tempat tidur bayi, yaitu:

Hindari tempat tidur bayi yang usianya lebih dari 10 tahun

Terkadang menggunakan barang warisan dari saudara atau kakak akan lebih baik, tetapi tidak dengan tempat tidur bayi.

Mengutip dari Kids Health, tidak disarankan menggunakan kasur yang usianya sudah lebih dari 10 tahun.

Hal ini dikarenakan kondisi kasur bayi yang sudah banyak perubahan dan bisa membahayakan si kecil.

Sebagai contoh, kasur yang sudah terlalu empuk atau bingkai ranjang yang mulai lapuk.

Perhatikan jarak antar tiang dan bingkai kasur bayi

Ukuran tempat tidur bayi harus sesuai dengan kasur yang mengisinya. Pastikan tidak ada ruang antara bingkai tempat tidur dan kasur. 

Mengutip dari Healthy Children, ruang antara kasur, bingkai tempat tidur, dan antar tiang bingkai sebaiknya tidak lebih dari 5 cm.  

Hal itu untuk mengurangi kemungkinan tubuh atau kepala bayi terjepit di antara sela-sela ruang tersebut saat sedang tidur atau berdiri.

Selain jarak, hal yang perlu dperhatika adalah tinggi bingkai kasur yang dapat disesuaikan.

Ini perlu dilakukan agar saat bayi bertambah besar, tinggi kasur bisa dikurangi agar ia tidak bisa memanjat keluar atau jatuh dari tempat tidur.

Perhatikan ketebalan dan kepadatan kasur

Pilihlah kasur bayi dengan tingkat ketebalan sekitar 7-15 cm, agar bayi tidur dengan nyaman. 

Untuk kasur busa, sebaiknya juga perhatikan kepadatan kasur. Kasur busa yang lebih berat mungkin lebih padat dan ini menjadi pilihan yang baik. 

Hindari memilih kasur yang terlalu empuk karena bayi bisa ‘tenggelam’ di dalamnya dan berisiko mengalami sindrom kematian mendadak (SIDS). 

Pilih kasur yang multifungsi

Multifungsi ini maksudnya kasur bayi bisa diubah menjadi tempat tidur tanpa bingkai. Ini mungkin bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih tempat tidur bayi. 

Tempat tidur bayi yang serbaguna bisa dimanfaatkan lebih lama ketika bayi sudah semakin besar. 

Bila tinggi badan anak sudah lebih dari 90 cm, sebaiknya sudah tidak tidur di baby crib ranjang bayi.

Ini karena anak sudah bisa memanjat baby crib atau ranjang bayi dan posisi kasur yang terlalu tinggi, sehingga berisiko jatuh saat tidur. 

Disarankan untuk menggunakan kasur di lantai tanpa ranjang untuk mengurangi risiko terjatuh saat istirahat.

Jenis kasur bayi yang bisa dipilih

membuat bayi tertidur tanpa tangisan

Ada tiga jenis kasur bayi yang bisa orangtua pilih, di antaranya:

1. Kasur springbed

Kasur springbed ini punya struktur yang terbuat dari gulungan baja, sehingga tangguh dan kokoh. 

Di atas gulungan baja, terdapat lapisan bahan bantalan yang berbeda. Ada yang terbuat dari poliester, kapas atau busa.

Semakin banyak steel coils atau gulungan baja pada kasur, semakin empuk kasurnya. 

Kasur jenis ini juga cenderung mahal dan lebih berat. Berat kasur akan terasa terutama saat mengangkat kasur untuk mengganti sprei.

2. Kasur busa

Kasur bayi jenis ini biasanya terbuat dari bahan poliuretan dan resin busa. 

Jenis kasur busa bisa menjadi pilihan yang bagus karena kasurnya ringan, tahan lama, dan murah. Saat memilih kasur bayi busa, pastikan kasurnya kuat.

Cara menentukan kuat atau tidaknya kasur busa, tekan kasur busa dengan telapak tangan.

Setelah itu, lihat seberapa lama kasur yang masuk ke dalam untuk naik kembali ke permukaan atau ke bentuk semula. 

Semakin cepat kasur kembali ke bentuk semula, semakin baik.

3. Kasur bayi jenis organik

Kasur ini dibuat dengan bahan alami atau organik termasuk kapas, wol, serat kelapa, busa nabati, dan lateks alami.

Alas tidur organik dapat terdiri dari lapisan dalam bahan alami, busa, atau bahkan terbuat serat sabut kelapa.

Namun, harganya cenderung mahal meski lebih nyaman bagi penderita alergi

Kasur ini tidak akan menimbulkan masalah seperti alergi lateks atau gatal dan gampang terbakar seperti saat pakai kasur busa. 

Hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan tempat tidur bayi

Orangtua perlu berhati-hati dalam menyimpan kasur bayi. Hindari menempatkan tempat tidur bayi di sebelah jendela atau pintu.

Hal tersebut bisa membahayakan si kecil, terutama saat ia sudah bisa berdiri dan memanjat.

Selain itu, bayi juga rentan terlilit dan terikat kain tirai atau gorden yang menutup jendela.

Tempatkan kasur di posisi menempel tembok jauh dari tirai, jendela, dan pintu.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Stillbirth (Bayi Lahir Mati): Penyebab, Tanda, dan Cara Mencegahnya

Bayi meninggal dalam kandungan atau stillbirth adalah saat bayi dilahirkan dalam keadaan tidak bernyawa. Bagaimana penjelasannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Komplikasi Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 28 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Empeng Versus Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

Bayi cenderung mengisap jempolnya saat sedang tidak menyusu. Namun, lebih baik bayi pakai empeng untuk mencegahnya atau dibiarkan saja? Ini kata para ahli.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Aturan Memberikan Hadiah ke Anak Agar Tak Berdampak Negatif

Memberikan hadiah ke anak merupakan cara baik untuk meningkatkan motivasi anak. Namun, hati-hati dalam memberikannya karena ini juga bisa berdampak buruk.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Waktu Memandikan Bayi, Sebaiknya Pagi atau Sore Hari?

Ada yang bilang sebaiknya memandikan bayi di pagi hari, tapi ada juga yang bilang sore lebih pas. Yang benar yang mana? Simak jawabannya di sini, ya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
kulit bayi mengelupas

Kulit Bayi Mengelupas di Minggu Pertamanya, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
manfaat berkebun

5 Manfaat Berkebun Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 31 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit