Fakta Empeng Bayi, Apa Saja Manfaat dan Kekurangannya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Hingga kini, penggunaan empeng bayi masih menjadi perbincangan di kalangan orangtua. Sudah lama para orangtua terbagi dua mengenai hal ini. Ada yang santai, ada juga yang anti hingga sampai menegur orangtua lainnya karena empeng. Sebenarnya, perlu atau tidak penggunaan empeng pada perkembangan bayi? Ini penjelasan lengkapnya.

 

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Apakah empeng bayi diperlukan?

cara agar berhenti menggunakan empeng pada bayi

Dikutip dari Mayo Clinic, umumnya bayi mempunyai refleks mengisap yang cukup kuat. Tidak hanya membantu menambah nutrisi, mengisap juga mempunyai efek menenangkan.

Maka dari itu, sebagian orangtua menjadikan empeng bayi sebagai salah satu keperluan untuk bayi baru lahir.

Empeng alias pacifier adalah dot bayi yang tak berisi susu maupun cairan apapun. Fungsinya hanya supaya bayi memiliki sesuatu untuk diisap di mulutnya.

American Family Physician merekomendasikan penggunaan empeng pada anak di usia satu bulan ke atas untuk mengurangi risiko kematian mendadak.

Hal yang perlu diingat adalah setiap anak mempunyai karakternya masing-masing. Tentunya, Anda sebagai orangtua mengetahui apa yang terbaik untuk anak.

Apabila telah berkonsultasi dengan dokter, Anda bisa menentukan dalam situasi apa anak perlu untuk menggunakan empeng.

Manfaat penggunaan empeng pada bayi

Berikut beberapa manfaat dari empeng atau dot untuk anak yang perlu diketahui, seperti:

1. Menurunnya risiko sudden infant death syndrome (SIDS)

Penggunaan empeng saat anak tidur di siang atau malam hari dapat mencegah terjadinya sindrom kematian mendadak atau SIDS.

Selain itu, penggunaan empeng diyakini dapat mengurangi kemungkinan anak Anda untuk berguling ke posisi tengkurap, menjaga sistem pernapasan, hingga mengurangi risiko terjadinya GERD.

2. Memuaskan refleks untuk mengisap

Bayi memiliki keinginan alami untuk mengisap. Maka dari itu, waktu minum susu atau pemberian ASI botol dapat memenuhi keinginannya.

Namun, terkadang keinginan mengisap tetap ada walaupun bayi sudah merasa kenyang.

Salah satu cara mengatasinya adalah dengan memberikan empeng bayi. Hal yang perlu diperhatikan orangtua adalah ini tidak menggantikan waktu makan siang.

3. Membantu bayi menenangkan diri

Empeng atau dot bayi dapat memberikan efek menenangkan serta mencegahnya mengalami rasa cemas.

Bisa dikatakan bahwa penggunaan empeng dapat membantunya untuk mengendalikan perasaan serta membuatnya merasa aman.

Tidak hanya itu saja, karena sebagian bayi merasa senang saat mengisap sesuatu maka empeng juga bisa menenangkannya ketika rewel.

Anda juga bisa menggunakannya untuk membantu bayi agar lebih cepat terlelap.

Kekurangan empeng bayi

Tidak hanya manfaat, ada pula kekurangan dari empeng bayi yang bisa menjadi pertimbangan orangtua. Berikut hal yang juga perlu Anda perhatikan, seperti:

1. Mengalami bingung puting

Menyusui adalah proses yang alami dan sebagian bayi perlu waktu agar terbiasa dengan puting ibu.

Namun, ada pula kondisi bingung puting pada bayi yang kesulitan mengisap ASI.

Salah satu penyebab dari masalah menyusui ini adalah ketika anak sudah terbiasa menggunakan dot serta empeng.

Maka dari itu, hindari penggunaan empeng hingga anak sudah benar-benar terbiasa dengan pola menyusui langsung dari payudara.

2. Mengalami infeksi telinga

Dikutip dari Mayo Clinic, penggunaan empeng bayi dapat meningkatkan risiko infeksi telinga bagian tengah atau disebut sebagai otitis media.

Ini terjadi karena kuman atau bakteri pada rongga hidung bisa naik hingga tuba eustachius dan masuk ke dalam telinga.

3. Masalah pada gigi

Beberapa orangtua mengkhawatirkan penggunaan empeng atau dot bayi dapat memengaruhi pertumbuhan gigi anak.

Sebenarnya, penggunaan empeng dalam jangka waktu normal, umumnya tidak menyebabkan masalah gigi jangka panjang.

Namun, penggunaan empeng dalam waktu yang lama (lebih dari 2 tahun) dapat menyebabkan gigi anak menjadi tidak sejajar.

Masalah pertumbuhan gigi biasanya akan membaik dengan sendirinya dalam 6 bulan setelah menghentikan penggunaan empeng sebelum usia 2 tahun.

Tips penggunaan empeng pada bayi

kebiasaan empeng pada bayi

Jika Anda berencana untuk memberikan empeng atau dot pada bayi Anda, ikuti beberapa petunjuk berikut:

  • Gunakan merek empeng yang bebas dari kandungan bisphenol-A (BPA).
  • Jangan pasang tali pada empeng, karena anak berisiko tercekik.
  • Gunakan ukuran yang tepat. Sesuaikan dengan usia bayi agar dot sesuai dengan mulut.
  • Apabila saat tidur empeng terlepas, sebaiknya tidak memasangnya kembali.
  • Hindari penggunaan empeng bergantian dengan anak lainnya untuk menghindari penularan bakteri.
  • Bersihkan empeng yag sudah digunakan dengan sabun khusus dan air panas agar tetap steril.
  • Pilihlah empeng dengan lubang khusus agar udara dapat masuk.
  • Hindari empeng yang ditambah pemanis karena dapat merusak gigi anak.

Kapan menghentikan penggunaan empeng?

Bisa dikatakan bahwa penggunaan empeng pada bayi tergolong aman apabila Anda menyesuaikan dengan kebutuhannya.

Hal yang perlu diingat adalah untuk menunggu hingga anak terbiasa dengan puting serta menghentikan penggunaan empeng hingga gigi sudah mulai tumbuh.

Pasalnya, semakin bertambah usia maka risikonya lebih besar dibandingkan manfaatnya.

Apabila memungkinkan, hentikan penggunaan empeng setelah bayi berusia 6 bulan hingga usia maksimal adalah 1 tahun.

Ini merupakan waktu saat risiko SIDS menurun dan kemungkinan infeksi telinga meningkat.

Jika Anda ingin membantu anak secara perlahan, cobalah untuk membatasi penggunaan empeng, seperti pada saat tidur siang atau tidur malam saja.

Saat anak semakin sulit untuk melepas empeng, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Selagi berusaha agar anak tidak lagi menggunakan empeng, coba untuk mengalihkan perhatiannya dengan aktivitas atau mainan yang menarik.

Tidak hanya mengalihkan perhatian dengan aktivitas atau benda menarik, berikan pula pengertian bahwa sudah saatnya menghentikan penggunaan empeng.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vitamin E untuk Kesuburan, Benarkah Bisa Bikin Cepat Hamil?

Ingin mencoba suplemen vitamin E supaya cepat hamil? Eits, simak dulu penjelasan lengkap dari berbagai penelitian soal manfaat vitamin E untuk kesuburan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 22 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Proses Terjadinya Kehamilan: Dari Hubungan Intim Hingga Jadi Janin

Anda pasti sudah tahu bahwa kehamilan terjadi ketika sel sperma bertemu dengan sel telur. Namun, apakah Anda pernah berpikir bagaimana proses ini terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Program Hamil, Kesuburan, Kehamilan 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Serba-Serbi Membesarkan Anak Dengan Kepribadian Introvert

Cari tahu apa itu introvert, apa tanda-tandanya jika si kecil memiliki kepribadian introvert, dan apa yang perlu Anda lakukan sebagai orangtua.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 20 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Growth Spurt, Peningkatan Perkembangan Bayi yang Cukup Pesat

Melihat perubahan pada tumbuh kembang bayi tidak melulu harus dikhawatirkan. Agar tidak cemas, yuk cari tahu ciri growth spurt pada bayi!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 19 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

fungsi hormon fsh dan lh

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
pergerakan janin

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
13 Olahraga Untuk Penyandang cacat

13 Olahraga yang Baik untuk Penyandang Cacat atau Disabilitas

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit
anak cengeng

7 Cara Menghadapi Anak Cengeng Tanpa Drama

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit