Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Pelukan orangtua pada bayinya memainkan peranan penting dalam ikatan orangtua dan anak. Penelitian dari Jepang baru-baru ini mengungkap rahasia cara memeluk sempurna bayi oleh orangtua. Bagaimana indikator pelukan yang sempurna dan apa manfaatnya?

Rahasia cara sempurna memeluk bayi

masalah gizi pada bayi

Peneliti dari Toho University, Jepang menemukan rahasia pelukan yang sempurna pada bayi. Sederhananya adalah dengan tidak memberikan tekanan terlalu erat.

“Seperti kebanyakan orang tua, kita suka memeluk putra-putri kita. Tetapi yang mengejutkan kami sebagai ilmuwan adalah betapa sedikit yang kami ketahui tentang pelukan,” ujar Sachine Yoshida, salah satu peneliti dalam studi tersebut.

Dalam upaya mempelajari pelukan yang sempurna, peneliti mengukur efek menenangkan yang dirasakan bayi dari tekanan pelukan yang diberikan.

Peneliti merekrut pasangan ibu dan ayah bersama bayi mereka. Mereka melakukan tiga percobaan, yakni ayah dan bayinya, ibu dan bayinya, dan seorang perempuan dengan bayi yang bukan anaknya.

Setiap orang dewasa akan memeluk bayi mereka selama 20 detik dalam tiga kategori tekanan atau keeratan pelukan yaitu hanya dipegang, dipeluk dengan tekanan sedang, dan dipeluk dengan erat.

Selama orang dewasa memeluk bayi, peneliti mengamati respons detak jantung bayi dengan alat sensor yang diletakkan di tangan penggendong. Menurut peneliti, ketika kecepatan detak jantung menurun itu menunjukkan bayi atau seseorang dalam keadaan tenang.

Peneliti juga menggunakan intensitas gerakan kepala bayi sebagai ukuran ketenangan, semakin sedikit gerakan berarti si bayi semakin tenang.

Studi tersebut menyimpulkan bahwa bayi akan lebih tenang ketika dipeluk dengan tekanan sedang daripada hanya dipegang. Ketenangan bayi berkurang selama pelukan yang termasuk dalam kategori pelukan erat.

Pelukan dari orangtua memberikan efek ketenangan pada bayi

pelukan bayi dari orangtua distrofi otot muscular dystrophy adalah

Pelukan menenangkan untuk anak dipengaruhi dua faktor yakni keeratan pelukan harus dalam skala sedang dan siapa orang yang memeluknya. Untuk bayi yang berusia lebih dari 125 hari, efek menenangkan lebih besar ketika menerima pelukan dari orangtua daripada dari orang asing.

“Meskipun bayi tidak dapat berbicara, mereka mengenali orangtua mereka melalui berbagai metode pengasuhan, termasuk memeluk, paling lambat setelah empat bulan,” jelas Sachine.

“Kami berharap dengan mengetahui bagaimana perasaan bayi Anda saat dipeluk membantu meringankan beban kerja fisik dan psikologis merawat bayi yang belum bisa bicara,” ucapnya.

Peneliti juga mengatakan penelitian ini bisa dijadikan langkah awal untuk membuat program deteksi dini autisme. Hal ini dikarenakan penelitian berpusat pada berbagai respons sensorik selama pelukan pada bayi.

“Anak-anak dengan gangguan spektrum autisme (GSA) memiliki kesulitan dalam integrasi sensorik dan masalah interaksi sosial,” katanya.

“Oleh karena itu, percobaan sederhana kami ini dapat digunakan dalam penyaringan awal fungsi integrasi sensorik, dan pengembangan interaksi sosial pada bayi dari keluarga yang memiliki faktor risiko GSA yang tinggi,” simpul peneliti dalam laporannya.

Perlu diketahui bahwa keluarga yang memiliki anak dengan autisme berpotensi memiliki anak dengan autisme lain. Untuk itu, deteksi dini menjadi sangat penting untuk mendapatkan penanganan lebih tepat.

Hormon kasih sayang yang dilepaskan saat berpelukan

pelukan bayi cemas saat berpisah adult separation anxiety disorder

Pelukan orangtua pada bayi atau anaknya memiliki beberapa manfaat kesehatan. Diketahui bahwa tubuh mampu melepaskan hormon oksitosin atau biasa dikenal dengan sebutan ‘hormon cinta’ selama melakukan kontak fisik.

Namun, pada peneliti dalam studi ini mengatakan periode penelitiannya yang terlalu pendek membuat mereka tidak meneliti lebih lanjut mengenai manfaat pelukan dalam ranah ini.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ulfa Rahayu Diperbarui 16/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x