Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bayi biasanya lebih sering buang air kecil maupun buang air besar, sehingga popok bayi harus segera diganti lebih sering. Mungkin, bayi perlu ganti popok sampai 10 kali atau lebih dalam sehari. Ini bisa jadi hal yang melelahkan bagi ibu, apalagi jika bayi memakai popok kain, pastinya cucian ibu menjadi tambah banyak.

Kemudian sekarang untuk memudahkan ibu, banyak produk popok sekali pakai (diaper) bermunculan dengan berbagai merek. Ibu hanya perlu membuang popok sekali pakai jika sudah kotor atau penuh. Popok sekali pakai ini dapat menampung buang air kecil si bayi lebih dari satu kali. Namun, dengan adanya popok sekali pakai ini terkadang ada ibu cenderung membiarkan bayinya memakai popok terlalu lama. Nah, keadaan ini justru dapat membawa pengaruh buruk pada bayi.

Memakai popok terlalu lama dapat menyebabkan ruam popok

Memang memakai popok sekali pakai sangat memudahkan ibu, namun penggunaan popok ini justru dapat menyebabkan bayi mengalami ruam popok jika ibu malas mengganti popok. Bahkan, kadang ibu lupa sudah mengganti popok bayinya atau belum. Ibu kadang juga tidak tahu sudah berapa kali bayinya buang air besar. Ibu cenderung menunggu popoknya sampai penuh atau bahkan bocor, baru mengganti popoknya dengan yang baru.

Kebiasaan seperti ini dapat menyebabkan ruam popok pada bayi. Ruam popok dapat menyebabkan bayi menjadi tidak nyaman di bagian pantatnya. Kulit pada pantat bayi bisa menjadi perih, kemerahan, sensitif, terdapat bintik-bintik merah kecil di bagian pantat bayi, bahkan bisa menyebar ke daerah paha dan perut bayi.

Kulit bayi mengalami iritasi karena gesekan antara kulit dan popok yang terlalu lama, baik pada popok yang sudah kotor atau basah, maupun popok yang masih bersih. Sehingga, sebaiknya jangan menunggu sampai popok sudah penuh untuk menggantinya dengan yang baru. Jika dirasa pemakaian popok sudah sangat lama walaupun tidak kotor sama sekali, sebaiknya juga diganti.

Selain karena iritasi, ruam popok juga dapat disebabkan oleh infeksi. Infeksi ini terjadi ketika popok sudah penuh dengan kencing (urin) bayi tetapi tidak kunjung diganti. Urin bayi mengubah tingkat pH kulit yang memungkinkan pertumbuhan bakteri dan jamur. Pemakaian popok juga menghambat sirkulasi udara, sehingga daerah pantat bayi menjadi lembab, di mana kondisi tersebut juga mendukung perkembangan bakteri dan jamur. Berkembangnya bakteri dan jamur ini menyebabkan ruam popok pada bayi.

Bayi yang memiliki kulit sensitif juga dapat mengalami ruam popok. Bahkan bukan hanya popok saja yang dapat menyebabkan ruam pada kulitnya, penggunaan deterjen, sabun, atau tisu yang tidak cocok juga dapat menyebabkan ruam pada kulit sensitif bayi. Oleh karena itu, sebaiknya jangan sembarangan memilih produk untuk bayi, pilih produk yang tidak mengandung pengharum.

Bagaimana cara mencegah ruam popok pada bayi?

Untuk mencegah ruam popok pada bayi, Anda cukup pastikan kulit pantat bayi kering dan bersih. Satu hal lagi yang paling penting adalah rutin mengganti popok bayi, walaupun bayi tidak buang air besar atau kecil. Jangan sampai membiarkan bayi memakai popok sampai penuh atau bahkan bocor. Hal ini untuk mencegah iritasi pada kulit bayi.

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah ruam popok adalah:

  • Mengganti popok bayi Anda yang sudah kotor atau basah sesegera mungkin dan juga bersihkan pantat bayi secara menyeluruh. Sudah Benarkah Cara Anda Membersihkan Badan Bayi? mulai dari depan ke belakang. Jangan pernah membersihkan pantat bayi dari belakang ke depan, terutama pada bayi perempuan, karena ini dapat menyebabkan penyebaran bakteri. Bersihkan pantat bayi dengan air hangat dan handuk kecil.
  • Sebelum memakaikan bayi dengan popok baru, biarkan pantat bayi kering terlebih dahulu. Anda bisa memakai handuk kering untuk mengeringkan pantat bayi. Keringkan dengan cara ditepuk dengan lembut, bukan dengan menggosok pantat bayi dengan handuk, ini akan membuat iritasi kulit.
  • Jangan memakaikan popok bayi dengan ketat. Beri kelonggaran sedikit untuk mencegah gesekan antara kulit dan popok dan untuk melancarkan sirkulasi udara. Biasanya popok akan meninggalkan tanda jika dipakaikan terlalu ketat.
  • Ganti popok bayi setiap 2 jam sekali, dan setelah bayi buang air besar atau kecil. Usahakan agar bayi tidak seharian memakai popok, semakin lama bayi tidak memakai popok, semakin baik. Kapanpun bayi Anda tidak memakai popok, baringkan ia di atas handuk.
  • Anda bisa mengoleskan krim atau salep popok yang mengandung zinc oxide dan lanolin setiap mengganti popok bayi. Krim ini bantu mencegah iritasi pada kulit bayi yang sensitif, sehingga ia bisa nyaman sepanjang hari.
  • Jika bayi memakai popok kain, sebaiknya cuci dengan deterjen yang tidak mengandung pengharum dan jangan gunakan pelembut. Gunakan air panas untuk mencucinya dan bilas dua atau tiga kali sampai sabun benar-benar hilang dari popok.
  • Jika bayi menggunakan popok sekali pakai, sebaiknya pilih popok yang mampu menyerap dengan baik untuk menghindari iritasi kulit bayi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Lengkap Seputar Aturan Mengganti Popok Bayi

Kebersihan dalam pemakaian popok bayi haruslah diperhatikan. Maka itu, Anda dianjurkan rutin mengganti popok bayi. Namun, berapa kali aturannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 6 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Perkembangan Bayi 2 Minggu

Bayi Anda kini sudah memasuki usia 2 minggu. Bagaimana perkembangan bayi 2 minggu? Cari tahu kemampuan si kecil ketika berusia 2 minggu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Perkembangan Bayi 1 Minggu

Bayi Anda kini sudah memasuki usia 1 minggu. Apa saja perkembangan bayi 1 minggu? Cari tahu kemampuan si kecil ketika berusia 1 minggu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Tahap Demi Tahap Perkembangan Bayi Usia 0-11 Bulan

Satu tahun pertama merupakan masa tumbuh kembang yang paling penting. Yuk, simak tahap perkembangan bayi dari baru lahir hingga berusia 11 bulan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 6 Oktober 2020 . Waktu baca 16 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi baru lahir

Tahapan Perkembangan Bayi Baru Lahir 0-7 Minggu

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 15 menit
Kulit bayi Sensitif

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
menghadapi anak masturbasi

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
cara merawat kulit bayi

Cara Merawat Kulit Bayi yang Tepat Tanpa Membuat Iritasi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit