home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Air Kelapa Punya Banyak Khasiat, Tapi Apa Boleh Diminum Oleh Bayi?

Air Kelapa Punya Banyak Khasiat, Tapi Apa Boleh Diminum Oleh Bayi?

Air kelapa sering kali dianggap sebagai minuman yang punya banyak khasiat untuk kesehatan, termasuk bagi bayi. Meski saran ini pernah Anda dengar, mungkin Anda masih ragu ingin memberikan air kelapa pada bayi. Sebenarnya, boleh tidak, ya, si kecil dikasih air kelapa?

Bolehkah memberikan air kelapa untuk bayi?

minum air kelapa

Air kelapa bukan air biasa dengan tambahan rasa kelapa. Air kelapa adalah cairan bening yang ada di dalam buah kelapa berwarna hijau dan bisa diminum.

Air kelapa di dalam buah kelapa hijau berbeda dengan santan. Santan tidak dihasilkan dari buah kelapa hijau, tetapi dari parutan daging buah kelapa tua berwarna cokelat.

Berbeda dengan air kelapa yang bening, santan memiliki warna putih menyerupai susu.

Air kelapa digadang-gadang punya manfaat yang baik untuk membantu memulihkan kondisi tubuh saat sedang sakit.

Itu sebabnya, bayi yang sedang sakit atau dalam masa pemulihan setelah sakit disarankan minum air kelapa.

Yang jadi pertanyaan sekarang, memangnya boleh bila bayi minum air kelapa? Nah, jawaban singkatnya tentu saja boleh.

Hanya saja, ada aturan usia tertentu jika ingin memberikan air kelapa untuk bayi.

Bayi baru diizinkan minum air kelapa saat usianya sudah lebih dari 6 bulan setelah mulai bejalar mengonsumsi minuman dan makanan bayi selain ASI eksklusif.

Idealnya Anda dapat memberikannya sekitar usia 6-8 bulan atau bersamaan dengan waktu bayi mulai mencoba makanan pendamping ASI (MPASI).

Pemberian air kelapa ini tentunya tidak bisa sembarangan dan harus disesuaikan dengan jadwal MPASI bayi.

Apa kandungan nutrisi di dalam air kelapa?

manfaat air kelapa, mengatasi keracunan

Menariknya, air kelapa dinilai menyumbang beragam manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh bayi.

Melansir dari laman Mother and Baby, air kelapa bagus untuk mencegah dehidrasi akibat sakit maupun diare karena kaya kandungan elektrolit.

Melihat dari kandungan nutrisinya, dalam 100 mililiter (ml) air kelapa mengandung sekitar 17 kalori energi, 3,8 gram (gr) karbohidrat, 0,2 gr protein, dan 0,1 gr lemak.

Bukan hanya itu, menurut Data Komposisi Pangan Indonesia, air kelapa juga dilengkapi 15 miligram (mg) kalsium, 8 mg fosfor, 0,2 mg besi, 1 mg natrium, 149 mg kalium, 25 ml magnesium, dan 1 mg vitamin C.

Air kelapa yang kaya akan elektrolit, seperti kalium, magnesium, dan kalsium, yang membantu menyumbang manfaat serta menunjang fungsi organ-organ tubuh.

Kandungan gula dan kalorinya yang rendah turut menambah daftar manfaat bila memberikan air kelapa untuk bayi.

Minuman ini juga digadang-gadang dapat menjaga kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah, meredakan konstipasi, sumber antioksidan, hingga sumber hidrasi yang baik bagi tubuh.

Jadi, selain banyak memberikan ASI atau susu formula bayi dan minum air putih untuk bayi setelah usianya 6 bulan, air kelapa juga bisa menjadi pilihan lainnya.

Bahkan, sederet kandungan nutrisi yang ada di dalam air kelapa juga dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi bayi sehingga menurunkan risiko terjadinya masalah gizi pada bayi.

Cara memberikan air kelapa untuk bayi

gelas minum bayi

Air kelapa bisa diberikan kepada bayi dalam berbagai cara, entah diberikan secara langsung dengan cara diminum maupun diolah kedalam menu MPASI bayi.

Olahan air kelapa bisa Anda sajikan dalam bentuk makanan maupun minuman sebagai menu makan utama atau camilan bayi.

Anda juga bisa membuat camilan yakni potongan buah-buahan yang dicampur dengan air kepala dan yoghurt untuk bayi.

Memberikan air kelapa dapat membantu mengoptimalkan hidrasi untuk bayi terutama saat cuaca sedang panas.

Namun hati-hati, air kelapa bisa memicu alergi

pelukan bayi dari orangtua distrofi otot muscular dystrophy adalah

Selain diminum langsung, air kelapa juga bisa diolah bersama makanan padat lainnya sebagai sarapan, makan siang, maupun makan malam si kecil.

Namun sebaiknya, tetap hati-hati sebelum memberikan air kelapa pada bayi. Pastikan dulu bayi tidak memiliki alergi apa pun dengan kelapa dan semua olahannya.

Untuk mengetahuinya, tunggu sampai beberapa hari setelah bayi pertama kali mencoba minum air kelapa, sebelum beralih ke jenis makanan dan minuman baru lainnya.

Jika memang memiliki alergi, biasanya gejalanya akan muncul beberapa hari kemudian. Artinya, Anda tidak bisa lagi memberikan kelapa dan produk olahannya untuk si kecil.

Akan tetapi, bila si kecil tampak baik-baik saja dan malah menyukainya, berarti tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Data Komposisi Pangan Indonesia Kementerian Kesehatan RI. Retrieved 30 November 2020, from https://www.panganku.org/

Drinks You Can Give Your Toddler (Other Than Water or Milk). Retrieved 30 November 2020, from https://www.motherandbaby.co.uk/baby-and-toddler/toddler/looking-after-your-toddler/drinks-toddlers

What Is Coconut Water and What’s Behind the Hype?. Retrieved 30 November 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/coconut-water/faq-20207812

Can I Feed My Baby Coconut?. Retrieved 30 November 2020, from https://sleepbaby.org/giving-baby-coconut/

Best and Worst Drinks for Kids. Retrieved 30 November 2020, from https://selecthealth.org/blog/2018/07/best-and-worst-drinks-for-kids

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 09/01/2019
x