4 Kondisi yang Menjadi Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Bintik merah di kulit bayi cukup umum terjadi, dan biasanya disebabkan oleh gigitan nyamuk. Namun, bagaimana dengan bercak putih pada kulit bayi? Sebenarnya, apa penyebab munculnya kondisi tersebut dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut penjelasan lengkapnya.

Penyebab munculnya bercak putih pada kulit bayi

Bayi memiliki kulit yang sensitif dan lebih tipis dibanding orang dewasa. Kulitnya yang sensitif ini membuat si kecil mudah mengalami ruam atau lecet akibat iritasi maupun gesekan.

Selain berupa ruam kemerahan, masalah kulit pada bayi juga bisa menimbulkan bercak keputihan. Berikut ini beberapa penyebab munculnya bintik atau ruam berwarna putih pada kulit dan wajah bayi:

1. Milia

menghilangkan milia pada bayi

Tampilan milia sekilas mirip dengan jerawat. Bedanya, milia tampak seperti bintik-bintik putih pada kulit bayi.

Bercak putih milia biasanya muncul pada sekitar kulit hidung, dagu, dan pipi bayi, meski juga bisa muncul di sekitar kelopak mata dan alat kelamin.

Masalah kulit ini sangat umum terjadi pada bayi, bahkan yang baru lahir sekalipun. Mayo Clinic menyebutkan, milia terbentuk ketika serpihan-serpihan kulit mati terperangkap di pori-pori.

Milia dapat juga terbentuk dari kulit yang sembuh sehabis kerusakan, seperti akibat lepuhan, ruam, atau sengatan matahari yang berlebihan.

Bila Anda mendapati bercak putih milia pada kulit bayi, Anda tidak perlu cemas. Kondisi ini tidak menimbulkan rasa sakit, panas, perih, maupun gatal.

Cara mengatasinya:

Tidak pengobatan khusus untuk milia karena kondisi ini akan sembuh sendiri, biasanya dalam hitungan beberapa minggu atau bulan.

Bila milia tidak kunjung menghilang dan menimbulkan kekhawatiran, jangan ragu konsultasi ke dokter.

Sebagai perawatannya, Anda cukup membersihkan badan bayi setiap hari dengan sabun dan air hangat. Kemudian keringkan dengan menepuk pelan tubuhnya menggunakan handuk.

Hindari produk perawatan bayi yang mengandung pewangi, pewarna, atau pun zat iritan yang bisa mengiritasi kulit.

2. Erythema toxicum neonatorum (ETN)

Sumber: Baby Center

Bercak putih pada kulit dan wajah bayi dapat disebabkan oleh erythema toxicum neonatorum (ETN).

Kondisi ini menyebabkan munculnya benjolan kecil yang berwarna kuning yang lama-lama memutih atau agak kemerahan di kulit.

Ketika disentuh, benjolan tersebut akan terasa keras dan bisa pecah mengeluarkan cairan.

ETN biasanya menyerang kulit wajah dan tubuh bagian tengah, seperti dada. Namun, bisa juga muncul di lengan tangan dan kaki.

Bayi dapat memiliki kondisi ini saat dilahirkan, atau satu hingga dua hari setelah bayi dilahirkan.

Munculnya ETN diyakini sebagai respons tubuh bayi terhadap mikroba yang menyusup ke pori-pori kulit. Setelah sistem imun mengembang dan lebih kuat, kulit bayi akan berkurang kesensitifannya.

Cara mengatasinya:

American Osteopathic College of Dermatology menyebutkan, bercak putih pada kulit bayi akibat ETN tidak membutuhkan pengobatan khusus. Bercak umumnya akan menghilang sendiri dalam waktu 5 atau 14 hari.

Meski begitu, lenting dapat pecah kapan saja. Oleh karena itu, Anda sebaiknya berhati-hati ketika membersihkan badan bayi atau memakaikan baju untuknya karena bisa memecahkan lenting.

Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan badan dan pakaian bayi agar kulitnya lebih cepat pulih dari kondisi ini.

3. Vitiligo

vitiligo
Sumber: Health Xchange

Vitiligo adalah penyakit kulit turunan (genetik) yang menyebabkan berubahnya warna kulit dengan munculnya bercak putih pada kulit bayi.

Ukuran bercak bervariasi, bisa kecil maupun besar dan muncul di sekitar wajah, tangan, kaki, dan bibir. Tidak hanya kulit, penyakit ini juga menyebabkan warna rambut, bulu mata, dan alis jadi memutih.

Vitiligo terjadi ketika sel-sel penghasil pigmen (melanosit) mati atau berhenti memproduksi melanin.

Melanin adalah zat pemberi warna pada kulit, rambut, dan mata. Berhentinya produksi melanin diduga akibat suatu proses autoimun.

Namun, banyak faktor lain yang juga berperan dalam munculnya bercak putih ini, seperti paparan sinar matahari dan bahan kimia industri.

Penyakit ini tidak menimbulkan rasa nyeri pada kulit. Namun, bisa menyebabkan hilangnya warna retina (lapisan dalam bola mata) serta gangguan pendengaran.

Cara mengatasinya:

Bercak putih pada kulit bayi ini tidak bisa disembuhkan dengan perawatan rumah. Namun, orangtua bisa melakukan perawatan kulit bayi yang tepat agar menghambat penyebaran perubahan warna kulit.

Anda harus menghindarkan si kecil dari paparan sinar matahari langsung dan menggunakan krim yang diresepkan dokter untuk melindungi kulit.

Selain itu, dokter akan mempertimbangkan pengobatan sesuai kondisi kulit bayi meliputi pemberian obat, terapi, pembedahan, atau kombinasi.

4. Panu

panu pada kulit bayi
Sumber: WebMD

Panu atau tinea versicolor adalah infeksi jamur yang menyebabkan timbulnya bercak putih pada kulit bayi.

Panu tidak hanya berwarna putih, tapi juga bisa kecokelatan, merah, atau merah muda. Bercak ini berbentuk oval yang kering, bersisik, dan menimbulkan gatal.

Mengutip dari Kids Health, tinea versicolor disebabkan oleh jenis jamur yang hidup di permukaan kulit.

Lingkungan kulit yang lembap memang merupakan tempat yang cocok bagi jamur untuk berkembang biak.

Maka, bila kulit bayi karena keringat, ia rentan mengalami kondisi ini.

Bayi yang kekurangan gizi atau memiliki sistem kekebalan tubuh juga lebih rentan mengalami masalah kulit ini.

Cara mengatasinya:

Bercak putih pada kulit wajah bayi ini hanya bisa disembuhkan dengan obat krim antijamur.

Namun, Anda tidak boleh menggunakan obat ini sembarangan karena kulit bayi masih sensitif. Jadi, akan lebih baik jika obatnya sesuai dengan resep dokter.

Supaya tidak kambuh, jaga kebersihan kulit si kecil dengan rutin memandikan bayi.

Hindari membiarkan bayi memakai baju yang basah dengan keringat dalam waktu lama. Kemudian, jangan lupa mengganti popok bayi bila sudah kotor dan basah.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ruam Popok, Masalah Kulit Bayi yang Paling Sering Terjadi

Bayi yang keseringan pakai popok, memang rentan terkena ruam popok. Jangan khawatir, ikuti cara ini untuk mengobati dan mengatasi ruam popok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Kulit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Ruam Pada Kulit Pengidap HIV

Ruam kulit kemerahan muncul pada sekitar 90% orang yang terinfeksi HIV dalam beberapa bulan pertama. Apakah kondisi ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nabila Azmi
HIV/AIDS, Kesehatan Seksual 16 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Kulit Bayi Mengelupas di Minggu Pertamanya, Apakah Berbahaya?

Ketika bayi mengalami gejala tertentu, pasti orangtua akan cemas. Apalagi jika bayi baru lahir. Bagaimana jika kulit bayi mengelupas di minggu pertamanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Melakukan Tanning, Apa Efeknya untuk Kesehatan Kulit?

Efek tanning selain menggelapkan dan meratakan warna kulit ternyata juga berefek terhadap kesehatan kulit. Tidak hanya kulit keriput, kanker kulit juga mungkin terjadi.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Pitiriasis versikolor

Jamur pada Kulit [Part 1]: Panu atau Pitiriasis Versikolor

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
skincare remaja

5 Produk Skincare yang Ampuh untuk Merawat Kulit Remaja

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
cara mengatasi biang keringat pada bayi

8 Cara Ampuh Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
fordyce spot

Mengenal Fordyce Spot, Bintik Kecil yang Bisa Muncul di Mulut dan Area Genital

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit