Agar Tidak Keliru, Begini Cara Menyeimbangkan Pemberian ASI dan MPASI Bayi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Mengoptimalkan tumbuh kembang bayi harus didukung dari berbagai hal, termasuk asupan ASI dan MPASI. Pemberian MPASI maupun susu mencakup ASI dan susu formula bayi sebaiknya diseimbangkan sesuai kebutuhan gizi harian bayi.

Lantas, seperti apa cara menyeimbangkan asupan makanan padat atau MPASI dan susu seperti ASI maupun susu formula bagi bayi?

Kapan ASI dan MPASI mulai diberikan bersama?

makanan bayi

Bayi idealnya mendapatkan ASI eksklusif sepenuhnya sejak ia baru lahir sampai usia enam bulan.

Sesuai dengan namanya, selama masa pemberian ASI eksklusif tersebut bayi sebaiknya hanya menerima ASI tanpa tambahan minuman maupun makanan lain.

Ini karena di usia kurang dari enam bulan ASI masih mampu memenuhi kebutuhan gizi bayi setiap harianya.

Namun saat usia bayi menginjak enam bulan, kebutuhan gizi hariannya mengalami peningkatan sehingga tidak mampu lagi dicukupi hanya dari ASI.

Itulah mengapa sejak usia enam bulan bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat atau makanan pendamping ASI (MPASI).

Dalam beberapa kasus, bayi juga bisa mulai diperkenalkan dengan MPASI di usia empat bulan, tetapi sebaiknya tidak kurang dari usia ini.

Pemberian MPASI atau makanan padat ini tidak serta merta membuat asupan ASI bayi dihentikan. Jika bayi masih menerima ASI, MPASI dan ASI tetap bisa diberikan secara bersama-sama sesuai jadwal MPASI bayi.

Sementara bagi bayi yang sudah tidak lagi mendapatkan ASI, pemberian makanan padat dan susu formula bisa dilakukan bersamaan.

Tujuan pemberian ASI dan MPASI atau susu formula dan makanan padat yakni untuk melengkapi kebutuhan nutrisi bayi seutuhnya.

Memperkenalkan bayi untuk mulai belajar makan MPASI di waktu yang tepat juga membantu mendukung tumbuh kembangnya.

Sebaliknya, ketika pemberian MPASI untuk bayi terlambat atau setelah usianya di atas enam bulan, bayi berisiko mengalami serangkaian masalah.

Melansir dari Mayo Clinic, terlambatnya pemberian MPASI berisiko membuat bayi mengalami perlambatan pertumbuhan, kekurangan zat besi, hingga terhambatnya fungsi motorik.

Apa MPASI pertama yang sebaiknya diberikan bersama ASI?

mpasi instan untuk bayi

Menurut Pregnancy Birth and Baby, MPASI yang diberikan pertama kali kepada bayi sebaiknya mengandung zat besi.

Alasan kandungan zat besi sebaiknya ada di dalam makanan padat pertama bayi karena sebagian besar persediaan zat besi bayi mulai berkurang sejak usia enam bulan.

Jadi, ada baiknya pilih sumber makanan bayi yang kaya kandungan zat besi seperti daging merah, daging ayam, dan ikan.

Selain sebagai sumber protein yang baik, daging merah, daging ayam, maupun ikan juga kaya kandungan zat besi dan seng di dalamnya.

Bahkan, kandungan zat besi yang ada di dalam sumber protein hewani tersebut cenderung lebih besar daripada zat besi yang ada pada sayuran dan buah-buahan.

Pilihan lainnya Anda bisa memberikan tambahan sumber serat dari sayuran dan sumber protein nabati dari tahu, tempe, maupun kacang-kacangan. Namun perlu diingat selalu sesuaikan dengan tekstur makanan menurut usia bayi

Bagaimana cara menyeimbangkan pemberian ASI dan MPASI?

warna ASI bayi menyusui mpasi

Pemberian ASI dan MPASI maupun susu formula dan makanan padat untuk bayi haruslah seimbang.

Artinya, jumlah pemberian ASI serta MPASI sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan jadwal makan bayi setiap harinya.

Secara tidak langsung, hal ini juga membantu bayi untuk terbiasa mengenali waktu makan makanan utama, makan makanan selingan atau camilan bayi, hingga waktu minum susu.

Nah, supaya tidak bingung, begini cara yang bisa Anda lakukan untuk menyeimbangkan pemberian ASI dan MPASI bayi:

1. Kenali jadwal menyusui ASI dan pemberian MPASI bayi

Sama halnya seperti anak-anak yang sudah lebih besar maupun orang dewasa, bayi sebaiknya juga memiliki jadwal makan sejak dini.

Cara ini dapat membantu bayi beradaptasi dari yang tadinya hanya menyusu ASI sampai kemudian belajar makan MPASI.

Agar pemberian ASI maupun MPASI lebih optimal serta seimbang, perhatikan jadwal MPASI bayi sesuai dengan usianya.

Biasanya, di pagi hari diberikan ASI terlebih dahulu baru selang beberapa waktu kemudian diberikan MPASI.

Jadwal MPASI selanjutnya memberikan camilan untuk bayi, makan siang, ASI, camilan sore, ASI, dan makan malam.

Terakhir, cara menyeimbangkan pemberian ASI dan MPASI bagi bayi yang baru mulai belajar makan makanan padat dengan tetap memberikan ASI di malam hari.

Anda bisa memberikan ASI di malam hari sekitar pukul 22.00, 24.00, dan 03.00 sesuai keinginan bayi untuk menyusu.

Hanya saja, hal ini bukanlah suatu keharusan, melainkan pilihan tergantung apakah bayi menginginkan pemberian ASI kembali atau tidak.

Bila bayi sudah tertidur nyenyak dan tidak tampak rewel atau lapar di malam hari, pemberian ASI di waktu tersebut bisa tidak dilakukan.

Jadwal pemberian susu formula bagi bayi yang sudah tidak lagi menyusu ASI bisa disesuaikan dengan jadwal menyusui ASI.

2. Berikan MPASI sesuai kebutuhan bayi

Jumlah atau porsi makan bayi bisa berbeda-beda tergantung perkembangan usianya.

Di awal masa perkenalan dari ASI ke MPASI atau di usia enam bulan, biasanya bayi hanya mampu makan dalam jumlah sedikit dan terbatas.

Selama masa awal mengenal MPASI, jumlah ASI yang diminum bayi mungkin masih cukup banyak karena menyesuaikan dengan asupan makanan padatnya.

Berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi umumnya makan kurang lebih tiga sendok makan di awal pemberian MPASI.

Pada kisaran usia 6-8 bulan, porsi MPASI yang bisa dihabiskan bayi yaitu sekitar 3 sendok makan sampai ½ mangkuk ukuran 250 mililiter (ml). 

Bila tadinya bayi belajar makan makanan padat sekitar 1 kali sehari, lama kelamaan frekuensi makan bayi meningkat menjadi 2-3 kali makan besar sehari hingga usia delapan bulan.

Selanjutnya di usia 9-11 bulan, porsi makanan bayi dalam sekali makan sudah meningkat menjadi sekitar ½ mangkuk ukuran 250 ml. 

Bedanya, jika sebelumnya di usia 6-8 bulan frekuensi makan bayi hanya 2-3 kali sehari, di usia 9-11 bulan ini si kecil bisa makan sekitar 3-4 kali per hari.

Namun, frekuensi tersebut hanya berlaku untuk makan utama sehingga masih ada 1-2 kali lagi untuk makan selingan (camilan) sesuai keinginan bayi.

Jangan lupa, seimbangkan pemberian MPASI dan ASI seiring dengan bertambahnya usia bayi.

3. Perhatikan urutan pemberian ASI dan MPASI

Sejak usia enam bulan, makanan padat atau MPASI bayi diberikan di pagi, siang, dan malam hari, sedangkan ASI diberikan di sela-sela waktu makan utama tersebut.

Biasanya, aturan pemberian ASI dan MPASI dimulai dari ASI terlebih dahulu baru dilanjutkan dengan MPASI.

Hal ini dikarenakan bila MPASI dberikan lebih awal, dikhawatirkan bayi tidak mau lagi menyusu ASI karena sudah kenyang.

Begitu pula bila bayi sudah tidak lagi mendapatkan ASI tetapi diganti dengan susu formula. Artinya, susu formula diberikan sebelum makanan padat.

Kemudian saat usia bayi sudah menginjak hampir satu tahun, urutan pemberian ASI dan MPASI ini bisa dibalik.

Jadi, Anda memberikan MPASI dulu baru dilanjutkan dengan ASI. Hal ini bertujuan untuk membiasakan dan mempersiapkan bayi beralih dari ASI atau susu formula ke makanan padat sepenuhnya.

Perhatikan hal ini dalam pemberian ASI bersama MPASI

MPASI 6 bulan makanan bayi 6 bulan, makanan bayi

Sebenarnya, memberikan ASI bersamaan dengan MPASI untuk bayi tidaklah sulit.

Namun, tetap ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam menyeimbangkan pemberian ASI dan MPASI bayi, yaitu:

1. Butuh waktu untuk memperkenalan makanan baru kepada bayi

Selama proses pemberian makanan padat atau MPASI bayi, tentu ada banyak sumber makanan yang Anda perkenalan pada si kecil.

Perkenalan bayi dengan beragam sumber makanan ini tidak selalu berjalan mulus. Kadang kala, ia bisa dengan mudah menerima makanan baru, tetapi di lain waktu justru menolak makanan tertentu.

Pemberian makanan untuk dicoba pertama kali ini bisa dilakukan dengan menyuapi si kecil (spoon feeding).

Jika si kecil menolak saat diberikan makanan baru, jangan langsung menyerah dan menyimpulkan ia tidak menyukainya.

Biasanya, butuh waktu sekitar 10-15 kali percobaan untuk benar-benar mengetahui bayi menyukai makanan tersebut atau tidak.

Bila Anda sudah memberikan makanan tersebut sampai 15 kali tetapi bayi susah makan atau malah melepehnya, kemungkinan besar ia memang tidak menyukainya.

2. Hindari memaksa bayi untuk makan

Bila setelah minum ASI maupun susu formula bayi sudah merasa kenyang, hindari memaksa si kecil untuk menghabiskan makanannya di waktu makan setelah menyusu.

Biarkan bayi belajar mengenali rasa lapar dan kenyangnya sendiri sejak kecil. Cara ini dapat membantu Anda untuk menyeimbangkan asupan ASI dan MPASI bayi sekaligus mencegah masalah gizi pada bayi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Mitos Seputar Makanan Bayi yang Harus Ditinggalkan

Ada beragam mitos makanan bayi yang banyak beredar. Sudahkah Anda tahu apa saja mitos mengenai makanan bayi beserta kebenarannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 6 Agustus 2020 . Waktu baca 10 menit

Kenali Kebutuhan Vitamin untuk Bayi dan Perannya Sebagai Penambah Nafsu Makan

Zat gizi mikro lainnya yang penting untuk dipenuhi buat bayi yakni asupan vitamin. Berapa jumlah kebutuhan vitamin untuk bayi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 6 Agustus 2020 . Waktu baca 9 menit

Panduan Menyiapkan, Mengolah, dan Memberikan Makanan Bayi

Memberi makanan sehat untuk bayi tidak harus sulit. Berikut adalah beberapa makanan super bernutrisi beserta penyajiannya untuk bayi Anda.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 6 Agustus 2020 . Waktu baca 14 menit

8 Macam Makanan untuk Mendukung Kecerdasan dan Perkembangan Otak Bayi

Otak bayi berkembang pesat sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Ini daftar nutrisi yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan perkembangan otak bayi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 6 Agustus 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara menyimpan mpasi

Agar Kualitasnya Tetap Terjaga, Pahami Cara Menyimpan MPASI Bayi yang Benar

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit
peralatan mpasi

5 Peralatan MPASI untuk Memudahkan Proses Pembuatannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
keju untuk bayi

Usia Berapa Bayi Mulai Diperbolehkan Makan Keju?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit
buah untuk bayi

6 Pilihan Buah untuk Bayi yang Baik Dikonsumsi Sehari-Hari

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 9 menit