Bolehkah Menyusui Jika Ibu Mengidap Anemia Defisiensi Besi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Setelah melahirkan, Anda tetap harus memerhatikan kesehatan dan asupan gizi Anda agar bayi Anda dapat menerima nutrisi terbaik dari ASI. Salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami ibu menyusui adalah anemia defisiensi besi.

Anemia defisiensi besi adalah kurangnya sel darah merah akibat kekurangan zat besi. Kurangnya sel darah merah ini mengakibatkan penyebaran oksigen ke seluruh organ tubuh terhambat.

Ketika tubuh mengalami kekurangan oksigen dalam peredaran darah, maka organ tubuh tidak dapat bekerja dengan maksimal. Apa dampaknya pada ibu menyusui serta bayinya? Perhatikan penjelasan berikut ini.

Anemia defisiensi besi pada ibu menyusui

Anemia defisiensi zat besi biasa terjadi pada wanita menyusui dan saat hamil. Penyebab paling utama adalah kehilangan darah selama persalinan dan pola makan yang tidak sesuai. Jika Anda mengalami anemia, segera konsultasi dengan dokter karena kondisi ini dapat berdampak buruk ketika Anda menyusui dan juga pada bayi Anda.

Dalam kondisi kekurangan zat besi, jumlah zat besi yang disimpan berkurang, tetapi jumlah zat besi yang mengalir di darah dan zat besi fungsional mungkin tidak akan terpengaruh. Orang dengan kekurangan zat besi tidak memiliki cadangan zat besi yang cukup untuk digunakan jika tubuh membutuhkan zat besi tambahan.

Apakah bisa menyusui jika mengalami anemia defisiensi besi?

Menyusui baik untuk Anda dan bayi Anda, bahkan ketika Anda menderita anemia kekurangan zat besi. Jika Anda ingin menyusui bayi Anda, Anda bisa melakukannya dengan aman.

Memang benar bahwa Anda kehilangan zat besi melalui ASI. Namun, jika Anda menyusui secara eksklusif, Anda biasanya tidak akan mengalami menstruasi selama empat sampai enam bulan. Karena itu, Anda tidak akan kehilangan banyak zat besi melalui darah menstruasi sehingga ini membantu kadar zat besi Anda tetap seimbang.

Jadi, Anda tetap disarankan untuk menyusui si kecil secara eksklusif, meskipun memiliki kondisi anemia defisiensi besi.

menyusui saat hamil

Apakah suplemen zat besi diperlukan jika ibu menyusui?

Jika Anda mengalami anemia selama kehamilan, tanyakan kepada dokter kesehatan Anda apakah perlu terus mengonsumsi suplemen zat besi saat menyusui. Suplemen zat besi umumnya sangat aman dikonsumsi saat Anda sedang menyusui.

Untuk wanita menyusui, dosis yang direkomendasikan untuk zat besi adalah 9 miligram per hari. Jika Anda kehilangan banyak darah melalui perdarahan setelah melahirkan, Anda mungkin disarankan untuk memeriksa tingkat hemoglobin Anda. Tes ini menilai tingkat keparahan anemia Anda dan apakah Anda masih perlu minum suplemen zat besi.

Apakah bayi Anda membutuhkan suplemen zat besi?

Jika bayi Anda lahir prematur atau memiliki berat lahir rendah, bayi mungkin kekurangan zat besi. Jika ini masalahnya, bayi Anda mungkin butuh tetes zat besi.

Mintalah saran dokter Anda tentang berapa banyak zat besi yang sebaiknya diberikan kepada bayi Anda. Jika Anda memilki anemia, tidak jarang bayi Anda juga akan mengalami anemia juga. Akan tetapi, itu belum tentu terjadi.

Memberi ASI kepada bayi Anda atau suplemen zat besi akan membantu meningkatkan kadar zat besi pada bayi Anda. Namun, sebaiknya memang konsultasikan dulu ke dokter soal masalah apa pun.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Anemia Rash

Anemia rash adalah ruam yang terjadi pada pengidap anemia. Namun, apakah semua pengidap anemia akan mengalami anemia rash? Apa saja penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Anemia, Health Centers 29 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Para ibu mungkin sudah tidak asing lagi dengan kemunculan ruam susu atau ruam di pipi bayi. Namun, apakah ruam susu itu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pantangan makan setelah melahirkan

4 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Dulu Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
bayi tidur

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 11 menit
Konten Bersponsor
omega 6 untuk ibu hamil

Serba Serbi Omega-6, Nutrisi Penting untuk Ibu dan Bayi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 19 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit